Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » Mengenal 3 Jenis Cacar, Cacar Air, Cacar Monyet dan Cacar Api, Penyebaran dan Perbedaannya

Mengenal 3 Jenis Cacar, Cacar Air, Cacar Monyet dan Cacar Api, Penyebaran dan Perbedaannya

  • account_circle Adi Bima
  • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
  • visibility 73
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INFOKITA.NEWS – Sebagai negara tropis, Indonesia memiliki kerentanan tinggi terhadap penyakit cacar, dalam dunia medis selama ini sudah terdaftar tiga cacar yang ada di dunia, adapun yang termasuk ke dalam jenis cacar yang umumnya ada di Indonesia, cacar air, dan cacar monyet.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia menyatakan bahwa sejak pertama muncul pada tahun 2022 hingga 17 Agustus 2024, terdapat 88 kasus cacar monyet di Indonesia dengan 87 kasus telah dinyatakan sembuh. Kasus ini tersebar sebagian besar di pulau Jawa dan ditemui paling banyak di Jakarta dengan jumlah  59 kasus.

Kemenkes mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker medis jika merasa tidak enak badan. Selain itu, disarankan untuk tidak menggaruk atau memencet bintil dan luka yang ada di kulit, serta segera menghubungi dokter jika muncul gejala tersebut. Kemenkes telah menyediakan 12 laboratorium rujukan secara nasional untuk pemeriksaan cacar monyet.

Cacar monyet (monkeypox), dikategorikan sebagai penyakit tropis yang terabaikan karena sering ditemukan di wilayah Afrika Barat dan Tengah. Sedangkan cacar air (varicella) terjadi di seluruh dunia, namun memiliki pola epidemiologi unik di negara tropis di mana infeksi sering terjadi pada orang, secara khusus, cacar monyet adalah penyakit tropis, sedangkan cacar air adalah penyakit infeksi umum yang memiliki pola epidemiologi berbeda di negara tropis.

Berbeda dengan kedua cacar sebelumnya ada cacar api yang jarang diketahui banyak orang tidaklah termasuk kedalam penyakit tropis, secara medis ia dikenal sebagai herpes zoster atau cacar ular, bukanlah penyakit tropis dalam artian penyakit yang hanya ditemukan di daerah tropis atau ditularkan melalui vektor (seperti nyamuk).

Cacar api adalah penyakit infeksi kulit yang disebabkan oleh reaktivasi virus Varicella-zoster (virus yang sama penyebab cacar air) dan dapat terjadi di mana saja di seluruh dunia.

Penyebab Cacar Air dan Cacar Api

Cacar air dan cacar api memiliki penyebab yang sama, yaitu akibat dari infeksi virus varicella-zoster atau virus herpes zoster. Biasanya dialami oleh anak-anak dengan usia kurang dari 10 tahun. Namun, bisa juga terjadi pada orang dewasa. Biasanya cacar air yang terjadi saat sudah dewasa akan memiliki gejala yang lebih parah.

Penyakit ini memiliki tingkat penularan yang sangat tinggi, terutama pada orang yang belum pernah terkena cacar air sebelumnya. Penularan virus ini terjadi melalui 2 cara, yaitu akibat terpapar air liur penderita saat batuk, bicara, maupun bersin, dan dari cairan lepuhan yang ada pada kulit penderita.

Cacar api juga disebabkan infeksi virus varicella-zoster dan merupakan lanjutan dari cacar air. Ketika seseorang terkena cacar air, maka virus tersebut bisa bertahan dan berdiam diri  di saraf tanpa memunculkan gejala apa pun. Namun, ketika ada pemicunya maka virus ini akan kembali aktif dan menimbulkan gejala lainnya yaitu cacar api.

Beberapa faktor pemicunya adalah:

  • Turunnya imunitas tubuh.
  • Stres yang tidak terkelola.
  • Tidak mendapatkan vaksin.

Cacar api hanya bisa dialami seseorang yang sudah pernah terkena cacar air sebelumnya. Namun, infeksi virus dari penderita cacar api tetap bisa menyebar pada orang lain yang belum pernah terkena cacar air, hanya saja orang tersebut nantinya akan terkena cacar air, bukan cacar api. Selain itu, tidak semua orang yang pernah terkena cacar air pasti akan terkena cacar api juga.

Gejala Cacar Air dan Cacar Api

Gejala yang muncul pada penderita cacar air dan cacar api pada dasarnya tidak berbeda jauh, seperti demam, sakit kepala, dan kehilangan nafsu makan. Namun, gejala yang muncul pada kulit berbeda antara keduanya. 

Cacar Air

Pada cacar air akan muncul lepuhan yang terasa gatal dan berisi air pada berbagai area tubuh, seperti tangan, kaki, paha, punggung, dan area lainnya yang akan menyebar. Lepuhan ini nantinya akan mengering dengan sendirinya dalam waktu sekitar 1 minggu dan terkelupas dengan sendirinya.

