Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Dokter Jiwa Ungkap Luka Psikologis Imbas Dugaan Pelecehan Seksual 16 Mahasiswa FH UI

Dokter Jiwa Ungkap Luka Psikologis Imbas Dugaan Pelecehan Seksual 16 Mahasiswa FH UI

  • account_circle Adi Bima
  • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
  • visibility 16
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INFOKITA.NEWS – Pengurus Bidang Pengabdian Masyarakat, Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PP-PDSKJI), dr Lahargo Kembaren SpKJ menegaskan, baik pelecehan fisik maupun di ruang digital seperti grup WhatsApp, memiliki dampak luka psikologis yang sama beratnya ke korban.

“Luka psikologis tidak selalu ditentukan oleh bentuk tindakan dan perlakuan yang dialami, tetapi oleh makna pengalaman traumatis yang dirasakan korban,” kata dr Lahargo saat dihubungi detikcom, Selasa (14/4).

“Pelecehan verbal atau digital dapat memberikan dampak yang sangat besar karena korban merasa direndahkan, dipermalukan, dijadikan objek, hingga kehilangan rasa aman,” tambahnya.

Dalam beberapa kasus, efek emosional yang muncul bisa setara atau sangat berat, terutama bila percakapan tersebut menyebar luas dan diketahui banyak orang. Mungkin tidak ada luka fisik, tetapi luka pada harga diri, martabat, dan rasa aman bisa sangat dirasakan.

“Secara psikologis, yang terluka adalah self-esteem (harga diri), sense of safety, trust terhadap lingkungan sosial, body image, dan rasa tidak berdaya,” ujar dr Lahargo.

“Korban bisa terus mengulang percakapan tersebut dalam pikirannya (intrusive thought) dan dapat menjadi PTSD (post traumatic stress disorder), sebuah gangguan jiwa yang dipicu oleh peristiwa traumatis,” lanjut dia.

Terkait ini, dr Lahargo menjelaskan hal ini bisa terjadi karena di ruang tertutup candaan seksual lebih mudah dinormalisasi atau dianggap biasa. Hal ini disebut group reinforcement, yakni sesuatu yang salah tetapi bisa terasa normal saat divalidasi oleh kelompok.

Selain itu, dr Lahargo juga menyinggung soal disinhibition effect. Itu merupakan fenomena psikologis saat seseorang merasa lebih bebas, terbuka, dan kurang terkendali dalam mengekspresikan diri saat berada di dunia maya (internet).

“Di ruang digital, orang sering merasa lebih berani dibandingkan interaksi tatap muka. Karena tidak melihat reaksi emosional korban secara langsung, empati bisa menurun,” beber dia.

“Layar sering membuat seseorang lupa bahwa ada manusia yang terluka di balik nama dan foto profil,” sambungnya.

Dalam penjelasannya, dr Lahargo juga menyinggung aksi-aksi tidak pantas seperti ini juga berhubungan dengan kebutuhan validasi. Sebagian pelaku mungkin mencari validasi teman, ingin dianggap lucu, hingga superioritas maskulinitas.

“Korban tidak lagi dilihat sebagai manusia utuh, tetapi sebagai objek candaan atau validasi sosial,” katanya.

Akhirnya, saat tertangkap basah, para pelaku seringkali merasionalisasi perilakunya dengan kalimat-kalimat seperti ‘cuma bercanda’, ‘nggak serius’, hingga ‘kan cuma chat’.

Padahal, lanjut dr Lahargo, secara psikologis ini adalah bentuk pelepasan tanggung jawab moral. Sesuatu tidak lagi dianggap candaan saat martabat orang lain menjadi korbannya.

“Kekerasan seksual tidak harus berupa sentuhan langsung. Di era digital, kata-kata dan isi percakapan dapat melukai sama dalamnya dengan tindakan fisik, terutama ketika menyerang harga diri dan rasa aman korban,” pungkasnya.

Sebelumnya sedang Viral sebuah tangkapan layar percakapan berisikan pelecehan seksual di grup WhatsApp yang diduga dilakukan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI). Belasan terduga pelaku mendapatkan sidang terbuka yang diinisiasi pihak korban.

Pihak Universitas Indonesia (UI) melalui akun Instagram resminya membenarkan aduan dugaan tindakan pelecehan seksual pada 12 April 2026.

“Pada tanggal 12 April 2026, Fakultas menerima laporan mengenai dugaan pelanggaran kode etik yang juga berpotensi mengandung unsur tindak pidana, terkait aktivitas sebagian mahasiswa,” demikian pernyataan Fakultas Hukum UI lewat akun Instagram yang dilihat detikcom, Senin (13/4).

“Berdasarkan laporan tersebut, Fakultas mengetahui beredarnya tangkapan layar percakapan yang diduga melibatkan mahasisa dan memuat konten yang tidak pantas, termasuk indikasi kekerasan seksual,” sambungnya.

