Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Sah! Mojtaba Khamenei Dinobatkan Sebagai Pemimpin Tertinggi Iran, Trump: Ia harus mendapatkan persetujuan dari kami

Sah! Mojtaba Khamenei Dinobatkan Sebagai Pemimpin Tertinggi Iran, Trump: Ia harus mendapatkan persetujuan dari kami

  • account_circle Adi Bima
  • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
  • visibility 126
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INFOKITA.NEWS – Serangan AS-Israel menyebabkan jatuhnya korban jiwa yang berdampak langsung pada stabilitas negara timur tengah tersebut. Sepekan setelah gugurnya Ali Khamenei pada (28/2) lalu, kini Iran resmi menunjuk dan menetapkan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi Republik Islam Iran menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan Amerika Serikat dan Israel yang memicu konflik besar di kawasan timur tengah tersebut.

Penunjukan Mojtaba Khamenei diumumkan pada Minggu (8/3) waktu setempat yang ditunjuk langsung para ulama Iran yang menjadi bagian dari lembaga pemilih pemimpin tertinggi negara tersebut. Hal ini sekaligus menandakan bahwa konflik AS-Iran belum ada tanda-tanda berakhir.

Ia kini akan memimpin Iran di tengah krisis terbesar sejak berdirinya Republik Islam hampir lima dekade lalu.

Menariknya pria berusia 56 tahun itu sebelumnya tidak pernah mencalonkan diri dalam jabatan publik ataupun mengikuti pemilihan umum. Meski begitu, selama puluhan tahun Mojtaba dikenal sebagai sosok berpengaruh di lingkaran dalam kepemimpinan ayahnya dan memiliki hubungan kuat dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, yang ditugaskan mengarahkan strategi keamanan negara sejak AS dan Israel melancarkan serangan besar-besaran, menyerukan persatuan di bawah kepemimpinan pemimpin tertinggi yang baru.

Sementara Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf menyambut baik keputusan tersebut. Ia menyatakan bahwa mengikuti pemimpin tertinggi yang baru merupakan kewajiban agama dan nasional.

Penunjukannya dinilai dapat menjadi tanda bahwa faksi garis keras dalam struktur kekuasaan Iran masih mempertahankan pengaruhnya. Hal ini juga dapat mengindikasikan bahwa pemerintah Iran tidak memiliki keinginan kuat untuk segera menyepakati kesepakatan atau negosiasi, ketika perang memasuki pekan kedua.

Al Jazeera menggambarkan Mojtaba Khamenei sebagai ‘penjaga gerbang ayahnya’.

“Ia mengadopsi posisi ayahnya terkait AS dan Israel. Jadi kita memperkirakan seorang pemimpin yang konfrontatif. Kita tidak mengharapkan adanya moderasi,” dikutip dari Al Jazeera Senin (9/3)

“Namun, jika perang ini berakhir dan ia masih hidup serta mampu terus memimpin negara, ada potensi besar, untuk menemukan jalur-jalur baru bagi Iran,” tambahnya.

Peneliti kebijakan publik terkemuka di American University of Beirut, Rami Khouri, menilai penunjukan Mojtaba Khamenei menunjukkan adanya kelanjutan dari arah politik sebelumnya. Ia mengatakan masih harus dilihat apakah pemimpin tertinggi yang baru akan mendorong negosiasi untuk mengakhiri perang.

Menurutnya, apa pun hasilnya penunjukan tersebut merupakan “tindakan pembangkangan”. Iran, kata Khouri yang sedang memberi tahu AS dan Israel,

‘Kalian ingin menyingkirkan sistem kami? Nah, ini adalah sosok yang lebih radikal daripada ayahnya yang dibunuh,’ tambahnya.

Anggota Dewan Ahli Heidari Alekasir, yang bertugas memilih pemimpin tertinggi Iran, mengatakan kandidat tersebut dipilih berdasarkan nasihat mendiang Ali Khamenei bahwa pemimpin tertinggi Iran seharusnya dibenci oleh musuh, alih-alih dipuja oleh mereka.

“Bahkan Setan Besar (AS) pun telah menyebut namanya,” ujar ulama senior itu, merujuk pada pernyataan Presiden AS, Donald Trump yang sebelumnya mengatakan Mojtaba Khamenei akan menjadi pilihan yang, “tidak dapat diterima” baginya untuk memimpin Iran.

Pemimpin tertinggi Iran dipilih oleh Majelis Ahli yang beranggotakan 88 ulama. Sebelumnya lembaga itu menyatakan telah mencapai konsensus mayoritas mengenai pengganti Ali Khamenei tanpa mengungkapkan namanya.

Salah satu anggota majelis sempat mengatakan, “Jalan Imam Khomeini dan jalan Imam Khamenei yang gugur telah dipilih. Nama Khamenei akan terus berlanjut.”

Ali Khamenei sendiri memimpin Iran selama 37 tahun setelah menggantikan Ayatollah Ruhollah Khomeini, tokoh yang memimpin Revolusi Iran 1979. Ia tewas pada 28 Februari lalu dalam serangan AS dan Israel di Teheran, yang sekaligus menjadi awal dari perang yang kini memicu kekacauan di Timur Tengah.

Militer Israel sebelumnya bahkan telah mengancam akan membunuh siapapun yang menggantikan posisi Khamenei. Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump juga sempat menyatakan ingin ikut menentukan siapa yang akan menjadi pemimpin Iran berikutnya.

