Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Kilas Balik Sinema Indonesia dan Penampilan Film Perdana Sineas Muda Cianjur

Kilas Balik Sinema Indonesia dan Penampilan Film Perdana Sineas Muda Cianjur

  • account_circle Adi Bima
  • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
  • visibility 39
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INFOKITA.NEWS – Sinema Indonesia memiliki sejarah yang sangat dinamis, mencerminkan gejolak sosial dan politik bangsa ini. Sejarah mencatat bahwa pemutaran film pertama di Indonesia terjadi pada tahun 1900 di Batavia. Namun, produksi lokal baru dimulai pada era 1920-an melalui film bisu berjudul Loetoeng Kasaroeng (1926). Meski disutradarai oleh sineas asing, film ini menjadi fondasi awal masuknya teknologi audio-visual ke dalam narasi budaya lokal.

Identitas nasional dalam film baru benar-benar lahir setelah kemerdekaan. Sosok Usmar Ismail muncul sebagai pionir dengan mendirikan Perfini. Lewat film Darah dan Doa (1950), ia meletakkan standar bahwa film bukan sekadar komoditas dagang, melainkan alat ekspresi seni dan politik. Momentum syuting hari pertama film ini pun akhirnya ditetapkan sebagai Hari Film Nasional, menandai kedaulatan sineas pribumi atas karyanya sendiri.

Memasuki era 1970-an hingga 1980-an, sinema Indonesia mengalami masa keemasan secara komersial. Genre drama keluarga, komedi slapstick, dan film aksi merajai bioskop. Tokoh-tokoh ikonik seperti Benyamin Sueb dan grup lawak Warkop DKI menjadi magnet utama penonton. Di sisi lain, kualitas artistik juga tetap terjaga lewat tangan dingin sutradara seperti Teguh Karya yang melahirkan karya-karya puitis dan mendalam secara psikologis.

Namun, kejayaan tersebut runtuh pada dekade 1990-an yang dikenal sebagai era “mati suri”. Invasi film-film Hollywood dan Mandarin yang masif, ditambah menjamurnya sinetron televisi, membuat produksi film layar lebar lokal menyusut drastis. Film yang bertahan saat itu umumnya didominasi oleh tema dewasa yang eksploitatif, yang lambat laun membuat kepercayaan masyarakat terhadap kualitas film nasional memudar.

Titik balik terjadi tepat di pergantian milenium. Munculnya “Generasi Milenial” sineas seperti Mira Lesmana dan Riri Riza membawa angin segar lewat Petualangan Sherina (2000) dan Ada Apa Dengan Cinta? (2002). Film-film ini berhasil membuktikan bahwa penonton Indonesia masih setia jika disuguhi cerita yang jujur dan relevan dengan kehidupan mereka. Sejak saat itu, industri film kita perlahan bangkit dari tidurnya.

Dekade 2010-an menandai fase diversitas genre. Sinema Indonesia mulai berani bereksperimen di luar zona nyaman drama romantis. Film aksi The Raid (2011) karya Gareth Evans berhasil mengguncang dunia internasional dan memperkenalkan pencak silat ke kancah global. Keberhasilan ini membuka jalan bagi aktor-aktor lokal untuk berkarier di Hollywood, sekaligus meningkatkan standar produksi teknis film dalam negeri.

Hadirnya karya-karya spektakuler tersebut yang mendorong sineas muda karya Muhammad Raihan asal Cianjur, Jawa Barat untuk menggarap film perdananya dengan judul Taruh Lingkaran Penderitaan yang tayang perdana pada Jumat (6/3) lalu di bioskop SAMS Studio.

Tema yang diangkat sederhana namun memiliki konflik yang cukup kompleks yang ada di kehidupan masyarakat sehari-hari dari anak yang ditinggal orang tua, perceraian hingga kasus yang hingga kini masih menghantui masyarakat yaitu Judi Online (Judol).

Sebagai Sutradara Raihan, yang masih menjadi salah satu siswa sekolah di Cianjur melihat hal itu sebagai bentuk keresahan dan mengguuncang batinnya, hingga terlahirlah film perdananya tersebut. Termasuk kategori film pendek dengan durasi kurang lebih 35 menit,

Film tersebut telah mendapat apresiasi langsung dari Wakil Bupati Cianjur, Ramzi Geyes Tebe yang ikut serta menyaksikan penayangan film tesebut.

“Saya sedang tidak ingin berbicara bagus atau tidak film ini, buat saya itu belum terlalu penting karena mereka masih dalam proses belajar, dengan kalian buat flm pendek ini bisa ditayangkan di SAMS studio, itu sudah sebuah prestasi, kurang lebihnya itu adalah bagian dari berproses, makanya saya bilang kalau mau datang diskusi lagi saya bantu, saya apresiasi langkah besar dari anak-anak muda di Cianjur, mereka membuat lompatan luar biasa dengan film pendek ini, itu tidak ada masalah,” terangnya

Selain Wakil Bupati Cianjur turut pula hadir Ketua DPRD Cianjur, Metty Triantika mengungkapkan rasa bangganya terhadap semangat juang para pemuda di daerahnya dalam menghasilkan karya visual yang nyata. 

“Kami  bangga melihat anak muda Cianjur memiliki kemauan besar untuk memproduksi film,” ujarnya, setelah acara gala premier tersebut.

