Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Mengenal Gizi Buruk dan Upaya Pencegahan dan Penanganan Di Indonesia

Mengenal Gizi Buruk dan Upaya Pencegahan dan Penanganan Di Indonesia

  • account_circle Adi Bima
  • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
  • visibility 17
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INFOKITA.NEWS – Seiring berjalannya program Makan Bergizi Gratis yang merupakan program unggulan dari pemerintahan Prabowo-Gibran untuk mengentaskan permasalahan gizi buruk yang ada di Indonesia, maka penting untuk dketahui mengenai pengertian gizi buruk, sehingga diharapkan masyarakat dapat menilai dengan obyektif apakah program makan bergizi gratis itu sudah layak diterapkan atau tidak kepada masyarakat.

Pengertian gizi buruk atau yang seringkali ditemukan dalam istilah malnutrisi, merupakan kondisi serius, dimana asupan makan seseorang tidak sesuai dengan nutrisi yang semestinya diperlukan. Tentunya, kondisi ini merupakan masalah serius yang perlu ditangani.

Dimana setidaknya, gangguan kesehatan serius layaknya stunting, diabetes, penyakit jantung, dan gangguan mata. Bahkan, berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar 2018, balita yang menderita gizi buruk di Indonesia setidaknya berjumlah 3,9%. Sedangkan, balita pengidap gizi kurang setidaknya berjumlah 13,8% di seluruh Indonesia.

Gizi buruk sendiri dapat diartikan suatu kondisi ketika berat badan anak terlalu rendah bila dibandingkan dengan tinggi badannya. Anak dengan gizi buruk atau severe wasting biasanya memiliki daya tahan tubuh yang sangat lemah sehingga berisiko terkena penyakit parah, bahkan meninggal.

Tentunya permasalahan gizi buruk ini tidak dapat diabaikan begitu saja. Dari pengertian gizi buruk sendiri, sudah dapat dipastikan bahwa gizi buruk perlu diantisipasi sejak dini dan mendapatkan penanganan sebaik mungkin.

Gizi buruk tidak sama dengan stunting. Gizi buruk ditandai dengan badan anak yang terlalu kurus dibandingkan tinggi badannya.

Sedangkan stunting ditandai dengan tinggi badan anak yang lebih pendek dari standar usianya. Jika sebelumnya pengertian gizi buruk secara umum dapat diartikan sebagai kondisi serius.

Dimana asupan makan seseorang tidak sesuai dengan nutrisi yang semestinya diperlukan. Maka, gizi kurang sendiri dapat diartikan lebih spesifik sebagai kondisi dimana nutrisi tidak dipenuhi dengan baik.

Penyebab utama gizi buruk adalah kekurangan asupan makanan yang bernutrisi sesuai kebutuhan masing-masing kelompok usia anak. Kekurangan asupan ini bisa terjadi karena tidak tersedianya bahan makanan yang berkualitas baik.

Selain itu, gizi buruk juga sering disebabkan oleh gangguan penyerapan nutrisi akibat penyakit kronis, misalnya diare kronis atau TBC.

Risiko terjadinya gizi buruk pada anak bisa meningkat jika ibu hamil memiliki beberapa kondisi atau faktor sebagai berikut :

1.      Hamil di usia remaja

2.      Malnutrisi

3.      Kebiasaan merokok, mengonsumsi minuman beralkohol, dan menggunakan narkoba

4.      Terinfeksi HIV, sifilis, dan hepatitis B

5.      Tingkat pendidikan rendah

6.      Kemiskinan

Sedangkan pada anak, beberapa kondisi yang bisa meningkatkan risiko terjadinya gizi buruk adalah :

1.      Terlahir prematur atau berat badan lahir rendah.

2.      Mengalami infeksi kronis atau infeksi berulang.

3.      Berkebutuhan khusus, misalnya cerebral palsy.

4.      Terlahir dengan kelainan bawaan, seperti bibir sumbing, kelainan pada sistem pencernaan, malabsorbsi makanan, atau penyakit jantung bawaan.