Trump mengatakan perang kemungkinan hanya akan berakhir setelah militer dan para pemimpin Iran dilumpuhkan.

Pada Minggu, Trump juga menegaskan bahwa pemimpin baru Iran tidak akan bertahan lama tanpa persetujuan dari AS.

“Ia harus mendapatkan persetujuan dari kami. Jika ia tidak mendapatkan persetujuan dari kami, ia tidak akan bertahan lama,” kata Trump kepada ABC News.

Pernyataan tersebut langsung ditolak oleh para pejabat Iran. Mereka menegaskan bahwa hanya rakyat Iran yang berhak menentukan masa depan negaranya, termasuk memilih pemimpin tertinggi.

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf bahkan menyindir keras pernyataan Trump mengenai keinginannya terlibat dalam penunjukan pemimpin Iran.

“Nasib Iran tercinta, yang lebih berharga dari kehidupan, akan ditentukan hanya oleh bangsa Iran yang bangga, bukan oleh geng Epstein,” tulis Ghalibaf di platform X.

Pernyataan itu merujuk pada Jeffrey Epstein, pelaku kejahatan seksual yang memiliki hubungan dengan sejumlah tokoh kaya dan berpengaruh di AS. ***

  • Penulis: Adi Bima

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • RESMI Anwar Satibi Dilaporkan Ibu Kandung NS ke Polisi

    RESMI Anwar Satibi Dilaporkan Ibu Kandung NS ke Polisi

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 98
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Tewasnya pelajar SMP NS (12) di Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat kini memasuki babak baru setelah ibu kandung korban Lisnawati resmi melaporkan mantan suaminya Anwar Satibi ke pihak yang berwajib. Menurut pengakuan Lisnawati, sosok Anwar Satibi merupakan suami yang tempramental sebelum berpisah dirinya sering mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). “Temperamental, sering dipukul […]

  • Cegah Kanker Serviks Sejak Dini, Sri Suparni Bahlil Ajak Perempuan Ikut Vaksinasi HPV

    Cegah Kanker Serviks Sejak Dini, Sri Suparni Bahlil Ajak Perempuan Ikut Vaksinasi HPV

    • calendar_month Selasa, 20 Okt 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 19
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sri Suparni Bahlil mengajak perempuan memeriksakan kesehatan tanpa menunggu munculnya keluhan. Pesan itu disampaikan Sri Suparni saat membuka vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) yang menjaring 784 peserta terdaftar di empat kota. Kegiatan dibuka di GOR Bulu Tangkis Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (19/10/2026). […]

  • PETAKA! KA Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek Seruduk Kereta Rel Listrik di Stasiun Bekasi Timur

    PETAKA! KA Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek Seruduk Kereta Rel Listrik di Stasiun Bekasi Timur

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 36
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Kecelakaan hebat yang melibatkan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam. Insiden ini mengakibatkan jalur kereta api di wilayah tersebut lumpuh total. Informasi mengenai kecelakaan ini awalnya diketahui melalui unggahan akun X @sahabat_kereta. Dalam unggahan tersebut, disebutkan bahwa tabrakan […]

  • BGN Pastikan Bahan Makanan MBG Bukan Rp15.000

    BGN Pastikan Bahan Makanan MBG Bukan Rp15.000

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 67
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Polemik program makan bergizi gratis (MBG) bukan hanya perihal kasus keracunan tetapi juga anggaran yang dinilai tidak wajar bagi sebagian masyarakat untuk setiap menu yang disajikan kepada penerima manfaat, belum lama ini muncul di kalangan masyarakat informasi terkait anggaran yang dikeluarkan Badan Gizi Nasional (BGN) sebesar Rp15.000 per porsi sajian MBG. Sontak saja […]

  • Penguatan Sinergi Kementerian Ekonomi Kreatif  Bersama ICCN: Mengusung Teknologi AI dan Kompas Kota Kreatif Bagi Akselerasi Nasional

    Penguatan Sinergi Kementerian Ekonomi Kreatif Bersama ICCN: Mengusung Teknologi AI dan Kompas Kota Kreatif Bagi Akselerasi Nasional

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 79
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Menteri Ekonomi Kreatif dan Ketua Umum ICCN, Teuku Riefky Harsya, memperkuat sinergi dengan ICCN guna memantapkan posisi ekonomi kreatif Indonesia di kancah internasional. Pertemuan yang diselenggarakan pada Kamis, 11 Februari 2026 tersebut menelurkan komitmen bersama untuk menyukseskan gelaran World Conference on Creative Economy (WCCE) serta memperluas jangkauan pembiayaan bagi pelaku kreatif di daerah. […]

  • Panduan Berhari Raya Idul Fitri Sesuai Tuntunan Rasulullah

    Panduan Berhari Raya Idul Fitri Sesuai Tuntunan Rasulullah

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 85
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Mendekati momentum hari raya idul fitri, sebagai musim hendaknya memperhatikan dirinya dalam melaksanakan ibadah bulan syawal tersebut. Secara bahasa, ‘Ied ialah sesuatu yang kembali dan berulang-ulang. Sesuatu yang biasa datang dan kembali dari satu tempat atau waktu. Kemudian dinamakan ‘Ied, karena Allah kembali memberikan kebaikan dengan berbuka, setelah kita berpuasa dan membayar zakat […]

expand_less