Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Atmosfer Penolakan Geotermal Kembali Memanas, DPRD Cianjur Gelar RDP Dengan Pengusaha Bersama Aliansi Masyarakat

Atmosfer Penolakan Geotermal Kembali Memanas, DPRD Cianjur Gelar RDP Dengan Pengusaha Bersama Aliansi Masyarakat

  • account_circle Adi Bima
  • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
  • visibility 19
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INFOKITA.NEWS – Proyek panas bumi (geothermal) di kawasan Gunung Gede Pangrango kembali mendapatkan gelombang penolakan, hal ini terlihat dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar DPRD Kabupaten Cianjur, Selasa (14/4/2026).

RDP yang berlangsung di Ruang Gabungan DPRD ini mempertemukan unsur pemerintah daerah, pihak perusahaan, serta aliansi masyarakat yang secara tegas menyuarakan penolakan terhadap proyek yang direncanakan di Kecamatan Cipanas dan Pacet tersebut.

Rapat ini difasilitasi Komisi I dan Komisi III DPRD Cianjur ini merupakan tindak lanjut dari surat resmi aliansi masyarakat yang meminta penghentian aktivitas proyek geothermal.

Ketua Komisi III DPRD Cianjur, Igun Hendra Gunawan, mengatakan bahwa warga datang dengan membawa sejumlah alasan penolakan. Salah satunya terkait adanya informasi batas waktu dari Kementerian ESDM yang menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat.

“Selain itu, masyarakat juga khawatir akan dampak negatif di masa depan serta mempertanyakan sejauh mana manfaat proyek ini bagi warga sekitar,” ujar Igun.

Ia menegaskan, DPRD membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan keberatan secara resmi dan tertulis agar dapat diteruskan kepada pemerintah pusat sebagai pihak yang berwenang.

“Kami minta penolakan ini disampaikan secara tertulis supaya jelas dan bisa dipertanggungjawabkan, serta dapat kami teruskan ke pihak terkait,” katanya.

Dalam forum tersebut, DPRD juga menegaskan bahwa hingga saat ini Pemerintah Kabupaten Cianjur belum mengeluarkan dokumen perizinan apa pun terkait proyek geothermal tersebut, karena kewenangan berada di pemerintah pusat.Di sisi lain, perwakilan aliansi masyarakat menyampaikan sikap tegas mereka.

Ketua GSK, Aryo, mengungkapkan ketidakpercayaan sebagian masyarakat terhadap keputusan yang dihasilkan dalam forum tersebut.

“Penolakan rakyat harus dituangkan dalam nota keberatan resmi dan disampaikan hingga ke Kementerian ESDM,” ujarnya.Hal senada disampaikan Ketua Surya Kadaka Indonesia, Sabang Sirait, yang berharap proyek geothermal dihentikan secara menyeluruh.

“Harapan kami kegiatan ini berhenti paripurna, tidak ada lagi aktivitas geothermal di Cianjur, khususnya Cipanas dan Pacet,” tegasnya.Sementara itu, pihak pengembang, PT Daya Mas Geopatra Pangrango (DMGP), melalui Kepala Teknisi Yunis, menjelaskan bahwa energi panas bumi merupakan alternatif penting untuk menjaga ketahanan energi nasional di tengah meningkatnya harga energi fosil.

Ia juga menegaskan bahwa isu gempa yang kerap dikaitkan dengan geothermal perlu dilihat secara ilmiah.

“Gempa pada dasarnya disebabkan oleh aktivitas tektonik dan vulkanik. Perlu pemahaman yang tepat agar tidak menimbulkan kekhawatiran berlebihan,” jelasnya.

Diketahui, proyek geothermal Gunung Gede Pangrango saat ini masih berada pada tahap eksplorasi, dengan rencana pengeboran hingga kedalaman 2.000–3.000 meter guna memastikan potensi cadangan energi.

Berdasarkan kajian, potensi panas bumi di kawasan tersebut diperkirakan mencapai 80 MW, dengan kapasitas realistis sekitar 55 MW untuk mendukung kebutuhan listrik di Jawa Barat.Namun, kedekatan lokasi proyek dengan kawasan konservasi Taman Nasional Gunung Gede Pangrango serta kekhawatiran terhadap dampak lingkungan dan sosial menjadi faktor utama penolakan masyarakat.

