Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Atmosfer Penolakan Geotermal Kembali Memanas, DPRD Cianjur Gelar RDP Dengan Pengusaha Bersama Aliansi Masyarakat

Atmosfer Penolakan Geotermal Kembali Memanas, DPRD Cianjur Gelar RDP Dengan Pengusaha Bersama Aliansi Masyarakat

  • account_circle Adi Bima
  • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
  • visibility 32
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INFOKITA.NEWS – Proyek panas bumi (geothermal) di kawasan Gunung Gede Pangrango kembali mendapatkan gelombang penolakan, hal ini terlihat dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar DPRD Kabupaten Cianjur, Selasa (14/4/2026).

RDP yang berlangsung di Ruang Gabungan DPRD ini mempertemukan unsur pemerintah daerah, pihak perusahaan, serta aliansi masyarakat yang secara tegas menyuarakan penolakan terhadap proyek yang direncanakan di Kecamatan Cipanas dan Pacet tersebut.

Rapat ini difasilitasi Komisi I dan Komisi III DPRD Cianjur ini merupakan tindak lanjut dari surat resmi aliansi masyarakat yang meminta penghentian aktivitas proyek geothermal.

Ketua Komisi III DPRD Cianjur, Igun Hendra Gunawan, mengatakan bahwa warga datang dengan membawa sejumlah alasan penolakan. Salah satunya terkait adanya informasi batas waktu dari Kementerian ESDM yang menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat.

“Selain itu, masyarakat juga khawatir akan dampak negatif di masa depan serta mempertanyakan sejauh mana manfaat proyek ini bagi warga sekitar,” ujar Igun.

Ia menegaskan, DPRD membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan keberatan secara resmi dan tertulis agar dapat diteruskan kepada pemerintah pusat sebagai pihak yang berwenang.

“Kami minta penolakan ini disampaikan secara tertulis supaya jelas dan bisa dipertanggungjawabkan, serta dapat kami teruskan ke pihak terkait,” katanya.

Dalam forum tersebut, DPRD juga menegaskan bahwa hingga saat ini Pemerintah Kabupaten Cianjur belum mengeluarkan dokumen perizinan apa pun terkait proyek geothermal tersebut, karena kewenangan berada di pemerintah pusat.Di sisi lain, perwakilan aliansi masyarakat menyampaikan sikap tegas mereka.

Ketua GSK, Aryo, mengungkapkan ketidakpercayaan sebagian masyarakat terhadap keputusan yang dihasilkan dalam forum tersebut.

“Penolakan rakyat harus dituangkan dalam nota keberatan resmi dan disampaikan hingga ke Kementerian ESDM,” ujarnya.Hal senada disampaikan Ketua Surya Kadaka Indonesia, Sabang Sirait, yang berharap proyek geothermal dihentikan secara menyeluruh.

“Harapan kami kegiatan ini berhenti paripurna, tidak ada lagi aktivitas geothermal di Cianjur, khususnya Cipanas dan Pacet,” tegasnya.Sementara itu, pihak pengembang, PT Daya Mas Geopatra Pangrango (DMGP), melalui Kepala Teknisi Yunis, menjelaskan bahwa energi panas bumi merupakan alternatif penting untuk menjaga ketahanan energi nasional di tengah meningkatnya harga energi fosil.

Ia juga menegaskan bahwa isu gempa yang kerap dikaitkan dengan geothermal perlu dilihat secara ilmiah.

“Gempa pada dasarnya disebabkan oleh aktivitas tektonik dan vulkanik. Perlu pemahaman yang tepat agar tidak menimbulkan kekhawatiran berlebihan,” jelasnya.

Diketahui, proyek geothermal Gunung Gede Pangrango saat ini masih berada pada tahap eksplorasi, dengan rencana pengeboran hingga kedalaman 2.000–3.000 meter guna memastikan potensi cadangan energi.

Berdasarkan kajian, potensi panas bumi di kawasan tersebut diperkirakan mencapai 80 MW, dengan kapasitas realistis sekitar 55 MW untuk mendukung kebutuhan listrik di Jawa Barat.Namun, kedekatan lokasi proyek dengan kawasan konservasi Taman Nasional Gunung Gede Pangrango serta kekhawatiran terhadap dampak lingkungan dan sosial menjadi faktor utama penolakan masyarakat.