5.      Mendapatkan pola asuh yang tidak menunjang tumbuh kembangnya.

6.      Tinggal di lingkungan dengan sanitasi buruk, tidak mendapat akses untuk air bersih, dan berpolusi.

Gejala yang menunjukkan anak mengalami gizi buruk

1.      Tubuh anak tampak sangat kurus

2.      Wajah keriput

3.      Kulit kering

4.      Perut tampak buncit

5.      Sering lemas dan tidak aktif bermain

6.      Gangguan tumbuh kembang

7.      Rambut mudah rontok dan tampak kusam

8.      Pembengkakan (edema) di tungkai

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, seperti mengukur tinggi badan, menimbang berat badan, serta mengukur lingkar kepala dan lingkar lengan atas anak.

Selanjutnya, seluruh hasil pengukuran tersebut akan dimasukkan ke dalam kurva pertumbuhan WHO.

Untuk memastikan diagnosis, dokter juga akan melakukan pemeriksaan penunjang meliputi :

1.      Tes darah, untuk mendeteksi kadar Hb (hemoglobin) dan gangguan elektrolit yang sering terjadi pada anak dengan gizi buruk.

2.      Foto rontgen dada dan tes Mantoux, untuk mendeteksi penyakit tuberkulosis yang sering menimbulkan gizi buruk.

Anak dengan gizi buruk perlu menjalani rawat inap di rumah sakit agar dokter dapat menstabilkan kondisi dan tanda-tanda vital anak. Berikut adalah tindakan yang dapat dilakukan oleh dokter :

1.      Menyelimuti anak untuk menjaga suhu tubuhnya.

2.      Memberikan cairan infus untuk mengatasi dehidrasi.

3.      Mengobati infeksi dengan pemberian antibiotik.

4.      Memberikan suplemen, berupa vitamin A, zat besi, dan asam folat.

5.      Memberikan vaksin

Selain upaya-upaya di atas, dokter juga dapat memberikan makanan cair khusus berupa F75, F100 atau Ready-to-Use Therapeutic Food (RUTF), melalui mulut atau selang makan secara perlahan dan bertahap. Makanan tersebut berisi susu, mentega, minyak, gula, dan kacang, yang ditambahkan dengan vitamin dan mineral.

Komplikasi Gizi Buruk

Gizi buruk yang tidak tertangani bisa menyebabkan komplikasi berupa :

1.      Dehidrasi berat

2.      Hipotermia

3.      Anemia

4.      Gangguan tumbuh kembang

5.      Gangguan otak

6.      Terserang penyakit infeksi berat

7.      Kematian

Pencegahan Gizi Buruk

Gizi buruk bisa dicegah dengan melakukan beberapa upaya berikut ini :

1.      Memberikan makanan bergizi lengkap dan seimbang sesuai kebutuhan anak.

2.      Menerapkan pola asuh yang baik.

3.      Memberikan ASI eksklusif hingga usia anak 6 bulan, dilanjutkan dengan memberikan MPASI yang bergizi lengkap dan seimbang.

4.      Mengukur tinggi dan berat badan anak secara berkala.

5.      Membawa anak untuk segera berobat bila terkena penyakit infeksi.

Berdasarkan data yang dicatat WHO, ada sebanyak 13,6 juta anak yang mengalami gizi buruk. Sementara itu, berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, ada 3,5%, atau sekitar 805.000 anak di Indonesia yang menderita gizi buruk atau severe wasting. Kondisi ini umumnya terjadi pada anak usia di bawah 5 tahun (balita). ***

  • Penulis: Adi Bima

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ratusan Mahasiswa Unjuk Rasa, Kritik Tindakan Represif dan Desak Pencopotan Kapolri

    Ratusan Mahasiswa Unjuk Rasa, Kritik Tindakan Represif dan Desak Pencopotan Kapolri

