Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Iran Dikepung! Ukraina Mulai ‘Turun Gunung’ di Perang Timur Tengah?

Iran Dikepung! Ukraina Mulai ‘Turun Gunung’ di Perang Timur Tengah?

  • account_circle Adi Bima
  • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
  • visibility 40
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INFOKITA.NEWS – Konflik geopolitik di timur tengah dipastikan semakin memanas hal ini disebabkan bergabungnya salah satu negara eropa, Ukraina untuk turun gunung membantu pasukan AS-Israel. Sebelumnya Washington dan Tel Aviv menyerang Teheran sejak 28 Februari, yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Khamenei.

Hal ini menimbulkan pembalasan Iran ke pangkalan militer Amerika ke Teluk, hingga penutupan Selat Hormuz. Per Senin (9/3/2026) pagi harga minyak menyentuh US$ 113 per barel baik Brent atau WTI.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan kepada The New York Times bahwa Kyiv telah menyetujui permintaan AS untuk mengirim drone pencegat dan tim ahli drone. Ini khususnya untuk melindungi pangkalan militer Amerika di Yordania

Ia mengaku antusias menawarkan keahlian dan teknologi canggihnya yang diperoleh dengan susah payah untuk melawan drone Iran, Shahed. Drone tersebut sebelumnya Rusia menyerang Kyiv dalam perang dengan Ukraina.

“Saat perang di Iran meluas melampaui perbatasannya, Ukraina telah mengirimkan drone pencegat dan tim pakar drone untuk melindungi pangkalan militer AS di Yordania,” ujar Zelensky.

Dijelaskannya, awalnya AS mengajukan permintaan bantuan pada hari Kamis, dan tim Ukraina berangkat keesokan harinya. Teknologi Ukraina diperkirakan akan segera tiba di Timur Tengah.

“Kami bereaksi segera,” jawab Zelensky lagi.

Saat Ukraina bekerja sama dengan Amerika di Timur Tengah, Kyiv berharap dapat menunjukkan perbedaan dengan Rusia. Sebelumnya, pejabat AS mengatakan bahwa Rusia telah memberikan intelijen kepada Iran selama perang, termasuk citra satelit yang menunjukkan lokasi kapal perang dan personel militer Amerika.

“Saya berkata, ya, tentu saja, kami akan mengirimkan para ahli kami.”

Dia mengatakan juga telah melihat intelijen yang menunjukkan bahwa drone yang sekarang berkerumun dari Iran memiliki “komponen Rusia”.

Pemimpin Ukraina itu mengatakan ia ingin membantu negara-negara Timur Tengah tetapi juga perlu menyeimbangkan permintaan tersebut dengan kebutuhan Ukraina di dalam negeri, karena perang di sana telah berlangsung selama lima tahun.

Sementara itu, perang di Iran dapat memutus aliran senjata pertahanan yang sangat dibutuhkan Ukraina. Kyiv telah menawarkan untuk menukar drone pencegatnya dengan negara-negara Timur Tengah untuk sistem yang lebih kuat yang dibutuhkan Ukraina untuk menghadapi rudal balistik Rusia.

Ukraina juga mengatakan akan membantu negara-negara Timur Tengah sebagai imbalan atas bantuan diplomatik dalam mendorong Rusia menuju gencatan senjata. Zelensky mencatat bahwa beberapa negara Timur Tengah memiliki “hubungan yang sangat kuat dengan Rusia”.

“Itulah mengapa saya berkata, Lihat, jadi mungkin mereka dapat berbicara dengan Rusia dan Rusia akan berhenti sejenak,” katanya.

“Dalam hal ini, tentu saja, kita dapat membantu Timur Tengah untuk membela mereka,” tambahnya.

Diketahui selain Ukraina, beberapa negara juga telah mempertimbangkan permintaan dari negara-negara Teluk untuk membantu menahan serangan Iran. Australia mengatakan sedang meninjau permintaan sambil menegaskan kembali bahwa mereka akan menahan diri dari berpartisipasi dalam aksi ofensif terhadap Iran.

China mengirim utusan khusus ke Timur Tengah pekan lalu untuk menengahi gencatan senjata. Diplomat utamanya, Wang Yi, mengulangi seruan Beijing untuk mengakhiri aksi militer selama konferensi pers pada hari Minggu, menyesalkan konflik tersebut sebagai perang yang seharusnya tidak pernah terjadi..

Konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel berpotensi semakin meluas setelah China disebut mulai memberikan dukungan kepada Teheran. Dukungan tersebut muncul setelah Rusia lebih dulu terlibat dengan memberikan bantuan intelijen kepada Iran.


Berdasarkan laporan intelijen Amerika Serikat, Rusia memberikan informasi kepada Iran mengenai lokasi dan pergerakan pasukan, kapal, serta pesawat militer AS. Informasi tersebut disampaikan oleh beberapa sumber yang mengetahui laporan intelijen AS terkait keterlibatan Moskow dalam konflik tersebut.

salah satu sumber mengatakan bahwa dalam situasi tersebut ia mengatakan, “China lebih berhati-hati dalam memberikan dukungan. Mereka ingin perang ini berakhir karena konflik tersebut membahayakan pasokan energi mereka,”.

Menanggapi laporan mengenai berbagi intelijen tersebut, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan pemerintah terus memantau perkembangan situasi.

“Kami memantau semuanya… Masyarakat Amerika dapat tenang karena panglima tertinggi mereka sangat mengetahui siapa yang berkomunikasi dengan siapa,” kata dia dalam sebuah wawancara talkshow.

