Cahaya Perdamaian As Iran Kian Menyala, Kedua Negara Sepakat Akhiri Konflik Geopolitik
- account_circle Adi Bima
- calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
- visibility 15
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INFOKITA.NEWS – Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dengan Iran mulai menunjukkan cahaya perdamaian hal ini usai Amerika Serikat resmi memberikan keringanan sanksi terhadap Iran selama 60 hari mulai Senin (22/6/2026) waktu setempat, menyusul putaran pertama perundingan pasca-kesepakatan damai sementara yang digelar di Swiss.
Di saat yang sama, para pejabat melaporkan meredanya pertempuran di Lebanon di bawah kerangka perjanjian yang bertujuan mengakhiri konflik di berbagai front kawasan Timur Tengah.
Langkah tersebut menjadi perkembangan penting setelah akhir pekan yang sempat memunculkan kekhawatiran bahwa kesepakatan yang baru berusia sepekan itu berada di ambang kegagalan.
Ketegangan meningkat setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan melanjutkan perang jika Iran mengganggu pelayaran di Selat Hormuz menyusul deklarasi Teheran yang menyatakan jalur perairan strategis tersebut ditutup.
Meski demikian, lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz mulai meningkat kembali pada Senin, sementara harga minyak dunia melanjutkan tren penurunan.
Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan pembicaraan dengan pejabat Iran di Swiss telah menciptakan fondasi yang kuat menuju perjanjian damai permanen.
Namun, Iran membantah bahwa pihaknya telah memulai pembahasan mengenai program nuklirnya.
Konflik yang melibatkan serangan AS-Israel terhadap Iran serta serangan Israel di Lebanon telah menewaskan ribuan orang dan memaksa jutaan warga mengungsi.
Perang tersebut juga mengguncang pasar global serta mendorong kenaikan harga minyak dunia. Namun setelah Vance melaporkan adanya kemajuan dalam negosiasi, harga minyak ditutup turun sekitar 3% pada Senin.
Dalam perundingan yang berlangsung di resor pegunungan Buergenstock, Swiss, yang dimiliki Qatar, kedua pihak berupaya membangun kesepakatan lebih lanjut berdasarkan perjanjian sementara yang ditandatangani pekan lalu.
Mediator Pakistan dan Qatar menyatakan kedua pihak telah menyepakati peta jalan menuju perjanjian permanen dalam waktu 60 hari.
Selain itu, mereka juga menyetujui mekanisme untuk mengakhiri pertempuran di Lebanon antara Israel yang merupakan sekutu AS dan kelompok Hizbullah yang didukung Iran.
Kesepakatan juga mencakup pembukaan jalur komunikasi guna memastikan kapal-kapal komersial dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman dan menghindari potensi konflik di jalur pelayaran yang menjadi salah satu urat nadi perdagangan energi dunia tersebut.
Sebagai bagian awal dari paket bantuan ekonomi kepada Iran, Departemen Keuangan AS mengumumkan pembebasan sementara sanksi hingga 21 Agustus.
Kebijakan itu memungkinkan Iran menjual minyak dan produk terkait serta menerima pembayaran atas ekspor tersebut.
- Penulis: Adi Bima

Saat ini belum ada komentar