Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » 5 Fakta Menarik Penangkapan Buronan Interpol yang Tertangkap di Bali

5 Fakta Menarik Penangkapan Buronan Interpol yang Tertangkap di Bali

  • account_circle Adi Bima
  • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
  • visibility 24
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INFOKITA.NEWS –Seorang pria warga negara asing (WNA) asal Inggris, Steven Lyons (45), ditangkap di Bali setelah menjadi buron Interpol. Pria yang dikenal sebagai bos mafia di Skotlandia ini diburu atas sejumlah kejahatan di negaranya.

Dalam catatan yang ada Steven Lyons merupakan daftar buron Interpol yang di-red notice.

Sebagai informasi, red notice Interpol adalah permintaan internasional kepada penegak hukum di seluruh dunia untuk menemukan dan menahan sementara seseorang yang buron, sembari menunggu proses ekstradisi atau tindakan hukum serupa.

Ini merupakan pemberitahuan (notice) untuk melacak tersangka kejahatan serius yang melarikan diri ke luar negeri.

Berikut lima fakta yang perlu diketahui tentang sosok Steven Lyons.

1. Steven Lyons menjadi buron paling dicari di negaranya saat ini.

    Steven Lyons dikenal sebagai pimpinan tertinggi ‘Lyons Crime Family’, sebuah organisasi kejahatan transnasional asal Skotlandia yang mendalangi jaringan pencucian uang dan perdagangan narkotika skala besar dari Spanyol ke Inggris Raya.

    Dikutip dari BBC Steven Lyons awalnya memimpin klan Lyons, yang tadinya berbasis di Cumbernauld, North Lanarkshire. Klan ini terlibat dalam perseteruan berdarah selama lebih dari 20 tahun dengan kelompok saingannya, Daniel, yang berbasis di Glasgow, Skotlandia. Klan Lyons kemudian dikenal sebagai kelompok mafia ternama di sana.

    Pada 2006, Steven Lyons selamat dari sebuah penembakan di sebuah garasi di Lambhill, wilayah utara Glasgow, yang merenggut nyawa sepupunya, Michael Lyons. Dia kemudian pindah ke Spanyol sebelum menetap di Dubai, Uni Emirat Arab (UAE).

    Awalnya, aliansi kriminal Lyons mencakup hubungan dengan kelompok kejahatan Kinahan yang berbasis di Dubai.

    Disebutkan bahwa dia membangun hubungan dengan putra sang pendiri, Daniel Kinahan—mantan promotor tinju—saat tinggal di Costa del Sol, Spanyol.

    Sementara itu, Stephen Dempster, produser dokumenter ‘Kinahan: The True Story of Ireland’s Mafia’, mengatakan, pada pertengahan 2010‑an, kelompok Lyons telah tumbuh lebih besar dan lebih kaya dengan memanfaatkan jaringan global kartel tersebut.

    2. Sejumlah Kejahatan Steven Lyons
    Pada Mei 2025, saudara Steven Lyons, Eddie Lyons Jr, dan Ross Monaghan tewas ditembak di sebuah bar tepi pantai di Fuengirola di Costa del Sol.

    Kedua pria itu menghabiskan malam dengan menonton final Liga Champions sebelum menjadi target seorang pria bersenjata yang bertindak sendirian.

    Pria asal Liverpool, Michael Riley (44), itu dituduh oleh polisi Spanyol sebagai pelaku pembunuhan tersebut.

    Ia sempat menantang upaya ekstradisi, tetapi pada Oktober, Crown Prosecution Service mengonfirmasi bahwa ia telah memberikan persetujuan untuk dibawa ke Spanyol guna menghadapi proses hukum.

    Dalam beberapa hari setelah penembakan ganda itu, seorang penyidik Kepolisian Nasional Spanyol mengatakan tersangka merupakan anggota kelompok kriminal Daniel yang menjadi pesaingnya.

    Namun Kepolisian Skotlandia menegaskan tidak ada indikasi bahwa pembunuhan di Spanyol tersebut terkait dengan perang antar kelompok kriminal yang masih berlangsung atau bahwa serangan itu direncanakan di Skotlandia.

