Herri Pras Didatangi Petarung Usai Hina UAH dan UAS
- account_circle Adi Bima
- calendar_month 31 menit yang lalu
- visibility 11
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INFOKITA.NEWS – Kreator konten sekaligus praktisi bela diri Herri Pras didatangi sejumlah praktisi bela diri di kediamannya di Jawa Timur, Senin (2/11/2026).
Kedatangan rombongan itu menjadi sorotan setelah Herri sebelumnya viral karena melontarkan pernyataan kontroversial terhadap Ustaz Abdul Somad (UAS) dan Ustaz Adi Hidayat (UAH), serta menantang pihak lain untuk berduel.
Salah satu sosok yang disebut ikut mendatangi kediaman Herri adalah petarung seni bela diri campuran atau mixed martial arts (MMA), Yudi Cahyadi, yang pernah tampil dalam ajang Road to UFC. Momen kedatangan rombongan tersebut beredar melalui video di media sosial dan menuai perhatian warganet.
Herri Pras dikenal sebagai kreator konten dan praktisi bela diri asal Jember, Jawa Timur. Ia juga dikenal sebagai pendiri perguruan Pencak Silat Garuda Indonesia (PSGI). Namanya kerap menjadi sorotan karena konten-kontennya yang membahas persoalan keagamaan dan tokoh publik.
Kedatangan para praktisi bela diri itu dikaitkan dengan konten Herri yang menyerang UAS dan UAH. Dalam unggahan yang beredar, Herri disebut melontarkan label seperti “ulama munafik” dan “setan bisu” kepada kedua pendakwah tersebut.
Ia juga disebut sempat melontarkan tantangan duel dengan pernyataan bernada ekstrem, termasuk tantangan bertarung sampai mati. Pernyataan itu memicu reaksi dari sejumlah pihak yang kemudian mendatangi kediamannya.
Namun, tuduhan dan pernyataan yang beredar tersebut perlu dilihat berdasarkan rekaman utuh agar konteksnya tidak terpotong.
Dalam video yang beredar di media sosial, kedatangan rombongan itu diwarnai adu argumen. Ketika diminta mempertanggungjawabkan tantangan duel yang sebelumnya dilontarkan, Herri disebut meminta agar tuduhannya terhadap UAS dan UAH terlebih dahulu dibuktikan melalui argumentasi.
Situasi kemudian memanas. Dalam rekaman yang beredar, seorang pria berkacamata terlihat melayangkan tendangan hingga Herri terjatuh.
Meski demikian, kronologi lengkap dan konteks terjadinya kontak fisik tersebut masih perlu dikonfirmasi secara independen.
Ketua RT dan petugas keamanan setempat disebut turun tangan untuk meredakan situasi agar keributan tidak berlanjut.
Peristiwa ini kembali memunculkan perdebatan tentang batas kritik terhadap tokoh agama di ruang digital.
Perbedaan pandangan dan kritik terhadap pendakwah semestinya disampaikan dengan argumentasi yang jelas, bukan melalui penghinaan personal atau ancaman kekerasan.
Di sisi lain, tantangan duel di media sosial tidak membenarkan tindakan main hakim sendiri. Persoalan yang muncul sebaiknya diselesaikan melalui dialog, tabayun, dan mekanisme hukum jika ditemukan dugaan pelanggaran.
Hingga berita ini disusun, keterangan langsung Herri Pras dan Yudi Cahyadi mengenai kronologi lengkap peristiwa tersebut belum tersedia dalam bahan yang dihimpun.
Karena itu, belum dapat dipastikan apakah kedatangan rombongan tersebut memang dimaksudkan untuk memenuhi tantangan duel atau meminta klarifikasi atas pernyataan Herri.***
- Penulis: Adi Bima

Saat ini belum ada komentar