Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » Resiko Penularan Campak Masyarakat Diimbau Memanfaatkan Imunisasi, Ketua IDAI: Itu Bukan Penyakit Sepele

Resiko Penularan Campak Masyarakat Diimbau Memanfaatkan Imunisasi, Ketua IDAI: Itu Bukan Penyakit Sepele

  • account_circle Adi Bima
  • calendar_month 3 jam yang lalu
  • visibility 18
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INFOKITA.NEWS – Penyakit Campak masih ditemukan di masyarakat dan berpotensi membahayakan. Infeksi ini disebabkan oleh virus yang sangat mudah menular melalui udara maupun kontak dekat antarindividu, sehingga penyebarannya sulit dikendalikan jika tidak diwaspadai sejak dini.

Di kalangan masyarakat Makassar, campak atau morbili dikenal dengan sebutan “sarampa”. Pada tahap awal, gejala penyakit ini kerap disalahartikan sebagai kondisi ringan karena ditandai munculnya ruam merah di kulit.

Imunisasi menjadi langkah utama dalam mencegah penyebaran Campak di masyarakat. Upaya ini dinilai paling efektif karena mampu membentuk kekebalan tubuh sekaligus menekan penularan penyakit yang sangat mudah menyebar melalui udara.

Program imunisasi campak sendiri tersedia secara gratis di berbagai fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan posyandu. Pemerintah telah menjadikannya bagian dari program wajib karena campak termasuk penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin.

“Campak bisa dicegah dengan imunisasi dan program ini tersedia gratis,” ujar dr. A. Husni Esa Darussalam saat berbincang di Pro 1 RRI Makassar, Minggu (26/4/2026)

Pemberian imunisasi dilakukan sejak usia bayi hingga anak sekolah. Jadwal imunisasi campak dimulai pada usia sembilan bulan, kemudian diberikan dosis lanjutan atau booster pada usia 18 bulan serta saat anak memasuki usia sekolah dasar.

Ia menekankan pentingnya kepatuhan orang tua dalam mengikuti jadwal vaksinasi anak. Namun, menurutnya sempat terjadi penurunan minat imunisasi setelah pandemi, yang diperparah oleh beredarnya informasi keliru di media sosial.
“Untuk mencapai herd immunity, lebih dari 90 persen populasi harus diimunisasi,” jelas dr. Husni. Tanpa cakupan tersebut, risiko penyebaran penyakit akan meningkat dan memicu terjadinya wabah di lingkungan masyarakat.

Selain anak-anak, orang dewasa juga berisiko terkena campak, terutama saat daya tahan tubuh menurun akibat kelelahan atau penyakit tertentu. Penanganan campak umumnya bersifat simptomatik karena disebabkan virus, sementara antibiotik hanya diberikan jika terjadi komplikasi infeksi bakteri.

Masyarakat diimbau tidak sembarangan mengonsumsi obat tanpa indikasi medis dan tetap berkonsultasi dengan tenaga kesehatan, serta menjaga daya tahan tubuh sebagai langkah pencegahan.

Senada dengan itu Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) kembali mengingatkan masyarakat akan bahaya serius penyakit campak, terutama bagi anak-anak yang menderita gizi buruk.

Ketua IDAI Jabar, Anggraini Alam mengungkapkan, kombinasi antara malnutrisi dan infeksi campak disebut sebagai faktor utama yang memicu tingginya angka kematian pada kasus campak di berbagai daerah.

Ia menekankan bahwa status gizi memegang peranan vital dalam pertahanan tubuh anak saat melawan virus. Anak dengan gizi buruk memiliki sistem imun yang lemah, sehingga ketika terinfeksi campak, dampaknya menjadi sangat fatal dibandingkan anak dengan gizi baik.
“Gizi buruk tentu saja, bilamana dia gizi buruk, daya tahan tubuhnya kurang, terkena campak bukan main (dampaknya). Inilah yang menyebabkan kematian,” ujar Anggraini dalam webinar Media Briefing IDAI, Sabtu (28/2/2026).

