Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Miris! Inilah Kronologi Peristiwa Meninggalnya Siswa di SMPN 2 Sragen

Miris! Inilah Kronologi Peristiwa Meninggalnya Siswa di SMPN 2 Sragen

  • account_circle Adi Bima
  • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
  • visibility 20
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INFOKITA.NEWS – Miris! Seorang siswa kelas 8 SMPN 2 Sumberlawang, Sragen, meninggal dunia setelah mengalami peristiwa tragis di lingkungan sekolah.

Korban berinisial WAP (14) terjatuh dan kepalanya terbentur siku dinding selokan usai didorong oleh temannya. Peristiwa ini bermula dari candaan antar teman, lalu berubah menjadi saling ejek hingga dorong-dorongan.

Namun sayangnya, WAP yang jatuh mengalami luka parah di kepala dan dinyatakan meninggal dunia setelah dilarikan ke Puskesmas.

Berdasarkan keterangan resmi sebagaimana dilansir dari situs Humas Polri, polisi kini telah menetapkan pelaku berinisial DTP (14) sebagai anak berkonflik dengan hukum.

Menurut keterangan Kepala SMPN 2 Sumberlawang, Agung Jatmiko, kejadian berawal saat korban dan pelaku duduk bersama sambil bercanda. Meski satu angkatan, korban dan pelaku adalah siswa yang berbeda kelas.

Setelah awalnya saling ejek biasa, candaan keduanya memanas hingga menyeret nama orangtua. Situasi memuncak dan keduanya mulai dorong-dorongan.

WAP terjatuh, kepalanya terbentur siku dinding selokan di dekat kamar mandi sekolah.

Sementara dari hasil penyidikan Polres Sragen, Kapolres AKBP Dewiana Syamsu Indyasari menjelaskan bahwa insiden terjadi Selasa, 7 April 2026, sekitar pukul 11.10 WIB.

Saat itu, korban tengah mengikuti pelajaran IPS, sedangkan pelaku yang seharusnya belajar Matematika justru berada di luar kelas tanpa pengawasan guru. Keduanya kemudian terlibat ejekan spontan yang berujung perkelahian.

Masih melansir dari situs Humas Polri, pihak kepolisian lantas melakukan Scientific Crime Investigation (SCI) melalui autopsi medis dengan bantuan Tim Medis Biddokkes Polda Jawa Tengah.

Hasilnya mengungkap bahwa korban meninggal akibat mati lemas, karena kekerasan tumpul pada kepala yang menyebabkan patah tulang pada dasar tulang tengkorak.

Temuan ini sekaligus memperjelas bahwa kematian WAP bukan semata karena pingsan biasa usai berkelahi, melainkan cedera fatal yang secara medis berkontribusi langsung terhadap kematian.

Fakta ini menjadi kunci utama yang menguatkan dugaan tindak pidana bagi perlaku, meski dirinya masih di bawah umur.

Polisi memastikan bahwa kekerasan dilakukan oleh DTP seorang diri, tanpa keterlibatan pihak lain.

Tidak ada alat bantu yang digunakan, melainkan murni dengan tangan kosong dan kaki, melalui tindakan memukul dan menendang.

Setelah perkelahian, korban lantas jatuh pingsan lalu dibantu teman-temannya ke Unit Kesehatan Sekolah (UKS).

Kondisi korban yang kian memburuk membuatnya kemudian dibawa ke Puskesmas Sumberlawang sebelum dinyatakan meninggal dunia.

Atas insiden ini, pelaku yang masih berstatus anak di bawah umur ini hanya menjalani karantina tanpa penahanan, sebagaimana mengacu pada UU Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA).

Polisi tidak melakukan penahanan karena ada batasan tegas sepanjang orangtua atau wali memberikan jaminan.

Kasus ini bukan sekadar berita duka, tapi ada pelajaran berharga yang bisa dipetik.

Ejekan yang awalnya dianggap bercanda, apalagi sampai menyeret nama orangtua, justru bisa memicu amarah yang tak terkendali pada anak remaja.

Di usia ini, anak masih belum memiliki kontrol emosi yang matang. Satu dorongan, satu pukulan, atau satu tendangan yang dilakukan, ternyata bisa berakibat fatal seperti merenggut nyawa.

Oleh karena itu, orangtua diimbau untuk memahami bahwa bully verbal dengan mengejek keluarga orang lain bukanlah hal lucu, melainkan pemicu kekerasan.

Mencegahnya bisa dimulai dari rumah, dengan membiasakan anak bicara terbuka jika mengalami ejekan atau tekanan dari teman, ajarkan mereka keterampilan mengelola amarah seperti menarik napas panjang dan menjauh dari konflik, serta tanamkan empati dengan cara “Stop mengejek aku, ya!”

