Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » KDM Tekankan Pentingnya Mitigasi Dini Sesar Lembang

KDM Tekankan Pentingnya Mitigasi Dini Sesar Lembang

  • account_circle Adi Bima
  • calendar_month Senin, 12 Okt 2026
  • visibility 32
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INFOKITA.NEWS – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM meminta seluruh perangkat daerah menyiapkan langkah konkret untuk mengantisipasi potensi gempa bumi akibat aktivitas Sesar Lembang.

Persiapan tersebut mencakup jalur evakuasi, mobilisasi kendaraan, logistik, hingga pusat komando darurat di Cirebon.

Hal itu disampaikan KDM usai mengunjungi kantor Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di Majalengka untuk membahas kesiapsiagaan menghadapi potensi gempa bumi di Jawa Barat.

KDM mengingatkan agar mitigasi tidak berhenti pada koordinasi antarlembaga. Pemerintah harus memastikan kebutuhan teknis penanganan darurat telah disiapkan sebelum bencana terjadi.

“Jadi, dari sekarang skenarionya sudah kita hitung. Kalau terjadi Sesar Lembang, mobilisasi ke mana, jalurnya lewat mana, berapa truk yang dibutuhkan, logistiknya apa, dan teknologi informasi apa yang disiapkan,” ujar KDM dikutip Senin (12/10/2026).

Dia menegaskan, kesiapan menghadapi bencana harus diterjemahkan menjadi kebutuhan operasional yang jelas. Pemerintah perlu mengetahui jenis peralatan yang dibutuhkan, jumlah kendaraan yang harus disediakan, hingga lokasi penyimpanan logistik.

KDM juga menyoroti kebutuhan kendaraan untuk mendukung mobilisasi petugas dan distribusi bantuan apabila gempa menyebabkan akses transportasi terganggu.

“Kalau membutuhkan banyak truk, maka dinas teknis sekarang harus menyiapkan,” katanya dalam pembahasan mengenai kebutuhan mobilisasi penanganan bencana.

Menurut KDM, persiapan juga harus mencakup kebutuhan dasar warga terdampak, mulai dari bahan pangan hingga air bersih.

Ketersediaan mobil tangki air, misalnya, perlu diperhitungkan untuk mengantisipasi gangguan pasokan air bersih setelah gempa.

Dia meminta perangkat daerah tidak menunggu bencana terjadi untuk mulai menyusun kebutuhan tersebut.

KDM turut membahas skenario pemindahan pusat pemerintahan ke Cirebon apabila gempa menyebabkan pusat pemerintahan di Bandung tidak dapat beroperasi.

Dalam skenario tersebut, Cirebon diproyeksikan menjadi lokasi alternatif untuk mendukung operasional pemerintahan dan penanganan darurat. Namun, KDM meminta rencana itu disertai kesiapan sarana dan prasarana yang memadai.

“Jangan sampai ketika terjadi bencana, kita baru menyiapkan semuanya. Skenarionya harus disiapkan dari sekarang,” ujar KDM.

Dia mempertanyakan kesiapan peralatan operasional, sistem komunikasi, kendaraan, dan logistik yang akan dibutuhkan di lokasi alternatif tersebut. KDM juga meminta agar jalur penghubung Bandung dengan wilayah lain, termasuk akses menuju Cirebon, dipetakan berdasarkan potensi dampak gempa.

Menurut dia, pemerintah harus mengetahui jalur mana yang masih dapat dilalui dan bagaimana mobilisasi bantuan dilakukan jika sejumlah ruas jalan mengalami kerusakan.

“Kalau terjadi gempa Sesar Lembang, kita sudah punya skenario. Jalur mana yang bisa dilalui, ke mana evakuasi dilakukan, dan bagaimana pusat pemerintahan tetap berjalan,” katanya.

KDM meminta pembahasan tersebut diteruskan kepada perangkat daerah yang menangani infrastruktur.
Dengan begitu, kebutuhan jalur evakuasi dan akses distribusi bantuan dapat menjadi pertimbangan dalam perencanaan pembangunan jalan.

Selain kesiapan operasional, KDM menyoroti penguatan sistem pemantauan gempa dan penyampaian informasi kepada masyarakat.

Dalam pemaparan BMKG, disebutkan terdapat enam sensor khusus yang ditempatkan di sisi utara dan selatan Sesar Lembang.

Jumlah tersebut dinilai masih perlu ditambah untuk memperkuat pemantauan aktivitas kegempaan.

KDM meminta kebutuhan perangkat mitigasi dihitung secara terperinci, termasuk jumlah alat yang diperlukan, lokasi pemasangan, serta anggaran yang harus disiapkan.

Pembahasan tersebut juga menyinggung pentingnya sistem peringatan dini yang mampu menyampaikan informasi dengan cepat kepada masyarakat.

“Jadi, semua perangkat mitigasi yang diperlukan harus disiapkan dalam kondisi siap,” ujar KDM saat menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi ancaman gempa.

BMKG dalam pertemuan itu menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ada teknologi yang mampu memprediksi secara akurat tanggal dan waktu terjadinya gempa bumi.

Oleh karena itu, sistem pemantauan dan peringatan dini berfungsi mendukung kesiapsiagaan serta mempercepat respons ketika gempa terdeteksi, bukan memastikan kapan gempa akan terjadi.

KDM juga membahas pemetaan mikrozonasi untuk mengidentifikasi kawasan dengan tingkat risiko gempa berbeda-beda.

Pemetaan tersebut diharapkan menjadi pertimbangan dalam penyusunan tata ruang dan perencanaan pembangunan.

