5+5 Hal Penting Penting Tidak Pernah Dibeli Orang Kaya Demi Tetap Kaya
- account_circle Adi Bima
- calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
- visibility 10
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INFOKITA.NEWS – Beragam upaya orang kaya untuk membangun dan menjaga kekayaan tidak hanya lewat pendapatan dan investasi.
Mereka secara disiplin mengelola uang dan memilih tidak menghabiskan biaya untuk hal-hal yang dinilai tidak memberi nilai tambah. Setiap dolar yang terbuang berarti hilang kesempatan untuk berkembang.
Berbeda dengan kelas menengah yang mudah terjebak pengeluaran konsumtif, kebiasaan orang kaya lebih terarah. Mereka memiliki daftar pengeluaran yang secara konsisten dihindari.
Dikutip dan Diakses dari New Trader U, Minggu (14/12) berikut 10 pengeluaran yang tidak dilakukan orang kaya.
1. Pajak Berlebih yang Dapat Dihindari Secara Legal
Orang kaya tidak membayar pajak lebih dari yang seharusnya. Mereka memakai strategi pajak sepanjang tahun, mulai dari memaksimalkan kontribusi pensiun, memanfaatkan tax-loss harvesting, hingga menata struktur bisnis untuk menekan beban pajak. Lanjutkan membaca Kembali ke Beranda
Langkah ini bukan untuk menghindari kewajiban, tetapi memanfaatkan aturan yang sah. Banyak pekerja kelas menengah kehilangan ribuan dolar karena tidak mengetahui potongan dan kredit yang bisa diklaim.
2. Bunga Utang Berlebih = Konsumtif
Kebiasaan orang kaya adalah tidak menanggung bunga utang konsumtif. Mereka tidak memiliki saldo kartu kredit, pinjaman kendaraan, atau pembiayaan furnitur yang memunculkan bunga. Bagi mereka, bunga adalah uang yang hilang tanpa nilai balik.
Jika memakai kartu kredit, mereka melunasi penuh setiap bulan. Jika membeli mobil, mereka membayar tunai atau memilih pembiayaan dengan bunga sangat rendah.
3. Jasa dan Kontraktor Ekonomis
Orang kaya tidak memilih layanan berbiaya murah untuk akuntan, pengacara, penasihat, atau perbaikan rumah.
Mereka mencari kualitas, bukan harga terendah. Orang kaya tahu layanan murahan justru menimbulkan biaya lebih besar di kemudian hari.
Akuntan murah bisa melewatkan potongan pajak penting. Kontraktor murah bisa menghasilkan pekerjaan yang harus diperbaiki ulang. Bagi orang kaya, kualitas adalah investasi.
4. Tidak Menghabiskan Uang di Tiket Lotre
Kebiasaan orang kaya adalah tidak membeli tiket lotre. Mereka memahami peluang dan tahu bahwa lotre bukan cara membangun kekayaan. Uang yang biasanya dialokasikan untuk lotre lebih baik diinvestasikan pada instrumen yang jelas memberi imbal hasil.
5. Menghindari Judi
Orang kaya memahami bahwa judi memiliki nilai harapan negatif. Jika pun berjudi, itu hanya untuk hiburan dan dengan uang yang siap hilang.
Mereka tidak menjadikan judi sebagai strategi keuangan karena peluangnya selalu menguntungkan pihak penyelenggara (kasino), bukan pemain.
6. Tidak Beli Garansi Tambahan
Orang kaya tidak membeli garansi tambahan untuk peralatan rumah tangga atau elektronik. Dengan dana darurat yang kuat, mereka tidak melihat perlindungan tambahan sebagai kebutuhan. Mereka mengetahui garansi tambahan menguntungkan retailer, bukan konsumen.
7. Meminimalisir Timeshare Beralih Ke Landscape
Orang kaya tidak membeli timeshare. Mereka menilai sistem timeshare atau model kepemilikan properti liburan di mana beberapa pembeli berbagi properti yang sama, tidak menguntungkan.
Hal ini karena biaya awal yang mahal, ada biaya tahunan, sulit dipakai fleksibel, dan kalau dijual kembali nilainya biasanya sangat rendah. Orang kaya lebih memilih membeli properti liburan sendiri atau menginap di hotel.
9. Peralatan dan Perawatan Taman
Orang kaya tidak membeli peralatan taman atau mengurusnya sendiri. Mereka menggunakan jasa landscaper untuk menghemat waktu. Waktu dinilai sebagai aset berharga yang dapat dipakai untuk menghasilkan lebih banyak pendapatan atau membangun relasi.
10. Perbaikan Mahal pada Barang Lama yang masih layak guna dan fungsi
Untuk atap rumah, peralatan, atau kendaraan, orang kaya lebih memilih mengganti daripada memperbaiki ketika biayanya mendekati atau melebihi nilai penggantian. Barang baru dianggap lebih tahan lama dan memberi ketenangan.
Kebiasaan orang kaya dalam mengelola uang bukan soal pelit, tetapi soal menghitung nilai. Mereka menghindari pengeluaran yang menggerus kekayaan seperti lotre, bunga utang, dan timeshare.
Setiap uang yang dihemat akan dialihkan ke investasi yang dapat tumbuh dan memperkuat kekayaan jangka panjang. ***
- Penulis: Adi Bima

Saat ini belum ada komentar