Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Pedagang Daging Sapi di Cianjur Ramai-ramai Mogok Jualan

Pedagang Daging Sapi di Cianjur Ramai-ramai Mogok Jualan

  • account_circle Deva Sakti
  • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
  • visibility 40
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INFOKITA.NEWS – Para pedagang daging sapi di Kabupaten Cianjur yang tergabung dalam asosiasi pedagang daging sapi melakukan aksi mogok berjualan secara massal, Minggu (25/1).

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes sekaligus upaya menyuarakan aspirasi, agar mendapat perhatian dari pemerintah pusat terkait persoalan tata niaga dan harga daging sapi.

Perwakilan asosiasi pedagang daging sapi Cianjur, Engkus (55) mengatakan, mogok berjualan dilakukan karena para pedagang merasa kesulitan menjalankan usaha akibat berbagai persoalan yang belum kunjung mendapat solusi.

“Kami bersama rekan-rekan pedagang lainnya sudah melakukan mogok berjualan. Aksi ini bertujuan agar aspirasi pedagang daging sapi bisa diperhatikan oleh dinas terkait maupun pemerintah pusat,” ujarnya, Minggu (25/1).

Menurut Engkus, aksi mogok tidak hanya terjadi di Cianjur, tetapi juga dilakukan pedagang di sejumlah daerah lain dengan tuntutan yang sama. Para pedagang mengeluhkan sulitnya memperoleh keuntungan, bahkan untuk sekadar menutup modal usaha.

“Untuk meraup keuntungan saja sudah sangat sulit. Kami banting tulang mencari modal, tapi kondisi seperti ini membuat usaha semakin berat. Kalau permasalahan daging sapi ini terus berlarut-larut, kami tidak tahu harus bagaimana lagi,” katanya.

Ia menambahkan, aksi mogok rencananya akan berlangsung hingga Senin (26/1). Selain itu, para pedagang juga berencana menggelar audiensi dengan dinas terkait guna membahas dan mencari solusi atas permasalahan yang dihadapi para pedagang daging sapi di Kabupaten Cianjur.

“Kami berharap audiensi nanti bisa menghasilkan solusi nyata, sehingga usaha pedagang daging sapi bisa kembali berjalan dengan normal,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian (Diskuperdagin) Kabupaten Cianjur, Irvan Feriadi Rahman mengatakan, pihaknya akan turun langsung ke lapangan untuk memantau rencana aksi tersebut.

“Besok kami dari Diskuperdagin akan turun ke pasar untuk melihat langsung kondisi dan berkoordinasi dengan para pedagang,” kata Irvan.

Rencana mogok jualan ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas pedagang daging sapi di daerah, menyusul aksi serupa yang lebih dulu terjadi di wilayah Jabodetabek. Para pedagang menilai lonjakan harga sapi hidup dan karkas sudah tidak wajar dan menekan keberlangsungan usaha mereka.

Berdasarkan keterangan pedagang, lanjut Irvan, harga sapi hidup dari peternak atau feedloter mengalami kenaikan signifikan. Jika sebelumnya berada di kisaran Rp50.000 hingga Rp53.000 per kilogram berat hidup, kini naik menjadi sekitar Rp55.000 per kilogram.

“Kenaikan tersebut berdampak langsung pada mahalnya harga karkas di Rumah Potong Hewan (RPH),” katanya.

Akibat kondisi tersebut, pedagang mengaku kesulitan memperoleh margin keuntungan yang wajar. Sebelumnya, daging sapi dapat dijual dengan harga Rp120.000 hingga Rp130.000 per kilogram.

“Namun saat ini, pedagang terpaksa menjual daging sapi di kisaran Rp140.000 hingga Rp160.000 per kilogram,” ujarnya.

Di sisi lain, tingginya harga jual tidak sebanding dengan daya beli masyarakat. Kondisi ini menyebabkan penjualan menurun drastis dan berpotensi menimbulkan kerugian, terutama bagi pedagang kecil di pasar tradisional yang berada pada posisi paling tertekan dalam rantai distribusi.

Aksi mogok jualan tersebut menjadi sarana penyampaian aspirasi pedagang kepada pemerintah dan pihak terkait agar segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga sapi, sehingga tercipta tata niaga yang lebih adil bagi pedagang serta harga yang terjangkau bagi konsumen.

