3 Jamaah Haji Asal Aceh Meninggal Dunia Saat Puncak Ibadah Haji di Armuzna
- account_circle Adi Bima
- calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
- visibility 24
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INFOKITA.NEWS – Dalam pelaksaanan ibadah haji seorang jamaah haji dituntut untuk dapat menjaga kondisi tubuhnya selama menjalankan rukun islam ke-5 tersebut, sehinggaq tidak jarang ada yang sampai meninggal atau sakit.
Kabar duka datang dari Tanah Suci Mekkah. Tiga jamaah haji asal Aceh dilaporkan meninggal dunia saat menjalani puncak ibadah haji di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina).
Peristiwa ini menambah jumlah jamaah haji Embarkasi Banda Aceh yang wafat menjadi tiga orang hingga Kamis (28/5/2026).
Pada Selasa (26/5/2026), dua jamaah haji asal Aceh berpulang di Padang Arafah.
Pertama, Nurwaida Muhammad Yusuf (76), jamaah asal Dusun Mesjid Tuha, Gampong Jurong Binjee, Kecamatan Simpang Mamplam, Bireuen.
Beliau tergabung dalam Kloter 8 dan meninggal dunia pada pukul 07.20 Waktu Arab Saudi (WAS) atau 11.20 WIB.
Artikel ini telah tayang di Prohaba.co dengan judul Tiga Jamaah Haji Asal Aceh Meninggal di Tanah Suci Saat Puncak Ibadah Haji di Armuzna, https://prohaba.tribunnews.com/nanggroe/47476/tiga-jamaah-haji-asal-aceh-meninggal-di-tanah-suci-saat-puncak-ibadah-haji-di-armuzna.
Nurwaida dimakamkan di Syaraya Suhada Al Haram. Penyebab wafatnya adalah gangguan fungsi jantung, hanya beberapa jam setelah tiba dari Mekkah.
Jamaah kedua adalah Maimunah Yusuf Ali (72), asal Dusun Butsi, Masjid Sungai Iyu, Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang.
Ia tergabung dalam Kloter 13 dan meninggal dunia pada pukul 16.27 WAS atau 20.27 WIB.
Sama seperti Nurwaida, almarhumah juga meninggal dunia akibat gangguan jantung.
Jenazahnya dimakamkan di kawasan Syariah.
Kabar duka berikutnya datang pada Kamis (27/5/2026). Siti Salmijah (83), jamaah asal Gampong Meunasah Kayee Raya, Kecamatan Bandar Baru, Pidie Jaya, meninggal dunia pukul 11.10 WAS atau 15.10 WIB.
Ia tergabung dalam Kloter 13. Sebelum wafat, Siti Salmijah sempat mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Mina Al Wadi, namun akhirnya menghembuskan napas terakhir akibat serangan jantung.
Ketua PPIH Embarkasi Banda Aceh, Arijal, pada Kamis (28/5/2026) menyampaikan bahwa seluruh proses fardhu kifayah telah dilakukan sesuai syariat Islam dan dimakamkan di kota suci Mekkah.
Arijal menyampaikan duka mendalam atas wafatnya jamaah haji asal Aceh tersebut.
“Semoga segala amal ibadah mereka diterima Allah SWT, diampunkan segala dosanya, memperoleh haji mabrur, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan keikhlasan dalam menghadapi cobaan ini,” ujarnya.
Arijal juga mengajak masyarakat Aceh untuk mendoakan seluruh jamaah haji agar senantiasa diberikan kesehatan, kemudahan, dan kesabaran dalam menjalankan ibadah.
Ia menekankan pentingnya menjaga kondisi fisik dan kebersamaan selama berada di Tanah Suci.
“Kepada para petugas kloter dan jamaah, kami berharap tetap semangat, sabar, menjaga kesehatan, dan tetap kompak dalam menghadapi berbagai kondisi di Tanah Suc,” tambahnya.
Diketahui, untuk saat ini, pada 28–30 Mei 2026 (11–13 Zulhijah), jamaah haji sedang melaksanakan ritual melontar jumrah (Ula, Wustha, dan Aqabah) setiap harinya.
Setelah itu, pada 29–30 Mei 2026, jamaah akan memasuki proses Nafar Awal dan Nafar Tsani, yaitu kepulangan dari Mina menuju hotel di Makkah.
Tahapan ini menjadi bagian penting dari rangkaian ibadah haji sebelum jamaah kembali ke tanah air. ***
- Penulis: Adi Bima

Saat ini belum ada komentar