Sekolah juga sudah semestinya menjadi zona aman bagi anak, tapi edukasi tetap berawal dari tangan Mama dan Papa di rumah. ***

  • Penulis: Adi Bima

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tarik Tunai Di ATM BNI Pecahan Rp 50.000 Ini Tak Tercetak Sempurna, BNI Angkat Suara

    Tarik Tunai Di ATM BNI Pecahan Rp 50.000 Ini Tak Tercetak Sempurna, BNI Angkat Suara

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 43
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Seorang netizen dengan akun Threads @nra**** mengunggah sebuah postingan dimana dirinya mengaku tarik tunai uang pecahan Rp 50.000 dari salah satu mesin ATM BNI (Bank Negara Indonesia) pada Kamis, 2 April 2026. Ia mengaku ada selembar uang Rp 50.000 tak tercetak sempurna pada bagian depan sehingga nampak polos di sana, meski tak menyebut […]

  • Tembus Rp228 Ribu, Harga LPG 12 Kg Naik Perdana Sejak 2023

    Tembus Rp228 Ribu, Harga LPG 12 Kg Naik Perdana Sejak 2023

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 32
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – PT Pertamina Patra Niaga menaikkan harga Liquefied Petroleum Gas (LPG) nonsubsidi ukuran 12 kg dari Rp 192 ribu per tabung menjadi Rp 228 ribu per tabung. Kenaikan harga LPG ini merupakan yang pertama sejak 2023. Dikutip dari laman resmi Pertamina Patra Niaga, harga Rp 228 ribu untuk LPG 12 kg berlaku di Jakarta, […]

  • Liburan Imlek di LITTLE CHONGQING SINGKAWANG, Nuansa Wisata Budaya

    Liburan Imlek di LITTLE CHONGQING SINGKAWANG, Nuansa Wisata Budaya

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 75
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Memasuki bulan Februari 2026 masyarakat beragama Khonghucu untuk tahun ini mereka merayakan Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 atau Tahun Kuda Api, banyak masyarakat Indonesia merayakan tahun baru ini dengan beragam cara, salah satunya berlibur ke Kota Singkawang. Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 di kota Singkawang ditandai dengan pembukaan Little Chongqing yang dirangkai dengan […]

  • Imbas Perapihan Kedai Pedagang Puncak, Sambangi Gedung DPRD Cianjur Tuntut Penataan Ulang

    Imbas Perapihan Kedai Pedagang Puncak, Sambangi Gedung DPRD Cianjur Tuntut Penataan Ulang

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 16
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Perwakilan pedagang di lokasi Rest Area Segar Alam, Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas, Cianjur, yang lapaknya diratakan pada Sabtu (13/6/2026) lalu, mendatangi Gedung DPRD Cianjur, Kamis (18/6/2026). Saat beraudiensi dengan Komisi I DPRD Cianjur dan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, para pedagang mendesak agar pemerintah menata ulang kembali kios atau lapaknya yang sudah […]

  • Inilah Arti Nama Baru Inara Rusli ‘Inarasati’ Dalam Bahasa Sansekerta

    Inilah Arti Nama Baru Inara Rusli ‘Inarasati’ Dalam Bahasa Sansekerta

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 33
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Belum selesai urusannya dengan Wardatina Mawa artis tanah air Inara Rusli hingga saat ini tengah menghadapi proses hukum atas kasus dugaan perzinahan dan perselingkuhan yang dilayangkan istri Insanul Fahmi tersebut. Diketahui bahwa Mawa melaporkan Inara lantaran diduga menjalin hubungan dengan suaminya, Insanul Fahmi, tanpa sepengetahuannya. Rupanya, di tengah proses hukum yang menyeret namanya, Inara […]

  • Rumah Produksi Sineas Cianjur DAFFS Entertainment Gelar Audiensi Bersama Ketua DPRD Kabupaten Cianjur Terkait Proyek Film Daerah

    Rumah Produksi Sineas Cianjur DAFFS Entertainment Gelar Audiensi Bersama Ketua DPRD Kabupaten Cianjur Terkait Proyek Film Daerah

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 27
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Rumah Produksi Sineas Cianjur, DAFFS Entertainment telahmelakukan audiensi dengan Ketua DPRD Kabupaten Cianjur, Ir. Hj. Metty Triantika, M.T., yang berlangsung di Gedung DPRD Kabupaten Cianjur. Dalam pertemuan tersebut, DAFFS Entertainment mengajukan permohonan kerja sama serta dukungan untuk proyek film yang akan mulai digarap pada bulan Juni 2026. Audiensi ini juga menjadi kesempatan bagi […]

expand_less