Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Menelusuri Jejak Kaum Pelangi di Bumi Santri, Polisi Cianjur Telusuri Temuan Melalui Grup Medsos

Menelusuri Jejak Kaum Pelangi di Bumi Santri, Polisi Cianjur Telusuri Temuan Melalui Grup Medsos

  • account_circle Adi Bima
  • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
  • visibility 40
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INFOKITA.NEWS – Keberadaan sejumlah grup di media sosial (medsos) yang diduga menjadi wadah komunitas LGBT, dan memuat unggahan berindikasi transaksi seksual menyimpang di Kota Santri tuai sorotan sejumlah pihak, Kamis (27/8).

Berdasarkan penelusuran, beberapa grup tersebut masih aktif dan rutin mengunggah status setiap hari.

Dalam sejumlah unggahan, anggota grup menggunakan kode-kode tertentu yang diduga dipahami oleh sesama anggota untuk menawarkan atau mencari pasangan.

Salah satu grup bahkan disebut telah aktif selama lebih dari enam tahun.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena dari penelusuran dan informasi yang diterima, terdapat dugaan anggota grup yang masih berusia remaja, termasuk anak di bawah umur.

Pemeriksaan dan penanganan terhadap konten atau grup di media sosial juga perlu dilakukan berdasarkan bukti dan ketentuan hukum yang berlaku, sehingga tidak menimbulkan tindakan sepihak terhadap pengguna media sosial.

Wakil Bupati Cianjur, Ramzi Geys Thebe atau sering disapa Abi Ramzi, mengaku mengetahui adanya informasi mengenai grup media sosial yang diduga berkaitan dengan LGBT di Cianjur.

Namun, ia mengaku tidak mengetahui secara detail karena tidak menggunakan Facebook secara langsung.

“Kalau di Cianjur yang detailnya mungkin lebih banyak di Facebook. Saya kan enggak main Facebook. Ada fanpage saya, admin yang pegang. Jadi saya yakin ada kok,” ujarnya, Kamis (27/8).

Ketika ditanya mengenai keberadaan grup yang disebut aktif dan diduga melibatkan remaja, Abi mengaku prihatin. Terlebih jika benar terdapat anak di bawah umur yang menjadi bagian dari aktivitas tersebut.

“Tentunya sangat prihatin. Jika terkait penyebaran LGBT itu, mungkin dikarenakan beberapa faktor,” ujarnya.

Abi menjelaskan, persoalan perilaku dan penyebaran konten di media sosial merupakan masalah yang kompleks.

Menurutnya, pemerintah perlu melihat persoalan tersebut berdasarkan kewenangan masing-masing.Ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak dapat serta-merta mengambil tindakan langsung terhadap keberadaan grup tersebut, tanpa melalui kewenangan dan mekanisme yang sesuai.

“Ketika saya di Cianjur tidak serta-merta wewenang untuk langsung mengambil tindakan, enggak bisa seperti itu,” ujarnya.

Terkait desakan agar grup yang diduga menjadi wadah aktivitas LGBT tersebut ditutup atau dihapus, Abi menilai hal tersebut perlu didorong melalui instansi yang memiliki kewenangan di bidang komunikasi dan informatika.

“Ya harus. Coba nanti konfirmasi sama Diskominfo untuk melihat hal itu,” katanya.

Sementara itu, Kapolres Cianjur AKBP Ahmad Alexander Yurikho Hadi mengaku belum mengetahui secara detail keberadaan grup LGBT di media sosial.

Namun, setelah mendapat informasi tersebut, pihaknya akan melakukan penyelidikan untuk mengetahui aktivitas di dalam grup, termasuk pihak yang mengelolanya.

“Saya belum tahu terkait grup tersebut. Terima kasih informasinya. Bisa diajukan pemblokiran kepada Kemenkominfo. Insyaallah, langsung proses penyelidikan berjalan,” ujarnya.

Menurutnya, penyelidikan diperlukan untuk memastikan aktivitas yang berlangsung di dalam grup tersebut, termasuk apabila ditemukan adanya dugaan transaksi prostitusi.

Kapolres menegaskan, ruang digital memungkinkan seseorang menggunakan identitas maupun melakukan aktivitas tertentu secara bebas, sehingga tetap diperlukan pengawasan dan penegakan hukum apabila terdapat unsur pidana.