    3. Jaringan Mafia Lyons Terbongkar Polisi Skotlandia
    Kepolisian Skotlandia mengatakan penyelidikan terhadap jaringan mafia ini dimulai sebelum perseteruan antarkelompok kriminal tahun lalu di Skotlandia.

    Sejumlah properti dibakar di Edinburgh dan sekitarnya pada Maret 2025, sebelum serangan meluas ke wilayah barat pada awal April.

    Kepolisian kemudian meluncurkan Operasi Portaledge sebagai respons, yang sejauh ini telah menghasilkan lebih dari 60 penangkapan.

    Polisi dari Skotlandia dan Spanyol mendapat dukungan dari Europol serta petugas di Belanda, Turki, dan Uni Emirat Arab.

    Petugas di Turki menyita dua bidang tanah dan sebuah vila yang diperkirakan bernilai sekitar 520 ribu pound sterling serta saham di sebuah perusahaan. Europol mengatakan bahwa mereka meminta keterangan juga dari empat warga Turki sebagai saksi.

    4. Terdeteksi di Bali
    Awal Maret 2026, Steven Lyons sempat diberitakan telah ditangkap di Bahrain. Ia ditangkap lagi lima bulan setelah dibebaskan dari tahanan di Dubai.

    Akan tetapi, dalam waktu beberapa minggu kemudian, keberadaan Steven Lyons menjadi misteri. Tak lama setelah itu, ia terdeteksi berpergian ke Bali.

    Lyons juga diduga menjadi otak di balik pengoperasian sejumlah perusahaan fiktif dan terlibat dalam kasus pencucian uang.

    5. Kronologi Penangkapan di Bali
    Pengejaran terhadap Steven Lyons ini didasarkan pada red notice Interpol Nomor A-4908/3-2026 yang diterbitkan pada 26 Maret 2026. Penangkapan terhadap Lyons di Indonesia ini merupakan bagian integral dari ‘Operasi ARMORUM’, sebuah investigasi gabungan multinasional yang diinisiasi oleh Unit Central Operativa Guardia Civil Spanyol dan Kepolisian Skotlandia.

    Sehari sebelum target mendarat di Bali, tepatnya pada 27 Maret 2026, otoritas Eropa telah melakukan operasi serentak yang berujung pada penangkapan 33 anggota sindikat Lyons di Skotlandia dan 12 orang di Spanyol. Steven ditangkap sesaat setelah mendarat di Bandara Internasional Ngurah Rai, Denpasar, Bali, pada Sabtu (28/3), pukul 11.58 WITA.

    Sinergi ketat pengamanan tertutup antara Polda Bali, Polres Bandara Ngurah Rai, dan Imigrasi membuahkan hasil. Proses identifikasi dan penahanan eksekusi di lapangan berlangsung sangat cepat dan tanpa adanya perlawanan dari tersangka.

    Sekretaris NCB-Interpol Indonesia, Brigjen Untung Widiyatmoko, menyampaikan penangkapan ini merupakan hasil langsung dari ketajaman deteksi dan kerja sama intelijen global.

    “Keberhasilan penangkapan ini berawal dari pertukaran informasi intelijen yang sangat cepat dan presisi. NCB Interpol Indonesia menerima notifikasi dari NCB Abu Dhabi bahwa subjek red notice sedang dalam penerbangan menuju wilayah Indonesia. Berdasarkan data tersebut, Divhubinter Polri langsung menginstruksikan langkah pencegatan dan berkoordinasi secara intensif dengan jajaran Polda Bali serta pihak Imigrasi,” tegas Brigjen Untung Widiyatmoko, Selasa (31/3). ***

    • Penulis: Adi Bima

    Komentar (0)

    Saat ini belum ada komentar

    Silahkan tulis komentar Anda

    Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

    Rekomendasi Untuk Anda

    • MUI Desak Pemerintah Keluar dari Board of Peace

      MUI Desak Pemerintah Keluar dari Board of Peace

      • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
      • account_circle Deva Sakti
      • visibility 55
      • 0Komentar

      INFOKITA.NEWS – Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta Pemerintah Republik Indonesia untuk mempertimbangkan kembali untuk keterlibatan dalam Board of Peace, termasuk opsi untuk menarik diri dari forum internasional tersebut. Keikutsertaan Indonesia justru dinilai tidak sejalan dengan sikap konstitusional yang konsisten mendukung kemerdekaan Palestina. Wakil Ketua Umum MUI, KH M Cholil Nafis, menyatakan keputusan Indonesia bergabung dengan Board of […]

