Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Sahroni Return Kembali Duduk di Kursi Panas Pimpinan DPR

Sahroni Return Kembali Duduk di Kursi Panas Pimpinan DPR

  • account_circle Adi Nurahman
  • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
  • visibility 63
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INFOKITA.NEWS – Bendahara umum partai Nasional Demokrat (NasDem) Ahmad Sahroni kembali ditunjuk menjadi wakil pimpinan komisi III DPR pada Jumat (20/2) menggantikan posisi Rusdi Massde dari anggota partai dan DPR.

Menurut wakil ketua partai NasDem penunjukkan kembalinya Sahroni ke kursi DPR dinilai memiliki alasan yang kuat yaitu dirinya memilki kemampuan dan pengalaman di Komisi III. Ia menyebut Sahroni sebelumnya sudah dua periode di komisi yang membidangi isu hukum itu.

“Pak Sahroni memang memiliki pengalaman lah ya di Komisi III DPR RI. Jadi dari dua periode ya, menjadi pimpinan Komisi III, dan masih hari ini misalnya ditetapkan kembali menjadi pimpinan Komisi III, memang memiliki pengalaman, kemampuan yang memadai untuk menjadi pimpinan Komisi III DPR,” ungkapnya di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (19/2).

Ia pun menyatakan sebelumnya Sahoni telah selesai menjalani sanksi penonaktifan selama enam bulan yang diputuskan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI beberapa waktu lalu.

“MKD kan sudah memutuskan. Jadi kalau memang sudah ditetapkan ya, oleh pimpinan DPR, di Komisi III ya, artinya di DPR terkait dengan putusan MKD sudah selesai. Ya, udah selesai dijalani kan gitu,” ujar Saan.

Usai ditetapkan, Sahroni menyampaikan rasa terima kasihnya. Dalam sambutannya, ia juga menyinggung pengalaman masa lalu saat dirinya pernah disidangkan oleh Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI terkait dugaan pelanggaran kode etik.

“Terima kasih Pak Ketua dan teman-teman, rasanya aneh berkenalan lagi ya. Di sini ada MKD yang telah menyidangkan saya, semoga saya menjadi lebih baik kedepannya,” ucap Sahroni.

Ahmad Sahroni awalnya menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI periode 2024-2029. Pada Agustus tahun lalu, ia dicopot dari posisinya usai rentetan pernyataannya yang viral terkait pedemo di DPR.

Kala itu, Sahroni mengatakan desakan untuk membubarkan DPR adalah sikap yang keliru. Ia bahkan menyebut pandangan tersebut sebagai mental orang tolol.

Akibat pernyataannya tersebut telah memancing amarah masyarakat, hingga melahirkan demo besar, Partai NasDem kemduian memutuskan untuk mencopot Sahroni sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR yang termaktub dalam surat Fraksi Partai NasDem Nomor 758 terkait pergantian nama anggota Komisi I dan III DPR. Surat itu tertanggal 29 Agustus 2025.

Lewat surat itu, Sahroni dipindahkan sebagai sebagai anggota Komisi I. Sementara, posisi Wakil Ketua Komisi III yang ia tinggalkan saat itu diisi Rusdi Masse Mappasessu.

Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR dalam November 2025 kemudian menjatuhkan sanksi nonaktif enam bulan terhadap Sahroni.

Kembalinya Sahroni ke kursi pimpinan komisi III DPR mengundang kritik keras dari Indonesia Corruption Watch (ICW). ICW menilai pengangkatan kembali Ahmad Sahroni sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI sebagai bentuk kegagalan partai politik (parpol).  

“Rekam jejak dan pengangkatan Sahroni menunjukkan kegagalan partai politik dalam menjalankan fungsinya,” kata Kepala Divisi Advokasi ICW, Egi Primayogha dalam keterangan tertulis, Jumat (20/2).

Partai NasDem yang merupakan partai pengusung Sahroni, dianggap gagal menjalankan peran kaderisasi anggota. Menurutnya, keputusan Partai Nadem mengembalikan Sahroni ke DPR RI sebagai bentuk tidak berpihaknya Parpol kepada suara rakyat. 

“Partai NasDem gagal melakukan kaderisasi anggota, dan pada waktu bersamaan Partai NasDem tidak berpihak pada prinsip keadilan, etika publik, dan akuntabilitas,” ujarnya. 

Menurutnya pernyataan kontroversial yang dilontarkan Sahroni pada Agustus 2025 silam sebagai ketidakpantasan secara etis dan inkompetensinya sebagai pejabat publik.  

“Lebih parah, dia memicu kemarahan publik hingga protes meluas di seluruh Indonesia,” jelas Egi. 