Pada cacar api, bintil kemerahan dan berisi air juga muncul pada kulit. Bintil ini tidak hanya terasa gatal, tetapi juga terasa perih dan membutuhkan waktu lebih lama untuk hilang. Bahkan, bisa mencapai 3 sampai 5 minggu. Selain itu, bintil kemerahan ini akan muncul pada area tertentu saja dan tidak menyebar ke seluruh area tubuh.

Pengobatan Cacar Air dan Cacar Api

Cacar air biasanya tidak diobati secara khusus karena akan sembuh dengan sendirinya. Biasanya dokter hanya memberikan resep obat untuk membantu mengurangi rasa tidak nyaman akibat penyakit ini, seperti mengatasi gatal atau demam akibat cacar air. Kecuali, untuk pasien dengan kondisi khusus, seperti ibu hamil atau penderita autoimun, mungkin akan mendapatkan penanganan intensif untuk mengatasi penyakit ini.

Pada cacar api, pengobatan juga dilakukan untuk mengurangi gejala dan risiko terjadinya komplikasi. Untuk menangani penyakit ini, dokter akan memberikan obat antivirus dan obat-obatan lain sesuai dengan kondisi pasien.

Vaksin Cacar Air dan Cacar Api

Cacar air dan cacar api memiliki jenis virus yang sama sebagai penyebabnya, sehingga vaksin yang digunakan juga sama, yaitu vaksin varicella. Namun, saat ini juga sudah tersedia vaksin cacar api secara khusus yang isinya berbeda dari cacar air dan umumnya digunakan untuk orang dewasa. Bagi penderita yang pernah terkena cacar air dan khawatir akan terkena cacar api, ada baiknya jika mendapatkan vaksin ini. Vaksin varicella juga sebaiknya diberikan pada orang yang pernah terkena cacar api, karena kemungkinan penyakit ini akan kembali lagi cukup tinggi.

Berbeda dengan kedua cacar sebelumnya cacar monyet adalah infeksi virus yang ditandai dengan bintil bernanah di kulit. Cacar monyet dapat menular dari orang ke orang, tetapi sumber utama penyakit ini adalah hewan pengerat dan primata, seperti tikus, monyet, atau tupai yang terinfeksi.

Penyakit cacar monyet memiliki gejala yang serupa dengan cacar air, yaitu ruam atau bintil berair yang bisa muncul di wajah, dada, hingga bagian dalam hidung dan mulut. Bedanya, cacar monyet disertai dengan pembengkakan kelenjar getah bening yang biasanya terjadi di rahang bawah, leher, dan selangkangan

Penyebab Cacar Monyet

Penyakit cacar monyet disebabkan oleh virus monkeypox. Virus ini menyebar melalui percikan liur yang masuk lewat mata, mulut, hidung, atau luka di kulit.

Berikut ini adalah beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko terjadinya cacar monyet:

  • Gigitan atau cakaran dari hewan pengerat dan primata, seperti tikus, monyet, atau tupai yang terinfeksi.
  • Kontak langsung dengan luka, darah, atau cairan tubuh orang dan hewan yang terinfeksi.
  • Kontak dengan barang-barang yang digunakan oleh orang atau hewan yang terinfeksi, terutama dalam waktu lama.
  • Paparan dari percikan liur yang terkontaminasi virus, misalnya saat berada di dekat orang yang terinfeksi ketika mereka batuk maupun bersin, atau saat berbicara tatap muka dengan penderita.

Faktor risiko cacar monyet
Berikut adalah kelompok orang yang lebih berisiko terkena cacar monyet:

  • Orang yang kontak erat dengan penderita cacar monyet
  • Orang yang tinggal serumah dengan penderita cacar monyet
  • Petugas kesehatan yang merawat penderita cacar monyet
  • Dokter hewan yang merawat primata atau hewan pengerat yang sakit
  • Gejala Cacar Monyet
  • Gejala cacar monyet muncul 5–21 hari sejak penderitanya terinfeksi virus monkeypox.

Sedangkan untuk gejala yang dialami penderita cacar monyet, sebagai berikut;

  • Sakit kepala berat
  • Demam (38.5–40.5°C)
  • Nyeri otot
  • Sakit punggung
  • Tubuh terasa sangat letih atau lemas
  • Menggigil
  • Keringat dingin
  • Pembengkakan kelenjar getah bening, yang ditandai dengan benjolan di leher, rahang bawah, bawah dagu, atau selangkangan
  • Ruam kulit bisa muncul dalam 1–5 hari setelah demam muncul. Berikut ini adalah tahap perkembangan ruam pada pasien cacar monyet:

Ruam dapat muncul di area wajah, badan, lengan, kaki, alat kelamin, kulit kepala, telapak tangan, telapak kaki, mulut, hingga mata, Ruam awalnya berbentuk bintik merah dengan ukuran sekitar 2–5 mm, lalu berkembang menjadi bintil yang keras, menonjol, dan berwarna gelap (papula).