“Di dunia maya, siapapun bisa jadi apapun dan kapanpun. Grup tersebut harus diblokir, apalagi kalau sudah ada unsur prostitusi,” tegasnya. ***

  • Penulis: Adi Bima

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten Cianjur menyelenggarakan kegiatan sosialisasi pengendalian gratifikasi, Kamis (18/06/2026). photo_camera 1

    Diskominfo Kabupaten Cianjur Gelar Sosialisasi Pengendalian Gratifikasi, Perkuat Integritas Aparatur dan Mitra Kerja

    • calendar_month Sabtu, 27 Jun 2026
    • account_circle nag
    • visibility 90
    • 0Komentar

    INFOKITA.News-Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten Cianjur menyelenggarakan kegiatan sosialisasi pengendalian gratifikasi, Kamis (18/06/2026). Sosialisasi pengendalian gratifikasi ini sebagai upaya memperkuat budaya integritas, transparansi, dan pencegahan korupsi di lingkungan perangkat daerah Kabupaten Cianjur. Kegiatan sosialisasi pengendalian gratifikasi ini diikuti oleh seluruh pegawai Diskominfo serta melibatkan berbagai mitra kerja, seperti penyedia jasa internet, perusahaan media, […]

  • Kejaksaan Agung Memanggil 16 Saksi dalam Kasus Dugaan Korupsi Tata kelola Program Makan Bergizi Gratis Periode 2025-2026

    Kejaksaan Agung Memanggil 16 Saksi dalam Kasus Dugaan Korupsi Tata kelola Program Makan Bergizi Gratis Periode 2025-2026

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 20
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Tim penyidik Jampidsus Kejaksaan Agung (Kejagung) memanggil 16 saksi dalam penyidikan kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Badan Gizi Nasional (BGN) Tahun 2025-2026 pada Senin ini. Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung Anang Supriatna dalam keterangan di Jakarta merinci 16 saksi itu adalah IDMAKN selaku tenaga ahli […]

  • Tarik Tunai Di ATM BNI Pecahan Rp 50.000 Ini Tak Tercetak Sempurna, BNI Angkat Suara

    Tarik Tunai Di ATM BNI Pecahan Rp 50.000 Ini Tak Tercetak Sempurna, BNI Angkat Suara

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 59
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Seorang netizen dengan akun Threads @nra**** mengunggah sebuah postingan dimana dirinya mengaku tarik tunai uang pecahan Rp 50.000 dari salah satu mesin ATM BNI (Bank Negara Indonesia) pada Kamis, 2 April 2026. Ia mengaku ada selembar uang Rp 50.000 tak tercetak sempurna pada bagian depan sehingga nampak polos di sana, meski tak menyebut […]

  • Tim SAR Gabungan Temukan Black Box Pesawat ATR 42-500

    Tim SAR Gabungan Temukan Black Box Pesawat ATR 42-500

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Deva Sakti
    • visibility 60
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS– Operasi SAR hari kelima pasca kecelakaan Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel) hari ini (21/1) berbuah hasil. Tim SAR Gabungan berhasil menemukan black box pesawat yang mengalami kecelakaan dalam penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar pada Sabtu (17/1). Kepala Kantor SAR Kelas A Makassar Muhammad Arif Anwar menyampaikan bahwa black box yang ditemukan […]

  • menjemput malam 1000 bulan

    Menjemput Malam 1000 Bulan, Malam Lailatul Qadar

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 54
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Memasuki sepuluh malam terakhir Ramadhan ada satu malam yang istimewa, yaitu Malam Lailatul Qadar salah satu malam yang paling dinantikan umat Muslim di bulan Ramadhan. Hal ini dikarenakan malam tersebut memiliki kemuliaan luar biasa dan nilainya lebih baik dari seribu bulan. Malam Lailatul Qadar merupakan malam ketika Al Quran pertama kali diturunkan kepada […]

  • Belum Genap Sebulan, Ketua Ombudsman RI Resmi Ditangkap Kejagung

    Belum Genap Sebulan, Ketua Ombudsman RI Resmi Ditangkap Kejagung

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 46
    • 0Komentar

    INFOKITA,NEWS – Belum menginjak sebulan menduduki jabatan, Ketua Ombudsman  RI Hary Susanto ditangkap Kejaksaan Agung. Hary baru menjabat enam hari. Dia dilantik sebagai Ketua Ombudsman pada 10 April 2026. Hal itu diketahui pada Kamis (16/4/2026) siang. Hary digelandang keluar dari Gedung Bundar Jampidsus Kejaksaan Agung dengan tangan terborgol, mengenakan rompi tahanan. Hary muncul sekitar pukul 11.19 WIB. […]

expand_less