Sayembara KDM Diakui Jadi Buah Mental Dalam Kasus Penganiayaan Taufik Hidayat
- account_circle Adi Bima
- calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
- visibility 16
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INFOKITA.NEWS – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, secara resmi mengumumkan bahwa sayembara berhadiah fantastis senilai Rp250 juta untuk memburu Taufik Hidayat telah dinyatakan resmi ditutup.
Keputusan ini diambil menyusul keberhasilan jajaran Polda Jawa Barat yang bergerak taktis meringkus buron kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan sadis terhadap seorang perempuan berinisial YTR (29) tersebut.
Menariknya, uang ratusan juta yang semula diplot sebagai imbalan bagi informan itu dipastikan tidak akan jatuh ke tangan perorangan.
Setelah menempuh jalur koordinasi intensif dengan Kapolda Jawa Barat, Dedi Mulyadi memutuskan untuk mengalihkan seluruh dana segar tersebut demi membantu proses pemulihan jangka panjang korban dan pihak keluarga yang kini tengah terguncang.
“Sayembara itu sudah berakhir dan pelaku kejahatan tersebut ditangkap oleh Polda Jabar. Saya sudah berkoordinasi dengan Kapolda Jabar dan beliau menyarankan dana Rp250 juta itu diserahkan kepada keluarga korban,” ujar Dedi Mulyadi dalam keterangan persnya, Kamis (25/6/2026),
Guna memastikan bantuan finansial tersebut bersifat aman dan produktif bagi masa depan korban, Dedi menjelaskan bahwa uang Rp250 juta tersebut akan dikonversi dalam bentuk instrumen investasi berupa sertifikat deposito Bank BJB.
Penyerahan hak kuasa atas deposito tersebut dijadwalkan berlangsung secara simbolis bertepatan dengan momentum sakral peringatan Hari Bhayangkara pada 1 Juli 2026.
Mantan Bupati Purwakarta yang akrab disapa KDM ini berharap langkah taktis tersebut bisa meringankan beban psikologis maupun materiil keluarga korban pasca-tragedi kemanusiaan yang sempat menyita perhatian besar publik nasional.
Tak lupa, Dedi melayangkan apresiasi tertinggi kepada Korps Bhayangkara atas respons kilat mereka di lapangan.
“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran Polda Jabar yang telah bekerja keras dan menangkap pelaku kejahatan kesadisan penyekapan itu dengan cepat. Semoga kasus serupa tidak kembali terjadi dan menjadi pelajaran bersama,” ucapnya.
Di sisi lain, Dedi Mulyadi menjabarkan bahwa keberhasilan membekuk Taufik lahir dari kerja keras jajaran kepolisian yang melacak rekam jejak digital perbankan pelaku
Melalui kamera ATM, wajah Taufik berhasil terdeteksi saat melakukan transaksi penarikan uang tunai.
Tak hanya itu, visualisasi sayembara Rp250 juta yang diumumkan KDM ke publik terbukti ampuh merusak mentalitas pelaku selama pelarian.
Berdasarkan laporan Kapolda Jabar, Taufik sempat melesat kabur ke wilayah Tangerang, namun ia didera paranoia ekstrem karena merasa setiap pasang mata di jalanan sedang mengawasinya demi hadiah sayembara tersebut.
Karena ketakutan yang luar biasa, pelaku akhirnya memutuskan kembali ke Bandung sebelum akhirnya diringkus petugas.
Mengingat jajaran Korps Bhayangkara dilarang menerima uang sayembara sipil, KDM memutuskan untuk mengalihkan seluruh uang Rp250 juta tersebut dalam bentuk sertifikat deposito Bank BJB atas nama korban, Yuvita Tri Rezeki.
“Nanti sertifikat depositonya akan saya serahkan pada tanggal 1 Juli pas Hari Bhayangkara, saya serahkan langsung di Mapolda Jabar,” pungkas KDM. ***
.
- Penulis: Adi Bima

Saat ini belum ada komentar