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 35
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Sebanyak 500 mahasiswa menggelar aksi demonstrasi di Mabes Polri pada Jumat (27/2/2026), mahasiswa yang tergabung dalam aksi terbut adalah Universitas Indonesia (UI), Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ), hingga Politeknik Negeri Jakarta (PNJ). Mereka semua sudah tiba di lokasi sejak pukul 16.00 WIB. Dalam aksinya tersebut mereka menuntut agar polisi yang melakukan tindakan […]

  • Gojek Naikkan Tarif per 10 April Mendatang, Pasca Kenaikkan BBM

    Gojek Naikkan Tarif per 10 April Mendatang, Pasca Kenaikkan BBM

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 22
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Perang Amerika Serikat (AS) dan Iran membuat harga minyak dunia melejit. Kenaikan ini berdampak terhadap sejumlah industri, termasuk layanan ride hailing. Laporan Channel News Asia (CNA) menyebutkan bahwa Gojek Singapura akan menaikkan biaya layanan sementara sebesar 90 sen (sekitar Rp 11.800) untuk semua jarak perjalanan. Langkah ini diambil untuk meringankan beban para pengemudi di […]

  • Menkeu Purbaya Keluhkan Sakit Pinggang, Akui Sempat Sulit Beridiri dan Absen Kerja

    Menkeu Purbaya Keluhkan Sakit Pinggang, Akui Sempat Sulit Beridiri dan Absen Kerja

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 20
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Aktivitas yang padat sebagai pejabat publik tak selalu berjalan mulus, sehingga pentingnya menjaga kesehatan dan pola hidup yang seimbang menjadi kunci. Hal itu terlihat dalam sebuah rekaman ketika Menteri keuangan tersebut sehabis menghadiri acara di Gedung BPPK, Jakarta, Jumat (24/4/2026). Dalam rekaman video itu tampak dirinya sedikit merintih dan sulit ketika berdiri sehingga […]

  • Rupiah Semakin Melemah Dekati Level Rp18.000 Sudah Di Angka  Rp17.876 per Dolar AS

    Rupiah Semakin Melemah Dekati Level Rp18.000 Sudah Di Angka Rp17.876 per Dolar AS

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 14
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Nilai rupiah hari ini kembali mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Berdasarkan data terbaru dari Trading Economics per pukul 11.00 WIB pada perdagangan Jumat, 29 Mei 2026, kurs rupiah berada di level Rp17.876 per dolar AS. Posisi tersebut menunjukkan pelemahan dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya pada Kamis, 28 Mei 2026 yang berada di […]

  • Pesawat Muatan BBM Pelita Air Jatuh Di Kaltara, Pilot Dikabarkan Selamat

    Pesawat Muatan BBM Pelita Air Jatuh Di Kaltara, Pilot Dikabarkan Selamat

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 36
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Pesawat pengangkut Bahan Bakar Minyak dari Pelita Air dikabarkan jatuh di kawasan Krayan, Nunukan, Kalimantan Utara pada Kamis (19/2). Berdasarkan laporan warga mengabarkan keadaan pilot pesawat tersebut berhasil selamat Menurut Informasi yang diterima warga sempat melihat pilot tersebut selamat dengan menggunakan parasut. Warga di sekitar Bandara Yuvai Semaring, Long Bawan, Kecamatan Krayan sempat […]

  • Ratusan Warga Alami Keracunan Massal Telah Merenggut Nyawa 1 dari 6 Balita, Dinkes Cianjur Tunggu Hasil Laboratorium

    Ratusan Warga Alami Keracunan Massal Telah Merenggut Nyawa 1 dari 6 Balita, Dinkes Cianjur Tunggu Hasil Laboratorium

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 22
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Akibat keracunan massal salah 1 balita dari 6 balita yang sempat menjadi korban keracunan massal di Cianjur, Jawa Barat. Satu dari enam balita tersebut berinisial MAB (2) dilaporkan meninggal dunia pada Kamis (23/4) sore, setelah sempat menjalani perawatan intensif. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur hingga kini masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan […]

expand_less