Napak Tilas Sejarah Tauco Di Cianjur
- account_circle Adi Bima
- calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
- visibility 14
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INFOKITA.NEWS – Menjelang Hari Jadi Cianjur ke-349 tersimpan dan selalu teringat bagi masyarakat Cianjur dengan satu ini.
Sudah terhitung hampir 1,5 abad lalu Tauco memanjakan lidah masyarakat Cianjur. Salah satu kebanggan masyarakat Cianjur adalah Tauco Cap Meong oleh Nyonya Tasma yang sukses menjadikan Tauco telah menjadi salah satu primadona makanan khas di Kabupaten Cianjur.
Ada rasa autentik yang terus dijaga, menjadi salah satu rahasia terbesar yang membuat Cianjur dijuluki Kota Tauco.
Demikian kesaksian dari salah satu pemilik generasi ke-4, Frans Tasma saat berbicara di Toko oleh-oleh Tauco Cap Meong pada Rabu (8/7/2026).
Dirinya secara terbuka menjelaskan alasan Tauco di Cianjur memiliki ciri khas yang membedakan di daerah lainnya.
“Tentunya yang membedakan pengolahan Tauco di Cianjur dengan daerah lain kami menggunakan gula aren, sehingga tidak terlalu manis dan tidak terlalu asin, ya contohnya kalau kita main ke Sumatera Tauconya cenderung asin, berbeda lagi kalau kita main ke Jawa akan cenderung manis,” paparnya.
Ia tak lupa mengungkapkan sebuah peristiwa sejarah masuknya Tauco di Cianjur ketika makanan fermentasi dari kedelai itu dibawa oleh keluarganya dari Tiongkok sekitar akhir abad ke-18 di Nusantara yang kemudian secara turun-temurun diwariskan hingga kini memasuki generasi ke-4.
Menurutnya Tauco merupakan salah satu bumbu masakan yang memiliki banyak variasi masakan dan tergolong cukup unik, hal ini terlihat ada makanan seperti Geco (Tauge Tauco), Tumis Kangkung, bahkan Tauco pun dapat dinikmati dengan Tahu Goreng dan segala jenis masakan umumnya.
Sebagai usaha yang sudah cukup lama di Indonesia tentu tidak terlepas dari masa sulit, ia pun menuturkan ada dua peristiwa penting yang dianggapnya masa yang cukup berat dalam pengembangan bisnis keluarganya ini.
“Menurut keterangan ayah saya, yah pas ada Tol Cipularang, dulu orang Jakarta mau ke Bandung mau ke Jawa jadi nggak lewat Cianjur lagi. Lumayan ada penurunan signifikan, kalau sekarang asa e-commerce lumayan lah kita optimis bisa bangkit lagi” kenangnya.
Tidak hanya pembukaan tol Cipularang, tentu masih membekas di Ingatan masyarakat Indonesia saat peristiwa Covid-19 beberapa waktu lalu, hal demikian pula dirasakan Frans, sehingga ia menutup produksi sementara usaha ini selama empat bulan.
“Ya lumayan berdampaklah pas kemarin covid, itu kami sampai harus tutup operasi selama empat bulan, tapi pasca covid penjualan kembali melonjak yah sekitar 30% sampai 50%” imbuhnya.
Perihal gizi yang diterima tubuh ketika mengonsumsi Tauco, ia menjelaskan fungsi protein Tauco baik untuk tubuh.
“Ya untuk gizi tauco sendiri itu tinggi ya, karena kira menggunakan kedelai, dan penggunaan bahan yang alami sehingga aman dikonsumsi untuk tubuh,” ujarnya.
Menurutnya kestabilan harga bahan pokok dan daya beli masyarakat berpengaruh besar dalam produksi ini.
Dalam hal kompetisi memasak cita rasa Tauco tidak kalah dengan Saus Tiram dan saus lainnya, sehingga diyakini tetap menambah cita rasa masakan itu sendiri.
“Sebenarnya dapat saya sederhanakan seperti orang pada umumnya tahu Saus Tiram, nah penggunaan Tauco untuk olahan masakan ini bisa menjadi bagian penting dalam masakan itu sendiri,” tutupnya. ***
- Penulis: Adi Bima

Saat ini belum ada komentar