Saat ini, pihak FH UI tengah menelusuri dan verifikasi secara serius, cermat, dan menyeluruh. Proses ini dilakukan dengan menjunjung tinggi prinsip kehati-hatian dan keadilan, serta mengecam tindakan tersebut. ***

  • Penulis: Adi Bima

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Respon Trump Terpilihnya Pemimpin Tertinggi Iran Matjoba Khamenei, Dingin dan Tidak Terima

    Respon Trump Terpilihnya Pemimpin Tertinggi Iran Matjoba Khamenei, Dingin dan Tidak Terima

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 34
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menanggapi terpilihnya pimpinan Iran yang baru Mojtaba Khamenei dengan tidak banyak bicara, sebagian melihat sikap dingin dari presiden di negara paman sam tersebut. “Kita akan lihat nanti,” ujar Trump ketika ditanya soal terpilihnya Mojtaba Khamenei pada Senin (9/3). Sementara itu, Middle East Eye melaporkan bahwa Trump tampak ‘tidak senang’ dengan […]

  • Mendukbangga Verifikasi Legalitas Little Aresha, Hasilnya Tak Berizin

    Mendukbangga Verifikasi Legalitas Little Aresha, Hasilnya Tak Berizin

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 11
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS –Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Wihaji bongkar verifikasi legalotas daycare Lottle Aresha, berdasarkan laporan yang diterimanya, daycare tersebut yang diduga melakukan kekerasan pada anak-anak yang dititipkan di situ, hasil diluar dugaan ternyata Tempat Penitipan Anak (TPA) tersebut tidak memiliki izin. Wihaji mengatakan di Jakarta, Selasa, bahwa kejadian dugaan kekerasan tersebut menjadi sebuah pembelajaran untuk […]

  • Jelang Lebaran 2026 Pemerintah Pastikan Stok Pangan dan BBM Aman, Menteri Perdagangan: Kami Pastikan Harga Stabil

    Jelang Lebaran 2026 Pemerintah Pastikan Stok Pangan dan BBM Aman, Menteri Perdagangan: Kami Pastikan Harga Stabil

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 49
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Pemerintah memastikan stok pangan dan pasokan energi di dalam negeri berada dalam kondisi aman menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran  2026. Pemerintah juga berupaya menjaga stabilitas harga agar tetap terjangkau bagi masyarakat selama periode  Ramadhan hingga Lebaran. Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia (Menpan RI) Zulkifli Hasan dan Menteri […]

  • Hattrick Persib Bandung Juarai Liga 1 Indonesia Musim 2025/2026, Masyrakat Bandung Tumpah Ruah Bergelora Ria

    Hattrick Persib Bandung Juarai Liga 1 Indonesia Musim 2025/2026, Masyrakat Bandung Tumpah Ruah Bergelora Ria

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 13
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Laga pamungkas telah dilakoni Persib bandung kontra Persijap Jepara sabtu sore (23/5.2026), dalam pertandingan itu Maung Bandung menjamu Persijap di Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) dengan skor akhir sama kuat 0-0, namn perlu diketahui dengan hasil itu sudah cukup bagi Pesib Bandung mengangkat trofi juara liga 1 Indonesia ke-4nya untuk musim 2026/2026. Stadion […]

  • Bak Ratu Jabar Putri Dedi Mulyadi, Ni Hyang Ulang Tahun Ke-7 Diarak-arakan Pakai Patung Buaya dan Singa

    Bak Ratu Jabar Putri Dedi Mulyadi, Ni Hyang Ulang Tahun Ke-7 Diarak-arakan Pakai Patung Buaya dan Singa

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 23
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Kebahagiaan terpancar jelas dari muka Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, pasalnya anak bungsunya Hyang Sukma Ayu atau yang akrab disapa Ni Hyang tengah berulang tahun yang ke-7, acaranya pun berlangsung meriah dan menjadi sorotan publik. Tak sekadar pesta biasa, momen ulang tahun tersebut dikemas dalam konsep pesta rakyat yang melibatkan warga sekitar dan […]

  • Danantara Ungkap Alasan Garuda Indonesia Alami Kerugian Hingga Rp 5,42 Triliun pada 2025

    Danantara Ungkap Alasan Garuda Indonesia Alami Kerugian Hingga Rp 5,42 Triliun pada 2025

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 20
    • 0Komentar

    INFOKIA.NEWS – GIAA mencatatkan kerugian sebesar USD 319,39 juta atau setara Rp 5,42 triliun (asumsi kurs Rp 16.990) sepanjang 2025 lalu. Angka tersebut melonjak drastis dari USD 69,77 juta atau Rp 1,18 triliun di 2024. Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengamini, beban operasional menjadi salah satu alasan membengkaknya kerugian tersebut. Dony buka suara […]

expand_less