Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Wisata Curug Cibeureum Tutup Sementara Akibat Longsor

Wisata Curug Cibeureum Tutup Sementara Akibat Longsor

  • account_circle Adi Bima
  • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
  • visibility 68
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INFOKITA.NEWS – Salah satu destinasi wisata di Sukabumi telah ditutup sementara imbas tingginya curah hujan yang menyebabkan longsor. Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede (BB TNGGP) Pangrango menutup sementara aktivitas wisata alam Curug Cibeureum yang ada di Resor PTN Selabintana.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Sadtata Noor Adirahmanta telah menerbitkan surat edaran Nomor 02 Tahun 2026 tentang Penutupan Kegiatan Wisata Alam Curug Cibereum Resor PTN Selabintana Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

“Maksud surat edaran ini adalah sebagai pemberitahuan kepada pengunjung wisata, masyarakat, dan penggiat alam bebas untuk tidak melakukan aktivitas wisata di Curug Cibereum sealam masa penutupan,” imbau Sadtata.

“Tujuan penutupan area wisata Curug Cibereum adalah untuk mencegah terjadinya insiden yang mengancam keselamatan pengunjung pada tersebut,” lanjutnya.

Surat edaran tersebut menyebutkan bahwasanya penutupan dilakukan untuk pembenahan jalur jembatan pasca longsor juga demi menaga kenyamanan dan melindungi keselamatan pengunjung.

Pihak pengelola mengimbau pengunjung, masyarakat, serta penggiat alam bebas untuk tidak melakukan aktivitas wisata di kawasan Curug Cibeureum selama masa penutupan. Hal ini diambil sebagai langkah pencegahan agar tidak terjadi insiden yang dapat membahayakan keselamatan bagi pengunjung yang berada di jalur menuju air terjun.

Penutupan berlaku sudah dimulai sejak 11 Februari 2026 hingga batas waktu yang belum ditentukan, atau sampai adanya pemberitahuan resmi lebih lanjut dari pihak pengelola kawasan.

Diharapkan selama masa penutupan, untuk sementara waktu pengunjung diimbau untuk tidak memaksakan diri masuk ke area Curug Cibeureum dan tetap mematuhi rambu maupun petunjuk petugas di lapangan.

Balai Besar TNGGP juga membuka layanan informasi untuk masyarakat yang membutuhkan keterangan lebih lanjut perihal penutupan kawasan wisata tersebut melalui layanan Call Center juga kanal media sosial resmi pengelola.

Pihak pengelola berharap masyarakat dapat memahami kebijakan penutupan sementara ini sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan pengunjung sekaligus mendukung proses perbaikan infrastruktur akses menuju Curug Cibeureum. ***

  • Penulis: Adi Bima

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Indonesia tidak termasuk daftar Sahabat Iran yang diizinkan melewati Selat Hormuz

    Indonesia tidak termasuk daftar Sahabat Iran yang diizinkan melewati Selat Hormuz

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 26
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Sejak pecahnya perang teluk antara Amerika melawan Iran paqda akhir februari lalu, Iran berupaya bertahan ditengah gempuran serangan yang dilancarkan bertubi-tubi, hingga Iran melakukan blokade pada akses perdagangan vital bagi negara di belahan dunia dengan menutup selat Hormuz Akibatnya sangat fatal, sebagian besar negara mulai kesulitan memenuhi kebutuhan jual beli minyak mentah, Indonesia […]

  • Antisipasi Krisis Energi, Pemprov Jateng Buat Gerakkan Bersepeda Ke Kantor

    Antisipasi Krisis Energi, Pemprov Jateng Buat Gerakkan Bersepeda Ke Kantor

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle Adi Nurahman
    • visibility 19
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Pemerintah mewajibkan ASN dan Pegawai Swasta untuk melakukan efisiensi anggaran maupun energi, khususnya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meminta masyarakat mendukung kebijakan pemerintah terkait efisiensi penggunaan energi, baik bahan bakar minyak (BBM) maupun elpiji. Efisiensi dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan beralih ke moda transportasi yang lebih hemat energi. […]

  • Inilah Perbedaan LPG, CNG dan LNG

    Inilah Perbedaan LPG, CNG dan LNG

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 16
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Pemerintah tengah mempersiapkan alternatif energi ditengah kelangkaan gas Liquefied Petroleum Gas (LPG), melalui kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mulai mendorong pemanfaatan gas bumi sebagai alternatif energi untuk mengurangi ketergantungan impor LPG. Namun, di tengah upaya tersebut masih banyak masyarakat yang bingung membedakan LPG, Compressed Natural Gas (CNG) dan Liquefied Natural Gas […]

  • Ini Lho Teknik Memasak Jeroan Sapi Anti Amis

    Ini Lho Teknik Memasak Jeroan Sapi Anti Amis

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 24
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Masih dalam momen Idul Adha memasak hewan sembelihan kurban akan selalu dinantikan oleh masyarakat, namun tentunya tidak jarang mengolah hewan sembelihan perlu dicermati betul agar tidak mengalami gagal masak. Jeroan sapi menjadi salah satu bahan makanan yang banyak diolah saat Idul Adha. Mulai dari paru, babat, usus hingga limpa kerap dijadikan soto, gulai, […]

  • Resiko Penularan Campak Masyarakat Diimbau Memanfaatkan Imunisasi, Ketua IDAI: Itu Bukan Penyakit Sepele

    Resiko Penularan Campak Masyarakat Diimbau Memanfaatkan Imunisasi, Ketua IDAI: Itu Bukan Penyakit Sepele

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 30
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Penyakit Campak masih ditemukan di masyarakat dan berpotensi membahayakan. Infeksi ini disebabkan oleh virus yang sangat mudah menular melalui udara maupun kontak dekat antarindividu, sehingga penyebarannya sulit dikendalikan jika tidak diwaspadai sejak dini. Di kalangan masyarakat Makassar, campak atau morbili dikenal dengan sebutan “sarampa”. Pada tahap awal, gejala penyakit ini kerap disalahartikan sebagai […]

  • Bukan 8 Meter, Aturan Menteri PUPR Tegaskan Pelebaran Kali Krembangan 28 Meter

    Bukan 8 Meter, Aturan Menteri PUPR Tegaskan Pelebaran Kali Krembangan 28 Meter

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 35
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Pemerintah Kota Surabaya (Pemkot Surabaya) tengah melanjutkan proyek normalisasi ruang sungai di wilayah Kecamatan Asemrowo dan Krembangan. Setelah tahap pertama rampung, kini pengerjaan memasuki tahap kedua yang berlokasi di Tambak Asri, Krembangan. Program ini merupakan kerja sama antara Pemkot Surabaya dan pemerintah pusat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), atas permohonan Bantuan […]

expand_less