Gereja Cianjur Kebakaran, 12 Unit Alusista Dikerahkan Padamkan Si Jago Merah
- account_circle Adi Bima
- calendar_month Minggu, 23 Agt 2026
- visibility 10
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INFOKITA.NEWS – Telah terjadi peristiwa kebakaran di Gerjeja Bethel Indonesia (GBI) Nehemia, Cianjur pada Minggu (23/8/2026), belum diketahui pasti penyebab kebakaran tersebut, api menyebar cepat sejak pukul 16.15 WIB namun dugaan sementara menyebutkan peristiwa tersebut akibat pendingin ruangan meledak menyebabkan api menyambar gabus membakar peredam suara ruangan.
Kapolres Cianjur AKBP Akhmad Alexander Yurikho Hadi menyatakan peristiwa kebakaran tersebut sesaat gereja hendak melakukan persiapan untuk ibadah yang dijadwalkan berlangsung pukul 17.00 WIB.
“Pada waktu menghidupkan air conditioner (pendingin ruangan), terjadi percikan api yang diawali dengan asap dan bau. Hal tersebut kemudian berlanjut pada terbakarnya lantai 2 dan lantai 3 yang dijadikan tempat peribadatan,” kata Alexander saat memberikan keterangan pers di lokasi kejadian.
Sebanyak 12 unit alusista gabungan dikerahkan dengan bahu membahu dalam memadamkan api.
“Armada dari Yonif Raider ada tiga unit, Kodim satu unit, Damkar dikerahkan 12 unit dari seluruh wilayah Kabupaten Cianjur, Polres menyiagakan dua unit Armoured Water Cannon, ditambah dukungan armada pasokan air dari Dinas Perkim dan Perumdam,” paparnya.
Perihal pastinya kebakaran tersebut, pihak kepolisian segera melakukan penyelidikan untuk mengetahui sebab kebakaran tersebut.
Pihaknya secara khusus akan melibatkan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) untuk memastikan apakah kebakaran disebabkan faktor teknis, kelalaian, atau ada unsur kesengajaan.
“Apakah kebakaran atau terbakar, sengaja dibakar atau tidak sengaja terbakar karena alasan teknis perlengkapan peralatan seperti AC atau hal lain, nanti akan diteliti lebih lanjut oleh Puslabfor,” ujarnya.
Hingga memasuki pukul 21.00 api berhasil dipadamkan Alexander memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
“Alhamdulillah pukul 21.00 WIB api berhasil dipadamkan total dan tidak ada korban jiwa,” ujarnya.
Dalam pemadaman kebakaran tersebut petugas dilapangan mengalami sedikit kendala dikarenakan di waktu itu merupakan jam yang ramai akan aktivitas warga sekitar.
“Kendalanya adalah area ini merupakan area sibuk pada pukul 16.15 WIB. Namun berkat kolaborasi semua pihak tanpa memandang seragam, semuanya saling membantu meski sempat macet,” katanya.
Alexander mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan kebakaran, mulai dari TNI, Polri, Damkar, BPBD, PMI, relawan, masyarakat hingga jemaat GBI Nehemia.
Sementara itu, untuk kepentingan penyelidikan di area sekitar gereja petugas telah men wilayah dan dipasangi garis polisi.
Masyarakat diminta tidak memasuki maupun melintasi area tersebut hingga proses pemeriksaan dan pemulihan selesai.
“Kami imbau kepada masyarakat, area ini telah kami sterilisasi dengan membentangkan police line. Demi keamanan dan keselamatan, mohon untuk tidak diterobos dan diperhatikan betul bahwa area tersebut tidak untuk dilalui sampai garis polisi digulung dan proses pemulihan dijalankan,” pungkasnya.
Terkait kerugian materil pihak kepolisian masih dalam proses pendataan dan segera menyampaikan perhitungannya jika sudah selesai.
- Penulis: Adi Bima

Saat ini belum ada komentar