Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » Kemenkes Sebut Penyakit Jantung hingga Cuci Darah Paling Banyak Kuras Anggaran BPJS Kesehatan

Kemenkes Sebut Penyakit Jantung hingga Cuci Darah Paling Banyak Kuras Anggaran BPJS Kesehatan

  • account_circle Adi Bima
  • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
  • visibility 17
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INFOKITA.NEWS – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkap bahwa penyakit tidak menular, terutama penyakit kardiovaskular, kini menjadi penyumbang terbesar pembiayaan layanan kesehatan melalui BPJS Kesehatan.

Kemenkes menyebut operasi jantung, penanganan stroke, hingga layanan cuci darah (hemodialisis) menjadi jenis layanan yang paling banyak menyedot anggaran program jaminan kesehatan nasional (JKN) tersebut.

Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes Maria Endang Sumiwi mengatakan tingginya beban pembiayaan tersebut mencerminkan perubahan pola penyakit di Indonesia yang kini didominasi penyakit tidak menular.

“Jadi BPJS itu bayarnya apa sih? Bayarnya operasi jantung, operasi stroke, lalu hemodialisis. Hemodialisis itu cuci darah. Jadi dia bayarnya mahal di situ. Nah, ini kenyataan pada saat ini,” kata Maria dalam seminar nasional bertajuk Membangun Peradaban Teknologi Pangan untuk Future and Healthy Food di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Selasa (14/7/2026).

Berdasarkan Laporan Pengelolaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), empat penyakit kronis tercatat menjadi penyumbang beban biaya terbesar. Data menunjukkan pembiayaan untuk penyakit jantung meningkat dari Rp10,28 triliun pada 2019 menjadi Rp17,35 triliun pada 2025, atau naik sekitar 68,8%.

Lonjakan beban biaya paling tinggi terjadi pada penanganan dan pengobatan gagal ginjal, dari Rp2,32 triliun pada 2019 menjadi Rp13,38 triliun pada 2025 atau naik 476,2%.

Selanjutnya, pembiayaan kanker naik dari Rp3,81 triliun menjadi Rp10,31 triliun atau meningkat 170,2%, sedangkan stroke bertambah dari Rp2,55 triliun menjadi Rp7,21 triliun atau naik 182,9% pada periode yang sama.

Menurut Maria, penyakit kardiovaskular kini mendominasi daftar penyebab kematian di Indonesia. Dia menuturkan stroke masih menjadi penyebab kematian nomor satu pada 2023. Sementara itu, penyakit jantung iskemik naik dari peringkat keempat pada 2009 menjadi penyebab kematian nomor dua pada 2023.

Selain itu, diabetes juga mengalami lonjakan sebagai penyebab kematian, dari sebelumnya berada di peringkat kesembilan menjadi peringkat keempat.

Gagal ginjal yang sebelumnya tidak masuk 10 besar kini menempati posisi ke-10 penyebab kematian. “Penyebab-penyebab kematian yang berubah polanya dan sebagian besar sekarang yang mendominasi 10 besar itu adalah kardiovaskuler,” ujarnya.

Dia menjelaskan meningkatnya kasus penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal berkaitan erat dengan tingginya faktor risiko di masyarakat, seperti diabetes, hipertensi, obesitas, serta pola konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak (GGL). Maria mengatakan diabetes dipengaruhi oleh kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman manis.

Sementara itu, hipertensi erat kaitannya dengan konsumsi makanan tinggi garam. Kondisi tersebut diperparah oleh meningkatnya prevalensi obesitas yang memicu dislipidemia dan berbagai penyakit kardiovaskular.

“Kalau kita lihat faktor risiko di dalamnya, kenapa bisa jantung, kenapa bisa stroke, kenapa bisa gagal ginjal, itu sangat dipengaruhi oleh diabetes. Diabetes dipengaruhi oleh perilaku makan makanan manis, dipengaruhi oleh hipertensi, hipertensi dipengaruhi oleh perilaku makan makanan asin, kemudian juga dipengaruhi oleh status gizi obesitas,” tuturnya.

Menurutnya, tingginya angka penyakit tidak menular menjadi tantangan serius di tengah upaya pemerintah memanfaatkan bonus demografi dalam 10–15 tahun ke depan. Pasalnya, banyak masyarakat yang masih berada pada usia produktif justru mengalami penyakit kronis yang mengurangi produktivitas.

