Serangan Terbaru Ke Israel, Iran Luncurkan Rudal Sejjil dengan Bobot 23,6 Ton
- account_circle Adi Nurahman
- calendar_month Senin, 16 Mar 2026
- visibility 14
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INFOKITA.NEWS – Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) melancarkan serangan menggunakan Rudal Sejjil pada Minggu (15/3) terhadap target Israel. Kantor Hubungan Masyarakat IRGC melaporkan rudal garang itu dikerahkan dalam serangan balasan Iran ke wilayah Israel pada Minggu waktu setempat.
Sebagai informasi penggunaan rudal strategis berbahan bakar padat ini menjadi yang pertama sejak pecahnya perang setelah Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari.
“Untuk pertama kali dalam responsnya terhadap serangan AS-Israel, Iran meluncurkan rudal Sejjil,” sebut Al Jazeera dalam laporannya.
Menurut media itu Iran kemungkinan diuntungkan dengan bahan bakar padat itu membuat Rudal Sejjil lebih sulit dideteksi dan dicegat di udara.
Operasi pembalasan itu dilaksanakan dengan kode operasi “Ya Zahra” berdasarkan laporan yang dikutip dari Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), seperti dilansir Press TV, Senin (16/3).
IRGC mengatakan bahwa sejumlah besar rudal, termasuk Khorramshahr yang merupakan rudal super berat dengan hulu ledak ganda, kemudian Kheybar, Qadr, dan Emad, telah dikerahkan.
Laporan tersebut mencatat, rudal Sejjil ditembakkan ke pusat-pusat manajemen dan pengambilan keputusan yang memengaruhi operasi udara Israel.
IRGC juga menyatakan, serangan terbaru itu juga menargetkan infrastruktur utama Israel yang berpengaruh dalam industri militer dan pertahanannya.
Rudal yang disimpan bertahun-tahun itu pertama kali dipakai tempur dalam perang Israel vs Iran pada Juni 2025.
Menurut Pusat Studi Strategis dan Internasional (CSIS), rudal Sejjil memiliki panjang sekitar 18 meter, diameter sekitar 1,25 meter, dan berat sekitar 23.600 kilogram. Desain berbahan bakar padatnya, sebut CSIS, menawarkan keunggulan strategis, yang memungkinkan rudal ini dipersiapkan dan diluncurkan lebih cepat daripada sistem berbahan bakar cair lainnya.
Sejjil merupakan salah satu rudal balistik berbahan bakar padat, yang dikembangkan untuk menggantikan rudal berbahan bakar cair seperti Shahab. Rudal Sejjil memiliki sejumlah keunggulan yakni waktu persiapan peluncuran yang lebih cepat dan mobilitasnya tinggi sehingga sulit dideteksi dan dihancurkan sebelum diluncurkan.
Sejjil dianggap sebagai salah satu rudal paling canggih dalam arsenal Iran. Sejjil mampu membawa hulu ledak konvensional atau nuklir seberat 700kg, menjadikannya ancaman strategis di kawasan Timur Tengah dan Eropa Tenggara.
Rudal tersebut dipercaya memiliki daya jelajah sekitar 2.000-2.500 kilometer, angka yang cukup untuk menyerang Israel, Arab Saudi, dan pangkalan Amerika Serikat di Timur Tengah.
Kecepatan Sejjil mencapai Mach 12-14 saat memasuki atmosfer dan Mach 5 saat mengenai target.
Gelombang serangan ini juga menyasar tempat berkumpulnya pasukan militer Israel di jantung wilayah pendudukan.
Karena kemampuannya bermanuver di ketinggian, rudal Sejjil dijuluki “dancing missile”, merujuk pada kemampuannya untuk menghindari sistem pertahan rudal seperti Iron Dome milik Israel. ***
- Penulis: Adi Nurahman

Saat ini belum ada komentar