Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Iran Dikepung! Ukraina Mulai ‘Turun Gunung’ di Perang Timur Tengah?

Iran Dikepung! Ukraina Mulai ‘Turun Gunung’ di Perang Timur Tengah?

  • account_circle Adi Bima
  • calendar_month 22 jam yang lalu
  • visibility 4
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INFOKITA.NEWS – Konflik geopolitik di timur tengah dipastikan semakin memanas hal ini disebabkan bergabungnya salah satu negara eropa, Ukraina untuk turun gunung membantu pasukan AS-Israel. Sebelumnya Washington dan Tel Aviv menyerang Teheran sejak 28 Februari, yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Khamenei.

Hal ini menimbulkan pembalasan Iran ke pangkalan militer Amerika ke Teluk, hingga penutupan Selat Hormuz. Per Senin (9/3/2026) pagi harga minyak menyentuh US$ 113 per barel baik Brent atau WTI.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan kepada The New York Times bahwa Kyiv telah menyetujui permintaan AS untuk mengirim drone pencegat dan tim ahli drone. Ini khususnya untuk melindungi pangkalan militer Amerika di Yordania

Ia mengaku antusias menawarkan keahlian dan teknologi canggihnya yang diperoleh dengan susah payah untuk melawan drone Iran, Shahed. Drone tersebut sebelumnya Rusia menyerang Kyiv dalam perang dengan Ukraina.

“Saat perang di Iran meluas melampaui perbatasannya, Ukraina telah mengirimkan drone pencegat dan tim pakar drone untuk melindungi pangkalan militer AS di Yordania,” ujar Zelensky.

Dijelaskannya, awalnya AS mengajukan permintaan bantuan pada hari Kamis, dan tim Ukraina berangkat keesokan harinya. Teknologi Ukraina diperkirakan akan segera tiba di Timur Tengah.

“Kami bereaksi segera,” jawab Zelensky lagi.

Saat Ukraina bekerja sama dengan Amerika di Timur Tengah, Kyiv berharap dapat menunjukkan perbedaan dengan Rusia. Sebelumnya, pejabat AS mengatakan bahwa Rusia telah memberikan intelijen kepada Iran selama perang, termasuk citra satelit yang menunjukkan lokasi kapal perang dan personel militer Amerika.

“Saya berkata, ya, tentu saja, kami akan mengirimkan para ahli kami.”

Dia mengatakan juga telah melihat intelijen yang menunjukkan bahwa drone yang sekarang berkerumun dari Iran memiliki “komponen Rusia”.

Pemimpin Ukraina itu mengatakan ia ingin membantu negara-negara Timur Tengah tetapi juga perlu menyeimbangkan permintaan tersebut dengan kebutuhan Ukraina di dalam negeri, karena perang di sana telah berlangsung selama lima tahun.

Sementara itu, perang di Iran dapat memutus aliran senjata pertahanan yang sangat dibutuhkan Ukraina. Kyiv telah menawarkan untuk menukar drone pencegatnya dengan negara-negara Timur Tengah untuk sistem yang lebih kuat yang dibutuhkan Ukraina untuk menghadapi rudal balistik Rusia.

Ukraina juga mengatakan akan membantu negara-negara Timur Tengah sebagai imbalan atas bantuan diplomatik dalam mendorong Rusia menuju gencatan senjata. Zelensky mencatat bahwa beberapa negara Timur Tengah memiliki “hubungan yang sangat kuat dengan Rusia”.

“Itulah mengapa saya berkata, Lihat, jadi mungkin mereka dapat berbicara dengan Rusia dan Rusia akan berhenti sejenak,” katanya.

“Dalam hal ini, tentu saja, kita dapat membantu Timur Tengah untuk membela mereka,” tambahnya.

Diketahui selain Ukraina, beberapa negara juga telah mempertimbangkan permintaan dari negara-negara Teluk untuk membantu menahan serangan Iran. Australia mengatakan sedang meninjau permintaan sambil menegaskan kembali bahwa mereka akan menahan diri dari berpartisipasi dalam aksi ofensif terhadap Iran.

China mengirim utusan khusus ke Timur Tengah pekan lalu untuk menengahi gencatan senjata. Diplomat utamanya, Wang Yi, mengulangi seruan Beijing untuk mengakhiri aksi militer selama konferensi pers pada hari Minggu, menyesalkan konflik tersebut sebagai perang yang seharusnya tidak pernah terjadi..

Konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel berpotensi semakin meluas setelah China disebut mulai memberikan dukungan kepada Teheran. Dukungan tersebut muncul setelah Rusia lebih dulu terlibat dengan memberikan bantuan intelijen kepada Iran.


Berdasarkan laporan intelijen Amerika Serikat, Rusia memberikan informasi kepada Iran mengenai lokasi dan pergerakan pasukan, kapal, serta pesawat militer AS. Informasi tersebut disampaikan oleh beberapa sumber yang mengetahui laporan intelijen AS terkait keterlibatan Moskow dalam konflik tersebut.

salah satu sumber mengatakan bahwa dalam situasi tersebut ia mengatakan, “China lebih berhati-hati dalam memberikan dukungan. Mereka ingin perang ini berakhir karena konflik tersebut membahayakan pasokan energi mereka,”.

Menanggapi laporan mengenai berbagi intelijen tersebut, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan pemerintah terus memantau perkembangan situasi.