  • Penulis: Adi Bima

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tega, Petugas Keamanan Hotel di Karawang  Mencabuli Anak Usia 5 Tahun

    Tega, Petugas Keamanan Hotel di Karawang Mencabuli Anak Usia 5 Tahun

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 28
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Masa depan anak seharusnya menjadi tanggung jawab orang tua yang ada disekitarnya, dengan memberikan rasa aman dan ketenangan, tapi hal yang berbeda dialami seorang anak di Karawang, Jawa Barat belum lama ini. Sebuah kasus menyedihkan diungkap oleh Tim Satuan Reserse Kriminal Satres Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA dan PPO) […]

  • Harga Emas Antam Kembali Naik Rp20.000 Per 2 April 2026, Menuju Rp3 Juta

    Harga Emas Antam Kembali Naik Rp20.000 Per 2 April 2026, Menuju Rp3 Juta

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 29
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Harga emas Antam logam mulia hari ini, Kamis 2 April 2026 naik Rp20.000 menjadi Rp2.922.000 per gram dibandingkan harga sebelummnya Rp2.902.000 per gram. Dalam dua hari, harga emas Antam naik Rp95.000. Sejalan dengan buyback atau harga yang didapat jika pemilik emas ingin menjual emas batangan ini juga naik Rp50.000 menjadi Rp2.673.000. Harga emas […]

  • Masjidil Haram Kembali Wajibkan Kain Ihram di Area Mataf

    Masjidil Haram Kembali Wajibkan Kain Ihram di Area Mataf

    • calendar_month Minggu, 14 Jun 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 22
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Aturan yang mewajibkan penggunaan kain ihram bagi jamaah pria di area Mataf di Masjidil Haram kembali diberlakukan mulai hari ini, Minggu (14/6). Itu setelah selama 18 hari sejak 10 Zulhijjah 1447 Hijriah atau 27 Mei lalu, otoritas Masjidil Haram membebaskan jamaah pria untuk mengenakan pakaian berjahit di area Mataf. Pemberlakuan kembali wajib ihram […]

  • Kepala BGN Nanik S Deyang Bantah Laporan  Tumbangnya Ratusan SPPG Dari Aceh Hingga Jawa Tengah Akibat Dana MBG Tak Kunjung Cair

    Kepala BGN Nanik S Deyang Bantah Laporan Tumbangnya Ratusan SPPG Dari Aceh Hingga Jawa Tengah Akibat Dana MBG Tak Kunjung Cair

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 25
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Pekerjaan rumah tengah menanti kepala BGN Nanik S Deyang dalam menjalankan program MBG, pasalnya dilaporkan ada ratusan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Aceh, Batam, Jawa Barat, Jawa Tengah hingga NTB berhenti melaksanakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sejak Senin (8/6) kemarin. Sebanyak 7 SPPG di Banda Aceh berhenti menyediakan MBG karena […]

  • The Blues Dikabarkan Siap Bernostalgia Dengan Mantan Pemain Ini, Lampard: Saya Fokus di Coventry City!

    The Blues Dikabarkan Siap Bernostalgia Dengan Mantan Pemain Ini, Lampard: Saya Fokus di Coventry City!

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 15
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Chelsea telah memecat Liam Rosenior dari jabatan manajer klub beberapa waktu lalu. Tim manajemen London Biru kini dikabarkan tengah mengincar mantan pemain dan pelatih mereka Frank Lampard. Kabar pemecatan Rosenior diumumkan Chelsea pada Rabu (22/4/2026) malam WIB. Juru taktik berusia 41 tahun ini didepak dari Stamford Bridge menyusul hasil-hasil buruk tim. Secara mengejutkan […]

  • PPPK Paruh Waktu Ancam Turun ke Jalan

    PPPK Paruh Waktu Ancam Turun ke Jalan

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Deva Sakti
    • visibility 47
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – PPPK paruh waktu hanya ingin aspirasinya didengar pemerintah dan DPR RI. Jika eksekutif maupun legislatif menolak, terpaksa mereka turun ke jalan. Ketua umun Aliansi R2 R3 Indonesia Faisol Mahardika mengatakan, pihaknya akan mengirimkan surat permohonan rapat pendapat (RDP) kepada DPR RI bersama kementerian terkait. “Saya juga akan membuat pernyataan bahwa kami ingin menyampaikan aspirasi sekaligus […]

expand_less