Meski memberikan catatan agar durasi karya selanjutnya bisa diperpanjang demi kedalaman cerita, Metty menegaskan bahwa apa yang dilakukan Daffs Entertainment adalah bukti nyata bahwa potensi sineas lokal tidak boleh dipandang sebelah mata.

Proses syuting film Taruh Lingkaran Penderitaan ini memerlukan waktu dua bulan dengan lokasi pengambilan gambar di daerah Kecamatan Cilaku dan Perkotaan Cianjur. 

Produksi ini melibatkan sejumlah kru, di antaranya Daffa Virzya Siva sebagai Executive Producer dan Produser, Muhammad Raihan sebagai Director sekaligus Director of Photography, serta Haidar Ali sebagai Project Manager.

Kru lainnya yang terlibat meliputi M Abdal Nurjaman sebagai Campers, Mia Agustina sebagai Clapper, M Hafiz AF sebagai Soundman, Ridho Al Fadilah sebagai Gaffer, Mildayani Sopiah sebagai Script Counter, Aulia Arya R dan Siti Rahayu di bagian Behind the Scene, Rifki Tesar sebagai Talent Coordinator, serta M Azkil Irfan Sutisna sebagai logistik. ***

  • Penulis: Adi Bima

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hasil Kunjungan Presiden Prabowo ke Perancis

    Hasil Kunjungan Presiden Prabowo ke Perancis

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 16
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Dilaporkan Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Paris, Kamis (28/5/2026). Prabowo menjelaskan hasil pertemuan itu untuk mempererat hubungan bilateral melalui penguatan kemitraan strategis komprehensif guna meningkatkan kerja sama di berbagai sektor utama. “Kami sangat gembira bahwa kita sekarang sudah punya comprehensive strategic partnership dan kita tentunya akan lihat dalam […]

  • 7 Kiat Efektif Mengusir Kucing Tetangga Yang Nongkrong dan Berak Sembarangan Dengan Santun di Halaman Rumah

    7 Kiat Efektif Mengusir Kucing Tetangga Yang Nongkrong dan Berak Sembarangan Dengan Santun di Halaman Rumah

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 17
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Kehadiran kucing tetangga di halaman rumah, terutama jika mereka sering buang kotoran sembarangan, dapat menjadi masalah yang mengganggu. Kondisi ini tidak hanya menciptakan bau tidak sedap, tetapi juga berpotensi merusak tanaman dan mengganggu kebersihan lingkungan sekitar. Banyak pemilik rumah mencari solusi efektif untuk mengatasi persoalan ini tanpa harus menyakiti hewan. Kucing memiliki insting […]

  • Pemkot Jogja Perketat Kriteria Daycare untuk Tampung Anak Korban Kekerasan

    Pemkot Jogja Perketat Kriteria Daycare untuk Tampung Anak Korban Kekerasan

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 20
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta melakukan langkah strategis dengan mengidentifikasi terhadap pelayanan daycare atau tempat penitipan anak yang amanah dan terpercaya guna menampung anak korban kekerasan dan penelantaran di Daycare Little Aresha Kelurahan Sorosutan, Umbulharjo. “Jadi, bagaimana mulai besok pagi hari Senin (27/4) anaknya mau dititip di mana ini saya kira suatu hal yang […]

  • Perkembangan Gempa Sulut, Safitri: Gempa Paling Kencang Selama Saya Tinggal Enam Tahun di Manado

    Perkembangan Gempa Sulut, Safitri: Gempa Paling Kencang Selama Saya Tinggal Enam Tahun di Manado

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 19
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Telah terjadi Gempa bumi magnitudo 7,6 yang berpusat di perairan Bitung, Sulawesi Utara dan Maluku Utara, pukul 06.48 WITA (atau 05.48 WIB), Kamis (02/04), guncangannya dirasakan warga di Bitung dan Manado (Sulut) hingga Ternate (Maluku Utara). Laporan terakhir gempa tersebut menyebabkan satu orang meninggal dunia dan seorang lainnya terluka di Manado akibat tertimpa […]

  • Polri: 10 Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur Belum Teridentifikasi

    Polri: 10 Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur Belum Teridentifikasi

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 24
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Dalam perkembangan terbaru mengenai Kecelakaan Kereta Api di Bekasi Timur ada sebanyak 10 jenazah korban kecelakaan kereta di Bekasi Timur belum teridentifikasi. Hal itu diutarakan pihak Polda Metro Jaya, Selasa siang (28/4/2026). Kabidhumas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, saat ini terdapat 10 orang jenazah korban yang berada di RS Polri […]

  • Pemkot Cilegon Gencarkan Sidak Pasar Antisipasi  Lonjakan Harga Jelang Idul Adha 1447 H

    Pemkot Cilegon Gencarkan Sidak Pasar Antisipasi Lonjakan Harga Jelang Idul Adha 1447 H

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 10
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Wali Kota Cilegon Robinsar menegaskan jika menjelang Idul Adha 1447 Hijriah Pemerintah Kota Cilegon bersama Satgas Pangan akan melakukan peningkatan pengawasan distribusi bahan pokok guna mencegah praktik penimbunan yang berpotensi memicu kenaikan harga di pasaran. “Kami bersama Satgas Pangan akan turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar untuk memastikan tidak ada praktik […]

expand_less