“Meski demikian, Diskuperdagin mencatat bahwa hingga Sabtu, 24 Januari 2026, harga daging sapi di wilayah Kabupaten Cianjur masih terkonfirmasi berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni berkisar antara Rp120.000 hingga Rp140.000 per kilogram,” pungkasnya.(rbi)

  • Penulis: Deva Sakti

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Beredar Isi Chat Mahasiswa FH UI Dugaan Pelecehan Seksual, Respon Warganet: Menjijikan

    Beredar Isi Chat Mahasiswa FH UI Dugaan Pelecehan Seksual, Respon Warganet: Menjijikan

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 32
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Dugaan kasus pelecehan seksual yang melibatkan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) menjadi sorotan publik. Kasus ini mencuat setelah tangkapan layar percakapan dalam grup pesan singkat beredar luas di media sosial dan memicu kemarahan warganet. Dalam tangkapan layar yang viral tersebut, terlihat sejumlah percakapan bernuansa seksual yang dinilai melecehkan dan mengobjektifikasi perempuan. […]

  • Jelang Arus Balik 2026, Masyarakat Diimbau Tetap Waspada

    Jelang Arus Balik 2026, Masyarakat Diimbau Tetap Waspada

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 21
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Menyambut arus balik Lebaran 2026, Korlantas Polri menegaskan kesiapan skenario kelancaran lalu lintas di berbagai wilayah. Langkah ini bertujuan menjaga ritme perjalanan pemudik tetap aman dan nyaman, sekaligus memastikan pengendara kembali ke aktivitas rutin dengan kondisi fisik dan mental yang baik. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan, masyarakat perlu mewaspadai tingginya mobilitas arus balik […]

  • Dampak Serangan Brutal Israel Ke Lebanon, Gencatan Senjata AS-Iran Terancam Batal, Dikabarkan 254 Orang Meninggal Dunia

    Dampak Serangan Brutal Israel Ke Lebanon, Gencatan Senjata AS-Iran Terancam Batal, Dikabarkan 254 Orang Meninggal Dunia

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 20
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Belum sempat dunia bernafas lega dengan adanya gencatan senjata yang terjadi di timur tengah dikabarkan hubungan mereka kembali memanas, pasalnya Israel kembali melancarkan serangan secara brutal dan besar-besaran ke Lebanon pada Rabu (8/4). Kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran pun terancam gagal. Iran kembali menutup Selat Hormuz, menyebutkan, sebuah kapal tanker […]

  • Wakil Ketua DPR RI Meradang Desak Penegakan Hukum Profesional di Kasus Kekerasan Anak di Daycare Yogyakarta

    Wakil Ketua DPR RI Meradang Desak Penegakan Hukum Profesional di Kasus Kekerasan Anak di Daycare Yogyakarta

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 18
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Kasus Kekerasan Anak di Daycare Yogyakarta mencuri perhatian masyarakat Indonesia, tidak terkecuali Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati yang meminta penegakan hukum yang profesional dilakukan dalam pengusutan kasus dugaan kekerasan terhadap anak di salah satu tempat penitipan anak (daycare) di Yogyakarta. Dalam keterangan resminya Senin (27/4/2026) Sari menyampaikan keprihatinan mendalam atas kasus ini. […]

  • Kenangan SBY 20 Tahun Silam Saat  Tugaskan AHY Sebagai Prajurit Perdamaian TNI Perdana di Lebanon

    Kenangan SBY 20 Tahun Silam Saat Tugaskan AHY Sebagai Prajurit Perdamaian TNI Perdana di Lebanon

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 20
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Indonesia masih merasakan duka mendalam atas gugurnya 3 Prajurit Perdamaian TNI di Lebanon, begitu pula yang dirasakan oleh Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengingat kembali masa di saat dirinya mengeluarkan kebijakan mengirimkan Pasukan Penjaga Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL). Bagi SBY, kehilangan ini bukan sekadar angka statistik, melainkan luka mendalam […]

  • Tarik Tunai Di ATM BNI Pecahan Rp 50.000 Ini Tak Tercetak Sempurna, BNI Angkat Suara

    Tarik Tunai Di ATM BNI Pecahan Rp 50.000 Ini Tak Tercetak Sempurna, BNI Angkat Suara

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 29
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Seorang netizen dengan akun Threads @nra**** mengunggah sebuah postingan dimana dirinya mengaku tarik tunai uang pecahan Rp 50.000 dari salah satu mesin ATM BNI (Bank Negara Indonesia) pada Kamis, 2 April 2026. Ia mengaku ada selembar uang Rp 50.000 tak tercetak sempurna pada bagian depan sehingga nampak polos di sana, meski tak menyebut […]

expand_less