    • Pemkot Cilegon Gencarkan Sidak Pasar Antisipasi  Lonjakan Harga Jelang Idul Adha 1447 H

      Pemkot Cilegon Gencarkan Sidak Pasar Antisipasi Lonjakan Harga Jelang Idul Adha 1447 H

      • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
      • account_circle Adi Bima
      • visibility 12
      • 0Komentar

      INFOKITA.NEWS – Wali Kota Cilegon Robinsar menegaskan jika menjelang Idul Adha 1447 Hijriah Pemerintah Kota Cilegon bersama Satgas Pangan akan melakukan peningkatan pengawasan distribusi bahan pokok guna mencegah praktik penimbunan yang berpotensi memicu kenaikan harga di pasaran. “Kami bersama Satgas Pangan akan turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar untuk memastikan tidak ada praktik […]

    • Fenomena Off Bid Massal: Driver Ojol Makin Selektif Terhadap Calon Penumpang

      Fenomena Off Bid Massal: Driver Ojol Makin Selektif Terhadap Calon Penumpang

      • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
      • account_circle Adi Bima
      • visibility 31
      • 0Komentar

      INFOKITA.NEWS – Pengamat transportasi Deddy Herlambang menilai keluhan sulit mendapatkan ojek online (ojol) pada waktu-waktu tertentu dapat terjadi karena dipengaruhi beberapa faktor. Menurut Deddy, fenomena itu salah satunya terkait pilihan tarif dari pengguna yang tidak selalu menarik bagi pengemudi. “Misalnya banyak konsumen memilih tarif hemat sehingga tidak diambil oleh driver ojol,” kata Deddy Jumat (13/3)). […]

    • Pemerintah Pusat Siapkan Rp 911,16 Miliar Untuk Gelar Mudik Gratis 2026

      Pemerintah Pusat Siapkan Rp 911,16 Miliar Untuk Gelar Mudik Gratis 2026

      • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
      • account_circle Adi Bima
      • visibility 48
      • 0Komentar

      INFOKITA.NEWS – Salah satu tradisi yang menjadi fenomena di Indonesia setelah menjalankan ibadah puasa ramadhan adalah pulang kampung atau mudik, sehingga pemerintah berkomitmen untuk memberikan pelayanan berupa program mudik gratis kepada masyarakat Indonesia yang dengan keberangkatan dari Ring Road Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta pada 17 Maret mendatang. Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub), kembali […]

    • Gus Yaqut Sholat Idul Fitri Di Rumah Usai KPK Ubah Status Jadi Penahanan Sementara

      Gus Yaqut Sholat Idul Fitri Di Rumah Usai KPK Ubah Status Jadi Penahanan Sementara

      • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
      • account_circle Adi Bima
      • visibility 27
      • 0Komentar

      INFOKITA.NEWS – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan kelonggaran yang menjadi tahanan rumah bersifat sementara pada tersangka kasus kuota haji Yaqut Cholil Qoumas, sejak dirinya ditetapkan menjadi tersangka yang merugikan negara sebesar Rp622 Miliar pada kasusnya tersebut. Hal ini menjadikan dirinya dapat melaksanakan ibadah sholat idul Fitri bersama keluarga dan tidak sholat di rutan KPK, permohonan […]

    • Jelang Laga Pamungkas Super League Musim 2025/2026, 3 Klub Besar Tanah Air Kompak Larang Flare

      Jelang Laga Pamungkas Super League Musim 2025/2026, 3 Klub Besar Tanah Air Kompak Larang Flare

      • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
      • account_circle Adi Bima
      • visibility 18
      • 0Komentar

      INFOKITA.NEWS – Musim Super League 2025/2026 akan segera berakhir dimana ada tiga klub besar tanah air akan bermain dilaga pamungkas pada Sabtu (23/5/2026). Tiga klub besar tanah air, yakni Persib Bandung, Persebaya Surabaya, dan Persija Jakarta telah kompak dengan mengampanyekan larangan flare pada laga terakhir Super League 2025/2026. Ketiga klub itu meminta suporternya menaati regulasi […]

    expand_less