“Kami memantau semuanya… Masyarakat Amerika dapat tenang karena panglima tertinggi mereka sangat mengetahui siapa yang berkomunikasi dengan siapa,” kata dia dalam sebuah wawancara talkshow.

Menurut Hegseth, pemerintah AS juga akan menindak tegas setiap bentuk dukungan yang dianggap tidak semestinya dalam konflik tersebut.

“Dan segala sesuatu yang seharusnya tidak terjadi, baik dilakukan secara terbuka maupun melalui jalur tidak resmi, akan kami hadapi dan kami tangani dengan tegas,” tegas dia.

Namun sebelumnya Hegseth sempat mengatakan kepada wartawan bahwa Rusia dan China sebenarnya bukan faktor utama dalam perang melawan Iran.

Hubungan militer Rusia dan Iran sendiri telah terjalin setidaknya selama tiga tahun terakhir, terutama dalam pengembangan teknologi rudal dan drone.

Iran diketahui memasok drone Shahed dan rudal balistik jarak pendek kepada Rusia untuk digunakan dalam perang di Ukraina, sekaligus membantu pembangunan pabrik drone besar di Rusia. Sebagai imbalannya, Iran juga disebut meminta bantuan Rusia untuk memperkuat program nuklirnya.

Dalam konflik yang sedang berlangsung saat ini, operasi militer Amerika Serikat terhadap Iran melibatkan lebih dari 50.000 tentara, lebih dari 200 pesawat tempur, serta dua kapal induk. Demikian yang disampaikan oleh komandan CENTCOM Laksamana Brad Cooper. ***

  • Penulis: Adi Bima

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • menjemput malam 1000 bulan

    Menjemput Malam 1000 Bulan, Malam Lailatul Qadar

    • calendar_month 7 jam yang lalu
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 4
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Memasuki sepuluh malam terakhir Ramadhan ada satu malam yang istimewa, yaitu Malam Lailatul Qadar salah satu malam yang paling dinantikan umat Muslim di bulan Ramadhan. Hal ini dikarenakan malam tersebut memiliki kemuliaan luar biasa dan nilainya lebih baik dari seribu bulan. Malam Lailatul Qadar merupakan malam ketika Al Quran pertama kali diturunkan kepada […]

  • Honda Luncurkan Brio Khusus Wilayah Jabodetabek di IIMS 2026

    Honda Luncurkan Brio Khusus Wilayah Jabodetabek di IIMS 2026

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 40
    • 0Komentar

    City car khas anak muda Honda Brio 2026

  • Respon Trump Terpilihnya Pemimpin Tertinggi Iran Matjoba Khamenei, Dingin dan Tidak Terima

    Respon Trump Terpilihnya Pemimpin Tertinggi Iran Matjoba Khamenei, Dingin dan Tidak Terima

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 9
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menanggapi terpilihnya pimpinan Iran yang baru Mojtaba Khamenei dengan tidak banyak bicara, sebagian melihat sikap dingin dari presiden di negara paman sam tersebut. “Kita akan lihat nanti,” ujar Trump ketika ditanya soal terpilihnya Mojtaba Khamenei pada Senin (9/3). Sementara itu, Middle East Eye melaporkan bahwa Trump tampak ‘tidak senang’ dengan […]

  • 2.000 WNI Diduga Terlibat Jaringan Scam Kamboja

    2.000 WNI Diduga Terlibat Jaringan Scam Kamboja

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Deva Sakti
    • visibility 14
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS– Anggota Komisi XIII DPR Mafirion, meminta pemerintah menangani secara komprehensif dan berbasis Hak Asasi Manusia (HAM), pada ribuan WNI yang diduga terlibat jaringan scam Kamboja (penipuan online). Ia menegaskan, negara harus membedakan secara tegas antara WNI yang menjadi pelaku aktif kejahatan dengan mereka yang merupakan korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO), dalam kasus jaringan scam Kamboja. “Negara tidak boleh gegabah. […]

  • OSN 2026 Segera Dimulai! Simak 3 Hal Penting: Jadwal, Mekanisme, dan Syarat

    OSN 2026 Segera Dimulai! Simak 3 Hal Penting: Jadwal, Mekanisme, dan Syarat

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 22
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Olimpiade Sains Nasional (OSN) secara resmi kembali diselenggarakan di tahun 2026, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) dengan mengundang kepada seluruh sekolah yang ada di tanah air. Pendaftaran dimulai dari tanggal 1 hingga 28 Februari 2026, peserta dari jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga […]

  • Pesawat Muatan BBM Pelita Air Jatuh Di Kaltara, Pilot Dikabarkan Selamat

    Pesawat Muatan BBM Pelita Air Jatuh Di Kaltara, Pilot Dikabarkan Selamat

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 10
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Pesawat pengangkut Bahan Bakar Minyak dari Pelita Air dikabarkan jatuh di kawasan Krayan, Nunukan, Kalimantan Utara pada Kamis (19/2). Berdasarkan laporan warga mengabarkan keadaan pilot pesawat tersebut berhasil selamat Menurut Informasi yang diterima warga sempat melihat pilot tersebut selamat dengan menggunakan parasut. Warga di sekitar Bandara Yuvai Semaring, Long Bawan, Kecamatan Krayan sempat […]

expand_less