Menurut Hegseth, pemerintah AS juga akan menindak tegas setiap bentuk dukungan yang dianggap tidak semestinya dalam konflik tersebut.

“Dan segala sesuatu yang seharusnya tidak terjadi, baik dilakukan secara terbuka maupun melalui jalur tidak resmi, akan kami hadapi dan kami tangani dengan tegas,” tegas dia.

Namun sebelumnya Hegseth sempat mengatakan kepada wartawan bahwa Rusia dan China sebenarnya bukan faktor utama dalam perang melawan Iran.

Hubungan militer Rusia dan Iran sendiri telah terjalin setidaknya selama tiga tahun terakhir, terutama dalam pengembangan teknologi rudal dan drone.

Iran diketahui memasok drone Shahed dan rudal balistik jarak pendek kepada Rusia untuk digunakan dalam perang di Ukraina, sekaligus membantu pembangunan pabrik drone besar di Rusia. Sebagai imbalannya, Iran juga disebut meminta bantuan Rusia untuk memperkuat program nuklirnya.

Dalam konflik yang sedang berlangsung saat ini, operasi militer Amerika Serikat terhadap Iran melibatkan lebih dari 50.000 tentara, lebih dari 200 pesawat tempur, serta dua kapal induk. Demikian yang disampaikan oleh komandan CENTCOM Laksamana Brad Cooper. ***

  • Penulis: Adi Bima

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • TIim Gerakan Anak Negeri Salurkan 200 Paket Seragam Sekolah di Sawang Aceh Utara

    TIim Gerakan Anak Negeri Salurkan 200 Paket Seragam Sekolah di Sawang Aceh Utara

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle Deva Sakti
    • visibility 24
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS- Gerakan Anak Negeri (GAN) menuntaskan distribusi 200 paket seragam dan perlengkapan sekolah bagi siswa terdampak banjir bandang dan longsor, di Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, Rabu (11/2). Bantuan tersebut disalurkan langsung ke sembilan sekolah tingkat SD dan SMP yang terdampak bencana. Program ini merupakan inisiatif Gerakan Anak Negeri yang berkolaborasi dengan PMI Kabupaten Bogor […]

  • SD Negeri Ibu Dewi 4 Cianjur Perkuat Karakter dan Toleransi Sejak Pagi

    SD Negeri Ibu Dewi 4 Cianjur Perkuat Karakter dan Toleransi Sejak Pagi

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Asmuh
    • visibility 66
    • 0Komentar

    Penguatan pendidikan karakter yang dicanangkan pemerintah pusat melalui kebijakan Profil Pelajar Pancasila menemukan wujud nyatanya di SD Negeri Ibu Dewi 4 Cianjur. Sekolah dasar negeri ini konsisten menanamkan nilai spiritual, toleransi, dan kebangsaan kepada siswa sejak pagi hari, bahkan sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai. “Setiap pagi, Anak-anak disini selama 30 menit dibiasakan saling berhadapan, tegur […]

  • Harga BBM Langsung Naik Pasca Gagalnya Kesepakatan AS-Iran

    Harga BBM Langsung Naik Pasca Gagalnya Kesepakatan AS-Iran

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 12
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Sempat mengalami penurunan beberapa waktu lalu, kini harga minyak resmi kembali naik pada pembukaan perdagangan dikarenakan AS mulai memblokade Selat Hormuz setelah negosiasi akhir pekan antara Washington dan Teheran gagal menghasilkan kesepakatan. Kegagalan perundingan pada hari Minggu, yang dikonfirmasi oleh kedua belah pihak, merupakan kemunduran signifikan setelah gencatan senjata yang rapuh disepakati pekan […]

  • Panduan Berhari Raya Idul Fitri Sesuai Tuntunan Rasulullah

    Panduan Berhari Raya Idul Fitri Sesuai Tuntunan Rasulullah

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 20
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Mendekati momentum hari raya idul fitri, sebagai musim hendaknya memperhatikan dirinya dalam melaksanakan ibadah bulan syawal tersebut. Secara bahasa, ‘Ied ialah sesuatu yang kembali dan berulang-ulang. Sesuatu yang biasa datang dan kembali dari satu tempat atau waktu. Kemudian dinamakan ‘Ied, karena Allah kembali memberikan kebaikan dengan berbuka, setelah kita berpuasa dan membayar zakat […]

  • Terjerat Pasal Langka, Kasus OTT KPK Bupati Fadia Arafiq Jadi Sorotan Hukum

    Terjerat Pasal Langka, Kasus OTT KPK Bupati Fadia Arafiq Jadi Sorotan Hukum

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 23
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Tidak semua kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) yang ditangkap operasi tangkap tangan (OTT) KPK dijerat dengan pasal 12 huruf i. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) umumnya menjerat tersangka korupsi hasil OTT menggunakan pasal 12 huruf a atau b dilengkapi dengan Pasal 128 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor). Pasal itu secara umum menjelaskan […]

  • Kemenkes Giat Percepatan Eliminasi Kusta dalam Program Cek Kesehatan Gratis 2026

    Kemenkes Giat Percepatan Eliminasi Kusta dalam Program Cek Kesehatan Gratis 2026

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 32
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Memasuki triwulan pertama di tahun 2026 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kembali melakukan pemeriksaan dini terhadap penyakit kusta, frambusia dan skabies dalam program cek kesehatan gratis 2026 mengingat ketiga penyakit tersebut masih menjadi permasalahan kesehatan tinggi yang beresiko adanya kecacatan. Melalui Direktur Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Primer, Kemenkes dr. Elvieda Sariwati, ia mengatakan CKG 2026 […]

expand_less