Secara bertahap, bintil akan berisi cairan bening (vesikel) hingga nantinya berubah menjadi cairan kekuningan (pustula), Bintil berisi cairan ini umumnya berbentuk bulat dengan diameter 0,5–2 cm serta terasa keras, gatal, dan nyeri.

Setelah 2–4 minggu, ruam akan mengering menjadi keropeng. Keropeng yang sudah mengelupas dapat meninggalkan bekas kemerahan, serta bercak yang berwarna putih atau hitam pada kulit.

Cacar monyet juga bisa terjadi pada hewan peliharaan. Beberapa gejala cacar monyet yang harus diwaspadai pada hewan adalah:

  • Lesu
  • Mata belekan
  • Hilang nafsu makan
  • Demam
  • Ruam atau bintik merah di kulit

Penderita bisa langsung mencari pertolongan medis ke dokter jika terjadi gejala yang serius, seperti:

  • Dehidrasi dan tidak bisa makan atau minum
  • Sesak napas
  • Gangguan penglihatan
  • Linglung atau mengigau

Diagnosis Cacar Monyet

Diagnosis awal cacar monyet dimulai dengan tanya jawab mengenai kondisi pasien, antara lain:

  • Gejala dan jenis ruam  yang muncul
  • Riwayat kontak dengan orang yang sedang sakit
  • Riwayat bepergian dari negara yang memiliki kasus cacar monyet

Pemeriksaan tambahan untuk memastikan diagnosis umumnya tidak perlu dilakukan karena tidak mengubah metode penanganan dari kondisi ini. Jika diperlukan, WHO (World Health Organization) menetapkan bahwa pemeriksaan yang dapat dilakukan adalah PCR. Pemeriksaan ini dilakukan dengan tes usap (swab) pada ruam atau kerak luka di kulit pasien.

Pengobatan Cacar Monyet

Penyakit ini umumnya hanya menimbulkan gejala ringan dan dapat sembuh dengan sendirinya dalam 2–4 minggu. Meski begitu, penderita cacar monyet perlu dirawat di ruang isolasi, bisa di rumah atau rumah sakit, untuk mencegah penyebaran penyakit. 

Selama isolasi di rumah, pasien bisa melakukan beberapa hal berikut ini:

  • Cuci tangan dengan sabun dan air atau pembersih tangan, terutama sebelum atau setelah menyentuh ruam atau luka.
  • Selama di kamar isolasi, jaga kulit agar tetap kering dan jangan menutup area ruam.
  • Jika berada di sekitar orang lain, kenakan masker dan tutupi area yang luka hingga ruam sembuh.
  • Jika sedang berada di luar kamar isolasi, hindari menyentuh barang-barang dan semprot ruangan dengan disinfektan sesering mungkin.
  • Gunakan air garam sebagai obat kumur untuk luka di mulut.
  • Mandi air hangat dengan soda kue atau garam Epsom untuk luka di tubuh.

Jika gejala yang muncul terasa mengganggu, penderita juga bisa melakukan konsultasi dengan dokter terdekat. Dokter bisa meresepkan obat untuk meredakan gejala, seperti obat pereda nyeri, pereda gatal, atau krim oles untuk ruam kulit. 

Meski cacar monyet belum memiliki obat khusus, penyebarannya dapat dicegah dengan vaksin cacar air seperti vaksin Jynneos.  Vaksin harus diberikan dalam waktu 4 hari setelah kontak dengan penderita cacar monyet. 

Komplikasi Cacar Monyet

Cacar monyet memiliki tingkat kesembuhan yang tinggi. Meski jarang, penyakit ini tetap dapat menimbulkan komplikasi.

Risiko terjadinya komplikasi cacar monyet yang berat lebih tinggi pada anak-anak, ibu hamil, orang dengan daya tahan tubuh lemah, serta orang yang belum mendapatkan vaksinasi.

