Kecaman Keras PBB Terhadap Serangan Israel ke Markas Perdamaian di Lebanon
- account_circle Adi Bima
- calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
- visibility 17
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INFOKITA.NEWS – Kabar duka datang dari misi perdamaian dunia datang dari Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) melaporkan ada dua lagi prajurit TNI yang menjadi Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (United Nations Interim Force in Lebanon/UNIFIL) gugur. PBB menyebutkan dua prajurit TNI itu gugur dalam sebuah ledakan di dekat Bani Hayyan di Lebanon selatan.
“Ini adalah dua insiden terpisah dan kami sedang menyelidikinya sebagai dua insiden terpisah,” kata juru bicara UNIFIL, Kandice Ardiel dilansir kantor berita Reuters, Selasa (31/3).
Ketegangan di kawasan Timur Tengah sendiri terus meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Situasi memanas setelah serangkaian serangan yang melibatkan Israel, Iran, dan kelompok Hezbollah. Konflik yang terus bereskalasi ini berdampak luas, termasuk terhadap keselamatan pasukan penjaga perdamaian yang berada di garis depan.
Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Senin (30/3) waktu setempat, ketika sebuah ledakan menghantam konvoi logistik UNIFIL di dekat Bani Hayyan. Ledakan itu menghancurkan kendaraan yang ditumpangi para personel penjaga perdamaian PBB.
Pasukan Israel menyerang Lebaon Selatan, pasukan Hizbullah Lebanon mengumumkan telah melancarkan 40 serangan roket dan drone yang menargetkan pemukiman, lokasi, pangkalan, dan kumpulan pasukan militer Israel.
Imbas dari serangan tersebut Media Israel melaporkan sejumlah tentara tewas dan terluka dalam pertempuran yang terjadi beberapa jam terakhir di selatan Lebanon.
Di sisi lain, Hizbullah menyatakan mereka pada Selasa (31/3/2026) menyerang sebuah pos militer di pemukiman Masgav Am, di utara wilayah Palestina yang diduduki, dengan menggunakan armada pesawat tak berawak.
Koresponden Aljazeera, Muhammad Khairi, mengatakan pihak sensor militer Angkatan Darat Israel masih merahasiakan detail kejadian tersebut hingga saat ini, dan melarang media mempublikasikan informasi apa pun terkait insiden tersebut.
Dia menambahkan, pihak sensor militer menempatkan anggotanya di ruang redaksi lembaga media untuk memastikan tidak ada pemberitaan mengenai korban Israel.
Koresponden tersebut menambahkan bahwa yang dibicarakan adalah serangan jebakan yang dilancarkan terhadap pasukan Israel di dekat kota Nabatieh, dan bahwa sejumlah korban luka berada dalam kondisi kritis.
Khairi mencatat tentara Israel telah mengumumkan secara resmi tewasnya enam prajurit dan luka-luka 16 lainnya sejak dimulainya pertempuran di front Lebanon.
Sementara media massa mengonfirmasi adanya lebih dari 60 korban luka, termasuk perwira, dengan menyebutkan bahwa sebagian besar luka-luka tersebut disebabkan oleh serangan roket pandu terhadap tank-tank Israel.
Pada Senin kemarin, tentara Israel mengumumkan seorang tentara mengalami luka parah akibat “insiden operasional” di selatan Lebanon, serta dua tentara lainnya mengalami luka sedang setelah sebuah drone jatuh di dekat mereka di wilayah yang sama.
Sementara itu Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Kementerian Pertahanan (Kemhan), Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait mengabarkan, dua prajurit kembali menjadi korban di Lebanon. Adapun prajurit tersebut gugur ketika menjalankan misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon.
Rico menjelaskan, situasi keamanan di wilayah penugasan dilaporkan mengalami eskalasi dalam beberapa hari terakhir. Pada Minggu (29/3) satu prajurit TNI dinyatakan gugur dan beberapa lainnya mengalami luka-luka akibat dampak konflik yang terjadi di wilayah operasi.
Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, mengecam keras serangan Israel yang menewaskan seorang prajurit TNI yang bertugas sebagai pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL).
“Saya mengutuk keras insiden hari Minggu yang menewaskan seorang penjaga perdamaian Indonesia dari @UNIFIL_ di tengah permusuhan antara Israel dan Hizbullah,” kata Guterres, dalam akun X, Senin, 30 Maret 2026.
“Seorang penjaga perdamaian Indonesia lainnya mengalami luka serius dalam insiden yang sama,” imbuhnya.
Ia pun menyampaikan duka cita mendalam kepada Indonesia dan keluarga korban, serta berharap prajurit TNI yang terluka dalam misinya segera pulih.
“Saya menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga, teman, dan kolega penjaga perdamaian yang meninggal, serta kepada Indonesia. Saya berharap agar penjaga perdamaian yang terluka segera pulih sepenuhnya,” ungkapnya.
Terakhir, pihaknya mendesak semua pihak untuk mematuhi hukum internasional dan memastikan keamanan, serta keselamatan seluruh pasukan penjaga perdamaian yang tengah bertugas.
“Ini hanyalah salah satu dari sejumlah insiden baru-baru ini yang telah membahayakan keselamatan dan keamanan para penjaga perdamaian,” tuturnya.
“Saya menyerukan kepada semua pihak untuk menjunjung tinggi kewajiban mereka berdasarkan hukum internasional dan untuk memastikan keselamatan dan keamanan personel dan fasilitas PBB setiap saat,” pungkasnya. ***
- Penulis: Adi Bima

Saat ini belum ada komentar