Ke depan, polemik ini diperkirakan masih akan berlanjut, seiring tuntutan masyarakat akan transparansi, kajian lingkungan yang komprehensif, serta pelibatan publik dalam setiap tahapan proyek. ***

  • Penulis: Adi Bima

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Petaka Spurs Blunder 15 Menit Pertama, Atletico Madrid Sukses Menang Telak 5-2

    Petaka Spurs Blunder 15 Menit Pertama, Atletico Madrid Sukses Menang Telak 5-2

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 39
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Dalam laga lanjutan liga champions eropa mempertemukan laga penuh gengsi pada leg pertama di babak 16 besar. Bermain di Wanda Metropolitano, Madrid, Rabu (11/3) dini hari WIB, Atletico Madrid langsung unggul melalui gol cepat di menit ke-6. Marcos Llorente, usai meneruskan umpan Julian Alvarez, membawa skor 1-0 untuk tim asuhan Diego Simeone. Spurs […]

  • Indonesia Perkokoh Hubungan Bilateral Dengan Singapura Melalui Nongsa-Changi Cable

    Indonesia Perkokoh Hubungan Bilateral Dengan Singapura Melalui Nongsa-Changi Cable

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 17
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Indonesia dan Singapura punya jalur penghubung baru. Sebuah kabel bawah laut bernama Nongsa-Changi Cable (NCC) terbentang sepanjang 50 Km yang menghubungkan Batam dengan Singapura.NCC memiliki kapasitas 1,6 petabit per detik dengan latensi di bawah 2 detik. Direktur Utama Telkom Dian Siswarini mengatakan NCC menjadi komitmen kedua negara ntuk memajukan ekoistem digital.Infrastruktur itu dibangun […]

  • Jawaban Gubernur Jabar Kang Dedi Mulyadi Atas Spanduk Shut Up KDM dalam Laga Persib Kontra Arema

    Jawaban Gubernur Jabar Kang Dedi Mulyadi Atas Spanduk Shut Up KDM dalam Laga Persib Kontra Arema

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 43
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Laga Persib Bandung kontra Arema FC Jumat (24/4/2026) berakhir dengan kedudukan skor sama kuat 0-0, selain duel sengit dalam memperebutkan tiga poin penting, terdapat momen penting selama jalannya pertandingan tersebut. Munculnya spanduk besar yang terbentang di sudut Utara tribun Stadion Gelora Bandung Lautan Api bertuliskan SHUT UP KDM sebagai bentuk protes bobotoh kepada […]

  • Kekalahan Perdana Setan Merah di 2026, Legenda MU Ini Sebut Perfroma Tim Jauh dari Kata Meyakinkan.

    Kekalahan Perdana Setan Merah di 2026, Legenda MU Ini Sebut Perfroma Tim Jauh dari Kata Meyakinkan.

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 39
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – The Red Devils harus mengakui keunggulan tipis The Magpies di St. James Park dalam laga ljutan liga inggris pekan ke-29 pada Kamis (5/3) dini hari dengan kekalahan 2-1 untuk kemenangan tim tuan rumah. Pertandingan berlangsung panas sejak awal dan dipenuhi drama hingga menit akhir. Tim tuan rumah bahkan harus bermain dengan sepuluh orang,Jacob […]

  • 300 SPPG Jabar yang Ditutup Dalam Pantauan Serius Komisi IX DPR RI

    300 SPPG Jabar yang Ditutup Dalam Pantauan Serius Komisi IX DPR RI

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 29
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Anggota Komisi IX DPR RI Obon Tabroni menyebutkan, hingga saat ini masih ada pemerintah daerah (pemda) dan Badan Gizi Nasional (BGN) tak sinkron terkait pengelolaan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). “Karena ternyata tadi, ada informasi belum klop antara pemerintahan daerah dengan BGN. Ya, selesai pertemuan ini, mereka sudah dapat SK, silakan tindak […]

  • Dapur MBG Wajib Belanja Sesuai Harga Acuan Pemerintah

    Dapur MBG Wajib Belanja Sesuai Harga Acuan Pemerintah

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 18
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Pembenahan terkait program unggulan Makan Begrizi Gratis (MBG) presiden masih terus dilakukan, hal ini terlihat saat Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengatakan, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib membeli bahan pangan untuk mbgdengan harga acuan pemerintah (HAP). Dia memberikan contoh harga telur yang sempat anjlok hingga Rp 15.000 per kilogram. Kepala SPPG […]

expand_less