Tablet Kafein Jadi Alternatif Bagi Orang Yang Tak Cocok Kopi
- account_circle Adi Bima
- calendar_month 27 menit yang lalu
- visibility 15
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INFOKITA.NEWS – Kopi menjadi salah satu minuman pilihan untuk menemani aktivitas sehari-hari, mulai dari memulai pagi hingga membantu menjaga konsentrasi saat bekerja. Namun, bagi sebagian orang, konsumsi kopi dapat menimbulkan rasa tidak nyaman pada perut sehingga mereka perlu membatasi asupannya.

Kondisi tersebut mendorong munculnya berbagai alternatif konsumsi kafein yang lebih praktis. Salah satunya ditawarkan Cafetab, produk kafein dalam bentuk tablet kunyah yang diperkenalkan sebagai pilihan bagi masyarakat yang membutuhkan asupan kafein tanpa harus menyeduh kopi.
Cafetab mengusung teknologi mikrokapsul dalam pengolahan bahan aktifnya. Teknologi ini diklaim menjadi salah satu pendekatan untuk mendukung karakteristik produk yang dikembangkan agar lebih nyaman dikonsumsi.
Apoteker Ridwan Maleakhi, S.Farm., Apt., menjelaskan bahwa Cafetab dirancang sebagai alternatif konsumsi kafein dengan cara yang lebih praktis.
“Cafetab hadir menawarkan alternatif konsumsi kafein dalam bentuk tablet kunyah. Produk ini menggunakan teknologi mikrokapsul yang menjadi salah satu pendekatan dalam pengolahan bahan aktif di industri pangan dan farmasi,” ujar Ridwan.
Kopi bukan hanya mengandung kafein. Minuman ini juga memiliki beragam senyawa lain, termasuk asam organik yang berkontribusi terhadap karakter rasa dan aroma.

Pada sebagian orang, konsumsi kopi dapat memicu keluhan pencernaan, seperti rasa tidak nyaman di perut atau memperburuk gejala refluks asam. Namun, respons setiap orang terhadap kopi tidak selalu sama. Faktor sensitivitas individu, jumlah konsumsi, serta kondisi kesehatan dapat memengaruhi munculnya keluhan.
Kafein sendiri juga perlu diperhatikan karena efeknya tidak terbatas pada peningkatan kewaspadaan. Pada individu tertentu, konsumsi kafein dapat berkaitan dengan keluhan pencernaan, termasuk peningkatan sekresi asam lambung.
Penelitian yang dipublikasikan Liszt dan tim dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) pada 2017 turut membahas hubungan antara kafein, reseptor rasa pahit, dan sekresi asam lambung.
Hal ini menunjukkan bahwa keluhan setelah mengonsumsi kopi tidak selalu hanya berkaitan dengan jenis minuman atau cara penyajiannya. Kandungan kafein juga menjadi salah satu faktor yang perlu diperhitungkan.
Dengan demikian, mengganti kopi seduh dengan produk berkafein lain belum tentu menghilangkan risiko keluhan pada orang yang sensitif terhadap kafein.
Salah satu teknologi yang diperkenalkan dalam pengembangan Cafetab adalah mikroenkapsulasi atau mikrokapsul.
Secara umum, mikroenkapsulasi merupakan proses melapisi bahan aktif menggunakan material tertentu sehingga terbentuk partikel berukuran kecil. Dalam industri pangan dan farmasi, teknologi ini dapat dimanfaatkan untuk membantu melindungi bahan aktif, meningkatkan stabilitas, serta memengaruhi karakteristik pelepasannya.
Penerapan teknologi tersebut pada bahan berkafein juga telah menjadi objek penelitian. Meski demikian, manfaat mikroenkapsulasi sangat bergantung pada bahan pelapis, formulasi, proses produksi, dan karakteristik produk akhir.

Karena itu, penggunaan teknologi mikrokapsul tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa suatu produk lebih aman bagi lambung atau tidak menimbulkan keluhan pencernaan. Klaim tersebut tetap perlu didukung hasil pengujian yang relevan terhadap produk yang bersangkutan.
Dari sisi penggunaan, tablet kunyah menawarkan cara konsumsi yang berbeda dibandingkan kopi seduh. Konsumen tidak perlu menyiapkan air panas, alat penyeduh, maupun waktu khusus untuk membuat minuman.
Bentuk ini berpotensi menjadi pilihan praktis bagi masyarakat dengan mobilitas tinggi, seperti pekerja yang memiliki jadwal padat, orang yang sering bepergian, atau mereka yang membutuhkan alternatif konsumsi kafein saat beraktivitas.
Namun, kepraktisan tidak berarti konsumen dapat mengabaikan aturan penggunaan. Kandungan kafein per tablet, jumlah konsumsi yang dianjurkan, serta total asupan kafein harian tetap perlu diperhatikan.
Konsumen juga perlu menghitung kafein dari sumber lain, seperti teh, kopi, minuman energi, maupun produk berkafein lainnya. Mengonsumsi beberapa sumber kafein secara bersamaan dapat meningkatkan total asupan tanpa disadari.***
- Penulis: Adi Bima

Saat ini belum ada komentar