Saat Presiden Prabowo Berbaur Mesra Di Hari Buruh Internasional di Monas, Lempar Kemeja Safari Sampai Nyanyi dan Joget Gemoy Bersama
- account_circle Adi Bima
- calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
- visibility 10
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INFOKITA.NEWS -Sejumlah momen menarik terrekam ketika Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Jumat (1/5/2026).
Presiden Prabowo Subianto tampak guyub dan berbaur bersama para buruh pada peringatan Hari Buruh Internasional di monas itu.
Pada pukul 08.37 WIB, Prabowo tiba di Monas dengan menggunakan mobil Maung warna putih.
Prabowo berdiri di atas Maung untuk menyapa warga dengan memakai kemeja safari warna coklat muda serta topi dengan warna yang sama.
Selama masuk area Monas menuju panggung acara, Prabowo menyapa satu per satu warga dari atas Maung.
Ia menoleh ke arah kanan dan kiri sambil melambaikan tangan dan memberikan sikap hormat, sesekali juga dia meraih tangan buruh untuk menyalami mereka.
Kemudian, setelah turun dari mobil, Prabowo melanjutkan perjalanan ke panggung acara sambil kembali menyapa dan menyalami warga sekitar yang juga hadir di lokasi.
Kedatangan Prabowo bertepatan saat grup band Tipe X tengah melantunkan lagu “Kamu Enggak Sendirian”.
Saat memasuki area panggung, Prabowo kembali melambaikan tangannya ke arah buruh seraya menikmati lagu yang dibawakan Tipe X.
Bahkan, saat Tipe X masih bernyanyi “Kamu Enggak Sendirian”, Prabowo asyik menikmatinya dengan berjoget.
Momen Prabowo berjoget tersebut membuat suara buruh langsung bergemuruh.
Setelah kedatangan Prabowo dan penampilan Tipe X, acara langsung dilanjutkan dengan menyanyikan lagu “Indonesia Raya”.
Seusai menyampaikan pidatonya, Prabowo menyalami sejumlah pimpinan organisasi buruh dan memeluk sejumlah buruh yang naik ke atas panggung.
Bahkan, Prabowo membuka baju safari dan memberikan baju kebesarannya itu kepada buruh.
tampak santai mengenakan kaos hitam. Prabowo juga langsung bergabung bersama buruh. Bersalaman hingga memeluk sejumlah buruh sebelum masuk ke mobil kepresidanan dan beranjak dari lokasi acara.
Di awal pidato, Prabowo mengatakan buruh, petani, nelayan, hingga pekerja menjadi bagian terpenting dari perjalanannya menjadi presiden.
“Saya merasa jadi presiden karena dukungan kaum buruh, tani, nelayan, pekerja,” kata Prabowo.
Menurut Presiden, para pekerja adalah bagian dari masyarakat Indonesia yang harus dibela. Prabowo menekankan akan selalu membela kepentingan rakyat, terutama kaum buruh.
“Saya bersumpah berjuang untuk kepentingan rakyat, terutama yang hidupnya masih sulit,” kata Prabowo yang disambut dengan teriakan dan tepuk tangan para buruh yang hadir.
Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan tak rela ada anak Indonesia yang masih kelaparan.
Prabowo pun tak rela jika masih ada ibu yang tak dapat membeli susu untuk anak-anaknya. Kepala Negara juga tidak rela kekayaan Indonesia yang mestinya dinikmati masyarakat, justru dirampok oleh para pengusaha.
“Saya tidak rela ada pejabat yang bekerja sama dengan pengusaha serakah,” ujarnya.
Dalam kesempatan ini, Prabowo meyakini masih ada pengusaha yang benar-benar tulus untuk ikut membangun negeri ini. ***
- Penulis: Adi Bima

Saat ini belum ada komentar