Parah! Seorang Mahasiswi di NTT Korban Pelecehan Seksual Dosennya, Polisi Ungkap Modus Tugas Kuliah
- account_circle Adi Bima
- calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
- visibility 15
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INFOKITA.NEWS – Kasus pelecehan seksual kembali mencuat ke publik, kali ini dilakukan seorang dosen kepada mahasiswinya dengan modus pemberian tugas kuliah.
Dosen Universitas Kristen Wira Wacana (Unkriswina) berinisial RAL dilaporkan ke polisi atas dugaaan pelecehan terhadap mahasiswi, JMS (20). Dugaan pelecehan seksual itu terjadi di rumah RAL di Kecamatan Kanatang, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kapolres Sumba Timur AKBP Gede Harimbawa mengatakan kasus dugaan pelecehan yang melibatkan dosen itu sudah dilaporkan dan sedang dalam proses penyelidikan.
Kasus itu bermula saat kakak JMS, yakni RS tidak melihat adiknya berada di rumah pada Senin (25/5/2026) sekitar pukul 19.00 Wita. Kondisi itu membuat RS curiga.
RS kemudian mengecek keberadaan JMS melalui aplikasi GPS Maps. Dari hasil pelacakan, JMS diketahui berada di Kelurahan Temu. RS lalu mendatangi lokasi sesuai titik koordinat tersebut.
Setibanya di lokasi, RS mendapati titik koordinat berada di rumah RAL. Ia kemudian mengetuk pintu rumah dosen ilmu hukum tersebut untuk memastikan keberadaan adiknya.
Setelah beberapa kali mengetuk pintu, RAL akhirnya keluar. Kepada RAL, RS mengaku sedang mencari dan memastikan keberadaan JMS. Namun, RAL menyebut JMS sedang berada di rumah temannya.
RS lalu mengajak RAL untuk bersama-sama mencari. Namun sebelum berangkat, RS meminta untuk masuk mengecek ke dalam rumah, tapi ditolak RAL.
Setelah didesak berulang kali, RAL akhirnya mempersilakan RS masuk ke dalam rumah. Saat itulah RS mendapati JMS berada di dalam rumah RAL.
RS membawa korban ke Polres Sumba Timur untuk melaporkan kasus tersebut. Berdasarkan keterangannya kepada polisi, JMS mengaku telah dilecehkan sebanyak tiga kali oleh RAL.
“Korban sudah kami periksa dan sudah divisum. Saksi-saksi yang mengetahui kasus tersebut untuk diperiksa,” terang Gede.
“Modusnya, pelaku meminta korban ke rumahnya untuk membantu mengerjakan tugas,” sambungnya.
Sementara itu, RAL belum merespons permintaan konfirmasi melalui telepon maupun chat WhatsApp. ***
- Penulis: Adi Bima

Saat ini belum ada komentar