Ke depan, polemik ini diperkirakan masih akan berlanjut, seiring tuntutan masyarakat akan transparansi, kajian lingkungan yang komprehensif, serta pelibatan publik dalam setiap tahapan proyek. ***

  • Penulis: Adi Bima

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gema Indonesia Raya di Tanah Brasil, Pembalap Indonesia Sukses Capai Podium di Ajang Moto3

    Gema Indonesia Raya di Tanah Brasil, Pembalap Indonesia Sukses Capai Podium di Ajang Moto3

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 21
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama berhasil merebut podium ke-3 pada kelas Moto3 Brasil 2026 di sirkuit Ayrton Senna Minggu (22/3) waktu setempat. Setelah balapan, Veda menjawab pertanyaan media pemegang hak siar dengan terbata-bata dikarenakan pencapaian yang luar biasa. “Ya, akhirnya saya bisa finis di tiga besar di grand prix kedua saya. Ini merupakan […]

  • Menteri Brian Tegaskan Tak Ada Toleransi bagi Pelaku Pelecehan Seksual, Menteri Arifah Sebut Perlunya Pemahaman Terkait Bentuk Kekerasan Seksual

    Menteri Brian Tegaskan Tak Ada Toleransi bagi Pelaku Pelecehan Seksual, Menteri Arifah Sebut Perlunya Pemahaman Terkait Bentuk Kekerasan Seksual

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 21
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Menanggapi kasus dugaan pelecehan seksual yang terjadi, Pemerintah melalui Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek) Brian Yuliarto, memastikan penanganan kasus dugaan kekerasan seksual yang mencuat di lingkungan Universitas Indonesia tidak akan mandek di tengah proses. Hal itu disampaikan Brian usai melakukan audiensi bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi, […]

  • 10 Mobil Dikerahkan, Pemadaman Toko Sanya Cianjur Sempat Mengalami Kendala

    10 Mobil Dikerahkan, Pemadaman Toko Sanya Cianjur Sempat Mengalami Kendala

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle Deva Sakti
    • visibility 47
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Kebakaran hebat melanda Toko Sania yang berlokasi di Jalan dr Muwardi, Kelurahan Muka, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Sabtu (24/1) sore. Api pertama kali terlihat sekitar pukul 15.31 WIB dan dengan cepat membesar, sehingga membuat warga sekitar panik. Sedikitnya 10 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api. Proses pemadaman juga dibantu […]

  • 5 Kiat Sukses Puasa Saat Memasuki Usia 40-an Tahun Tetap Bugar

    5 Kiat Sukses Puasa Saat Memasuki Usia 40-an Tahun Tetap Bugar

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 34
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Kiat puasa ramadhan di Usia 40-an Tahun Tetap Bugar Selama bulan suci Ramadhan, perubahan pola makan dan waktu istirahat kerap mempengaruhi kondisi fisik. Tubuh yang biasanya mendapat asupan secara teratur kini harus beradaptasi dengan waktu makan terbatas saat sahur dan berbuka. Memasuki usia kepala empat pada umumnya tubuh manusia muai mengalami penurunan yang […]

  • Kobaran Api Hanguskan Truk Elpiji 3kg di Sukabumi, Kerugian Capai Rp 350 Juta

    Kobaran Api Hanguskan Truk Elpiji 3kg di Sukabumi, Kerugian Capai Rp 350 Juta

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 22
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Kebakaran hebat sekitar pukul 16.50 WIB telah melahap truk bermuatan gas elpiji 3 Kg di Jalan Raya Citarik, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada Kamis (26/3). Danpos Damkar I Palabuhanratu, Aceng Ismail, mengungkapkan bahwa korbaran api diduga berasal dari gas 3 Kg yang bocor, hingga kemudian menyambar seisi truk. “Mobil Colt Diesel […]

  • Gugurnya Ali Khamenei, Iran Kecam Serangan AS-Israel

    Gugurnya Ali Khamenei, Iran Kecam Serangan AS-Israel

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 31
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Bulan suci ramadhan 2026 menjadi tahun berduka bagi masyarakat Teheran, Iran, tepat pada Sabtu, 28 Februari 2026 pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan gugur dalam serangan Amerika Serikat dan Israel dalam konflik kawasan yang meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Ribuan warga mengenakan pakaian serba hitam memadati jalan-jalan kota, terutama mereka yang ada […]

expand_less