Presiden Prabowo Kembali Impor Beras, 1.000 Ton Beras dari AS
- account_circle Adi Bima
- calendar_month 58 menit yang lalu
- visibility 1
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INFOKITA.NEWS – Presiden Prabowo Subianto telah menandatangani perjanjian perdagangan timbal balik (Aggrement on Respirocal Trade) dengan Donal Trump, dalam perjanjian tersebut telah dijelaskan nilai komoditi pertanian S senilai US$ 4,5 Miliar atay setara Rp 75 Triliun.
Salah satu komoditi dalam perjanjian tersebut adalah beras. Indonesia sepakat untuk mengimpor 1.000 ton beras dari Amerika Serikat, adapun kategori yang termasuk yang diimpor dari gabah, beras lepas kulit, beras putih, danberas pecah.
Pemerintah secara khusus menjelaskan beras yang diimpor dari AS harus dengan klasifikasi tertentu, dan hanya dapat beredar dengan izin pemerintah.
Seperti conothnya beras ketan, Japonica dari jepang, dan Basmati dari India.
“Pemerintah setuju memberikan alokasi impor klasifikasi khusus asal AS, namun tetap realisasinya tergantung permintaan dalam negeri,” ungkap Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto, Senin (23/2).
“Komitmen Impor beras S hanya sebesar 1.000 ton, tidak signifikan atau hanya sekitar 0,00003 % dari total produksi beras nasional yang mencapai 34,69 juta ton 2025,” ujanya.
Selain beras, Pemerintah Indonesia juga akan mengimpor komoditi peternakan, seperti induk ayam dan daging ayam giling yang bernilai puluhan juta dolar.
Pemerintah Indonesia secara tegas mengatakan kebijakan tersebut tidak mengorbankan industri domestik.
Indonesia akan memfasilitasi aturan komersial impor AS selama lima tahun ke depan, berupa 163.000 ton kapas, 3,5 juta ton kedelai, 3,8 juta ton tepung kedelai dan dua juta ton gandum.
Selain hal tersebut Indonesia akan meningkatkan kuantitas impor apel lebih dari 26.000 ton per tahun, daging sapi 50.000 ton per tahun, dan jeruk 3.000 ton per tahun.
Tidak lupa ada jagung lebih dari 100.000 ton per tahun, tepung jagung 150.000 ton per tahun,etanol 1.000 ton per tahun serta anggur 5.000 ton per tahun. ***
- Penulis: Adi Bima

Saat ini belum ada komentar