Egi pun mengungkapkan bahwa rekam jejak tersebut menjadi alasan kuat bahwa Sahroni bukan hanya tidak pantas kembali menjadi pimpinan Komisi III DPR, tetapi juga tidak layak duduk di jabatan publik sebagai wakil rakyat. 

“Keputusan mengangkat Sahroni tidak menghormati korban peristiwa Agustus 2025 yang hingga saat ini belum mendapatkan keadilan,” pungkasnya. ***

  • Penulis: Adi Nurahman

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kakang Rudianto Berharap Persib Bandung Tetap Konsisten

    Kakang Rudianto Berharap Persib Bandung Tetap Konsisten

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Deva Sakti
    • visibility 58
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Persib Bandung sukses menutup putaran pertama Super League 2025/2026 dengan catatan manis. Kemenangan tipis 1-0 atas Persija Jakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Minggu (11/1/2026), memastikan Persib bertengger di puncak klasemen sementara. Hasil ini sekaligus menjadi suntikan kepercayaan diri jelang memasuki putaran kedua kompetisi. Hingga paruh musim berakhir, Persib Bandung berhasil mengoleksi […]

  • KPK Temukan Sejumlah Uang Saat Geledah Rumah Ono Surono, Sahali Ungkap Ada Kejanggalan

    KPK Temukan Sejumlah Uang Saat Geledah Rumah Ono Surono, Sahali Ungkap Ada Kejanggalan

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 21
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan rangkaian penggeledahan di rumah Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ono Surono, yang berlokasi di Bandung dan Indramayu,Penggeledahan sudah dimulai sejak Rabu (1/4) dan Kamis (2/4). Penggeledahan tersebut dilakukan KPK terkait dengan kasus dugaan suap ijon di Pemkab Bekasi yang menjerat Bupati Bekasi nonaktif Ade Kuswara Kunang. Juru Bicara […]

  • Innalillahi Karmia Krissanty, Putri Kedua Politisi Senior Akbar Tandjung Meninggal Dunia

    Innalillahi Karmia Krissanty, Putri Kedua Politisi Senior Akbar Tandjung Meninggal Dunia

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 46
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Kabar duka menyelimuti keluarga politisi senior Akbar Tanjung pada Rabu (11/3) pagi WIB. Karmia Krissanty dikabarkan telah meninggal dunia. Berdasarkan informasi yang diterima Tribunnews, almarhumah Karmia Krissanty mengembuskan napas terakhirnya pada pukul 08.58 WIB. Almarhumah merupakan putri dari pasangan  Akbar Tandjung dan Krisnina Maharani Akbar Tandjung, berdasarkan informasi yang beredar, almarhumah diketahui sempat berjuang melawan kanker payudara. […]

  • Akibat Selat Hormuz Ditutup, Presiden Prabowo Subianto Minta Bahlil Cari Minyak ke Semua Negara

    Akibat Selat Hormuz Ditutup, Presiden Prabowo Subianto Minta Bahlil Cari Minyak ke Semua Negara

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 32
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Seiring belum ada tanda meredanya ketegangan konflik yang terjadi di timur tengah, Presiden Prabowo Subianto segera menugaskan ke Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia untuk mencari pasokan minyak mentah dari hampir semua negara. Penugasan itu diberikan di tengah gejolak energi global akibat perang di Timur Tengah. Perang yang melibatkan Iran […]

  • Kemenkes Giat Percepatan Eliminasi Kusta dalam Program Cek Kesehatan Gratis 2026

    Kemenkes Giat Percepatan Eliminasi Kusta dalam Program Cek Kesehatan Gratis 2026

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 39
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Memasuki triwulan pertama di tahun 2026 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kembali melakukan pemeriksaan dini terhadap penyakit kusta, frambusia dan skabies dalam program cek kesehatan gratis 2026 mengingat ketiga penyakit tersebut masih menjadi permasalahan kesehatan tinggi yang beresiko adanya kecacatan. Melalui Direktur Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Primer, Kemenkes dr. Elvieda Sariwati, ia mengatakan CKG 2026 […]

  • Mengenal Gizi Buruk dan Upaya Pencegahan dan Penanganan Di Indonesia

    Mengenal Gizi Buruk dan Upaya Pencegahan dan Penanganan Di Indonesia

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 15
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Seiring berjalannya program Makan Bergizi Gratis yang merupakan program unggulan dari pemerintahan Prabowo-Gibran untuk mengentaskan permasalahan gizi buruk yang ada di Indonesia, maka penting untuk dketahui mengenai pengertian gizi buruk, sehingga diharapkan masyarakat dapat menilai dengan obyektif apakah program makan bergizi gratis itu sudah layak diterapkan atau tidak kepada masyarakat. Pengertian gizi buruk […]

expand_less