Komplikasi yang dapat terjadi akibat cacar monyet adalah:

  • Dehidrasi
  • Infeksi bakteri pada kulit
  • Ensefalitis, yaitu peradangan pada jaringan otak
  • Infeksi paru-paru
  • Infeksi cacar monyet pada mata, yang dapat menyebabkan kebutaan

Pencegahan Cacar Monyet

Pencegahan utama cacar monyet adalah menghindari kontak langsung dengan orang-orang yang sedang terinfeksi atau hewan primata dan pengerat, seperti monyet dan tupai. Beberapa upaya pencegahan lain yang bisa dilakukan adalah:

  • Hindari berbagi alat makan atau menggunakan barang yang sama dengan orang yang terinfeksi cacar monyet.
  • Rajin mencuci tangan dengan air dan sabun atau pembersih tangan berbahan dasar alkohol, terutama sebelum makan, menyentuh hidung maupun mata, atau membersihkan luka.
  • Pastikan untuk mendapatkan vaksin cacar monyet, terutama pada orang yang berisiko tinggi, misalnya petugas kesehatan
  • Gunakan sarung tangan ketika akan melakukan kontak dengan hewan peliharaan yang diduga terinfeksi cacar monyet. Hubungi dokter hewan dan jangan biarkan hewan tersebut berkeliaran.
  • Penulis: Adi Bima

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Satu Warga Meninggal Dunia dan Dua Orang Luka-Luka Akibat Gempa Maumere M 7,7

    Satu Warga Meninggal Dunia dan Dua Orang Luka-Luka Akibat Gempa Maumere M 7,7

    • calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 11
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Maumere, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur menyatakan satu korban dilaporkan meninggal dunia dan dua orang luka-luka dampak dari gempa dengan magnitudo 7,7 di Mbay, Kabupaten Nagekeo. “Tadi kami sudah evakuasi satu orang meninggal dunia, akibat tertimpa reruntuhan gedung,” kata Kepala SAR Maumere Faturahman saat dihubungi dari Kupang, […]

  • Masyarakat Diimbau Waspada, Inilah Titik Rawan Macet di Arus Mudik Lebaran 2026

    Masyarakat Diimbau Waspada, Inilah Titik Rawan Macet di Arus Mudik Lebaran 2026

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 41
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Mendekati musim lebaran 2026 masyarakat berharap dapat pulang kampung dengan keadaan nyama, demi menjaga kenyamanan dan kelancaran masyarakat Indonesia yang akan mudik di lebaran, Kepolisian bersama jajarannya telah memetakan daerah atau titik rawan kemacetan yang dilalui pemudik, sehingga diharapkan mudik tetap berjalan dengan lancar dan nyaman sampai tujuan. Berdasarkan proyeksi pemerintah, pergerakan masyarakat […]

  • BGN Beberkan Alasan Sewa EO Rp113 Miliar, Dadan: Bagian Profesioanlitas BGN untuk menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis

    BGN Beberkan Alasan Sewa EO Rp113 Miliar, Dadan: Bagian Profesioanlitas BGN untuk menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 36
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Permasalahan yang ditemui dalam program Makan Bergizi Gratis tidak hanya permasalahan tentanh gizi dan jumlah makanan yang dinilai kurang sesuai standar oleh penerima manfaat tetapi juga mengenai kondisi di lapangan. Belum lama ini Badan Gizi Nasional (BGN) kembali mendapat sorotan karena menggunakan dana Rp113,9 miliar untuk menyewa jasa penyelenggara acara atau event organizer […]

  • Sumbersewu Pecah! Sebanyak 48 Sound Horeg Beradu Gengsi Guncang Pantai Selatan Banyuwangi

    Sumbersewu Pecah! Sebanyak 48 Sound Horeg Beradu Gengsi Guncang Pantai Selatan Banyuwangi

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 97
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS –Dentuman bass menggelegar yang mengguncang pesisir selatan Banyuwangi. Kurang lebih ada 48 unit sound horeg raksasa ambil bagian dalam ajang “Halal Bihalal Battle Sound Horeg” di Lapangan Desa Sumbersewu, Kecamatan Muncar, Minggu (29/03). Kegiatan ini tak sekadar hiburan Lebaran. Di kalangan pecinta audio, ajang tersebut telah menjadi arena adu gengsi antar pemilik sound system […]

  • Karena lembur jadi tidak tarawih, apakah berdosa?

    Karena Lembur Tidak Shalat Tarawih, Apakah Berdosa? Begini Penjelasan Ustaz

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 77
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Pada bulan Ramadhan, ada shalat khusus yang dilakukan oleh umat Islam, yang disebut shalat Tarawih. Dalam bahasa Arab, istilah itu sendiri berarti istirahat atau relaksasi. Nama ini dilekatkan dengan shalat ini karena ia merupakan shalat yang panjang, baik 20 atau 8 rakaat. Salat Tarawih adalah salah satu ibadah sunnah yang paling ditunggu umat […]

  • Anggaran Pendidikan 2026 Tidak Dipotong Untuk MBG

    Anggaran Pendidikan 2026 Tidak Dipotong Untuk MBG

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 59
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Anggaran pendidikan 2026 dipastikan akan mengalami kenaikkan dan tidak akan dialihkan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), demikian yang disampaikan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti pada Jumat (20/2). Pihaknya tetap menjamin alokasi dana yang cukup untuk besar guna meningkatkan mutu pendidikan bagi masyarakat Indonesia. “Tidak ada pengurangan dana dari […]

expand_less