Dalam pertemuan itu, turut dibahas penerapan teknologi bangunan tahan gempa, termasuk base isolation, yakni sistem pada fondasi yang dirancang untuk mengurangi transfer guncangan ke struktur bangunan.

KDM mendorong agar kajian teknis kebencanaan tidak berhenti sebagai dokumen, tetapi diterjemahkan menjadi pedoman pembangunan yang dapat digunakan pemerintah daerah. Sesar Lembang merupakan sesar aktif sepanjang sekitar 29 kilometer yang membentang di utara Bandung dan terbagi menjadi enam segmen.

Kawasan di sekitarnya mencakup permukiman serta berbagai aktivitas ekonomi, sehingga kesiapan infrastruktur dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mitigasi.

Badan Geologi pada Februari 2026 menyebut potensi gempa dapat mencapai magnitudo 6,8–7 apabila seluruh segmen bergerak.

Sementara itu, kajian BMKG pada Oktober 2025 menyebut dua segmen aktif, Cimeta dan Cipogor, berpotensi menghasilkan gempa maksimum magnitudo 5,5 berdasarkan skenario yang digunakan.

Perbedaan angka tersebut mencerminkan skenario sumber gempa yang berbeda, bukan prediksi waktu kejadian.

Dengan potensi dampak yang perlu diantisipasi, KDM meminta penyiapan jalur evakuasi, logistik, perangkat peringatan dini, dan pusat komando dilakukan sejak dini agar penanganan darurat tidak bergantung pada persiapan setelah bencana terjadi.***

  • Penulis: Adi Bima

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terdakwa Kasus Korupsi Kuota Haji Gus Yaqut Minta Dibebaskan Usai Merugikan Negara Rp622 Miliar

    Terdakwa Kasus Korupsi Kuota Haji Gus Yaqut Minta Dibebaskan Usai Merugikan Negara Rp622 Miliar

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 22
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Penasihat Hukum Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Mellisa Anggraini meminta majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat untuk membebaskan kliennya. Yaqut diketahui menjadi terdakwa dalam kasus dugaan korupsi pada pembagian kuota dan penyelenggaraan haji di Kementerian Agama tahun 2023-2024. Dalam eksepsi atau nota perlawanan terhadap surat dakwaan jaksa penuntut […]

  • Menlu Sugiono Tegaskan Posisi Indonesia Tentang Ketahanan Energi dan Pangan di PBB

    Menlu Sugiono Tegaskan Posisi Indonesia Tentang Ketahanan Energi dan Pangan di PBB

    • calendar_month Senin, 28 Sep 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 11
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono menegaskan bahwa ketahanan nasional suatu negara berawal dari kemandirian di sektor-sektor krusial. Dalam pidatonya di Sidang Majelis Umum ke-81 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), ia secara khusus menyoroti pentingnya mencapai swasembada pangan dan memperkuat keamanan energi sebagai fondasi utama bagi bangsa Indonesia untuk bertahan dari krisis. Dalam pidato di […]

  • Karena lembur jadi tidak tarawih, apakah berdosa?

    Anjuran Doa Setelah Sholat Tarawih Sesuai Sunnah Dan Dzikir Witir

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 98
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Ibadah puasa ramadhan datang sekali dalam setahun dan dirayakan sukacita oleh umat muslim seluruh dunia. selain melaksanakan puasa di siang hari, umat muslim dianjurkan untuk melengkapi ibadah ramdhan mereka dengan melaksanakan shalat tarawih dan witir berjamaah di masjid. Untuk melengkapi ibadah tersebut terdapat doa setelah sholat tarawih sesuai sunah dan dzikir sesudah witir […]

  • 300 SPPG Jabar yang Ditutup Dalam Pantauan Serius Komisi IX DPR RI

    300 SPPG Jabar yang Ditutup Dalam Pantauan Serius Komisi IX DPR RI

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 40
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Anggota Komisi IX DPR RI Obon Tabroni menyebutkan, hingga saat ini masih ada pemerintah daerah (pemda) dan Badan Gizi Nasional (BGN) tak sinkron terkait pengelolaan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). “Karena ternyata tadi, ada informasi belum klop antara pemerintahan daerah dengan BGN. Ya, selesai pertemuan ini, mereka sudah dapat SK, silakan tindak […]

  • BMKG Mengonfirmasi Terjadi 93 Gempa Susulan, Pemerintah Segera Bentuk Tim Khusus

    BMKG Mengonfirmasi Terjadi 93 Gempa Susulan, Pemerintah Segera Bentuk Tim Khusus

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 44
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani melaporkan telah terjadi 93 gempa susulan usai gempa berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah laut di tenggara Kota Bitung, Sulawesi Utara, pada Kamis, (2/4) pukul 05.48 WIB. “Hasil monitoring kami hingga pukul 12.00 WIB itu, telah terjadi 93 aktivitas gempa bumi susulan Bapak/Ibu sekalian. […]

  • Sejarah Tentara Indonesia ke-81 Tahun, Dari BKR Sampai TNI

    Sejarah Tentara Indonesia ke-81 Tahun, Dari BKR Sampai TNI

    • calendar_month Senin, 5 Okt 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 22
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Tanggal 5 Oktober diperingati sebagai Hari Ulang Tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia (TNI). Peringatan HUT TNI berkaitan dengan sejarah pembentukan tentara kebangsaan Indonesia setelah Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Setelah Indonesia merdeka, pemerintah menghadapi situasi yang belum sepenuhnya aman. Kekuasaan Jepang masih berlangsung secara de facto hingga penyerahan resmi kepada Sekutu. Di […]

expand_less