3 Negara Eropa Kawan AS Kompak Ogah Ikut Perang Lawan Iran, Trump: Saya tidak pernah terpengaruh oleh NATO
- account_circle Adi Bima
- calendar_month 10 jam yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INFOKITA.NEWS – Austria menolak permintaan Amerika Serikat untuk menggunakan wilayah udaranya dalam operasi militer melawan Iran.
Keputusan ini didasarkan pada kebijakan netralitas yang telah lama dianut negara tersebut. Penolakan itu menjadi bagian dari sikap sejumlah negara Eropa yang juga membatasi dukungan terhadap operasi militer Washington di Teheran.
Pemerintah Austria menegaskan bahwa semua permintaan penerbangan militer AS yang terkait konflik Iran telah ditolak sejak awal.
“Memang ada permintaan dan semuanya ditolak sejak awal,” kata Kolonel Michael Bauer, seperti dikutip dari Euronews, Kamis (2/4)
Ia menambahkan, “Setiap kali permintaan seperti itu melibatkan negara yang sedang berperang, maka akan ditolak.”
Kementerian Pertahanan Austria juga mengonfirmasi bahwa Washington telah mengajukan “beberapa” permintaan penggunaan wilayah udara, sebagaimana dilaporkan Reuters.
Seorang juru bicara kementerian mengatakan, semua permintaan militer AS terkait konflik Iran ditolak, dan prinsip yang sama juga berlaku untuk negara lain yang terlibat konflik.
Meski demikian, Austria tetap meninjau setiap permintaan secara individual bersama Kementerian Luar Negeri, tanpa menerapkan larangan total.
Austria sendiri telah menjadi negara netral sejak 1955, dan kebijakan ini menjadi dasar utama dalam setiap keputusan terkait konflik internasional.
Selain Austria, sejumlah negara Eropa juga mengambil langkah serupa dengan membatasi akses militer AS.
Swiss sebelumnya juga menolak penggunaan wilayah udaranya dengan alasan netralitas.
Spanyol bahkan memperluas larangan dengan menutup wilayah udara dan pangkalan militernya bagi pesawat AS yang terkait konflik.
Menteri Luar Negeri Jose Manuel Albares mengatakan, “Spanyol tidak boleh melakukan apa pun yang dapat memperburuk konflik.”
Ia menambahkan bahwa keputusan tersebut mencerminkan “sentimen mayoritas” warga Spanyol dan sejalan dengan prinsip PBB.
Italia juga dilaporkan menolak permintaan pesawat AS untuk mendarat dalam perjalanan menuju Timur Tengah, sementara Perancis mendapat kritik karena tidak mengizinkan penerbangan logistik militer melintasi wilayahnya.
Penolakan dari sejumlah sekutu ini memicu reaksi keras dari Presiden AS Donald Trump. Ia mengkritik negara-negara Eropa dan bahkan menyebut NATO sebagai “macan kertas”.
“Saya tidak pernah terpengaruh oleh NATO. Saya selalu tahu mereka adalah macan kertas dan Putin juga tahu itu,” kata Trump.
Trump juga menyatakan bahwa kemungkinan AS keluar dari NATO menjadi pertimbangan. Pernyataan ini diperkuat oleh Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, yang mengatakan bahwa Washington perlu meninjau ulang hubungan dengan aliansi tersebut.
“Saya pikir tidak diragukan lagi, setelah konflik ini selesai, kita harus meninjau kembali hubungan itu. Kita harus menilai kembali nilai NATO bagi negara kita,” ujarnya
Presiden Perancis Emmanuel Macron mengecam pernyataan Trump dan menilai hal itu justru merusak aliansi.
“Jika Anda setiap hari menciptakan keraguan tentang komitmen Anda, maka Anda melemahkan (makna aliansi) itu,” kata Macron saat kunjungan kenegaraan ke Seoul.
Ia juga menilai terlalu banyak pernyataan yang “melenceng ke berbagai arah”, yang berpotensi memperlemah solidaritas NATO di tengah krisis. ***
- Penulis: Adi Bima

Saat ini belum ada komentar