Anggraini memaparkan bukti nyata dari beberapa kasus KLB campak yang pernah terjadi di Indonesia. Ia mencontohkan kejadian di Timika, Papua, pada tahun 2017, serta kasus serupa di Mimika, Baduy, dan Sumenep, di mana angka kematian melonjak akibat kondisi gizi anak yang memprihatinkan.

“Kami itu sudah ke Timika. 70 (anak) meninggal di sana karena gizi buruk dan campaknya. Di tahun berikutnya di Mimika, demikian juga. Baduy, ketemu. Kemarin di Sumenep ternyata banyak yang meninggal, banyak kasusnya,” ungkap Anggraini.

Meski anak dengan gizi baik cenderung mengalami gejala yang lebih ringan jika tertular campak, terutama jika sudah pernah diimunisasi, Anggraini mengingatkan bahwa risiko komplikasi jangka panjang tetap mengintai.

Ia menyoroti risiko Subacute Sclerosing Panencephalitis (SSPE), sebuah komplikasi radang otak mematikan yang bisa muncul bertahun-tahun setelah infeksi awal, terutama jika anak terinfeksi campak di usia di bawah dua tahun.
“Orang Inggris, gizi anaknya baiknya bukan main. Ternyata next 15 tahun ke atas terkena SSPE,” jelasnya.

Karena itu, dalam penanganan campak, IDAI juga menyoroti pentingnya pemberian Vitamin A dosis tinggi. Anggraini menjelaskan bahwa virus campak secara agresif menurunkan kadar Vitamin A dalam tubuh anak.

Hal ini seringkali disalahpahami orang tua yang mengira konsumsi sayuran biasa seperti wortel sudah cukup untuk penanganan.

Menurut Anggraini, dosis yang dibutuhkan untuk terapi campak sangat besar, yakni antara 100.000 hingga 200.000 International Unit (IU), jumlah yang tidak bisa didapatkan hanya dari konsumsi wortel.

“Betul sekali virus campak itu memang menurunkan vitamin A. (Tapi) saya jadi ingin tahu berapa wortel itu sama dengan 100 ribu atau 200 ribu IU? Tentu kita tidak minta satu pikap wortel untuk dimakan anaknya,” kata dia.

Oleh karena itu, IDAI mengimbau agar pencegahan melalui imunisasi dan perbaikan gizi tetap menjadi prioritas utama untuk mencegah kematian akibat penyakit yang sebenarnya dapat dicegah ini.

“Wajib imunisasi. Kalau begitu terus rasanya masyarakat bakal ikut deh, dan bisa menghilangkan mindset bahwa campak itu ringan-ringan saja,” pungkasnya. ***

  • Penulis: Adi Bima

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Arsenal Melaju Ke Semifinal Usai Imbang Lawan Sporting CP

    Arsenal Melaju Ke Semifinal Usai Imbang Lawan Sporting CP

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 9
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Klub London Utara, Arsenal sukses mengamankan satu kursi semifinal liga Champions musim 2025/2026 setelah bermain imbang melawan wakil Portugal, Sporting Lisbon di Emirates Stadium, Kamis (16/4/2026) dini hari WIB. Hasil tersebut cukup mengantarkan Arsenal ke semifinal. Laga Arsenal vs Sporting CP berlangsungLaga ini dimulai dengan keunggulan agregat 1-0 untuk Meriam London dari pertemuan […]

  • Sah! Mojtaba Khamenei Dinobatkan Sebagai Pemimpin Tertinggi Iran, Trump: Ia harus mendapatkan persetujuan dari kami

    Sah! Mojtaba Khamenei Dinobatkan Sebagai Pemimpin Tertinggi Iran, Trump: Ia harus mendapatkan persetujuan dari kami

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 60
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Serangan AS-Israel menyebabkan jatuhnya korban jiwa yang berdampak langsung pada stabilitas negara timur tengah tersebut. Sepekan setelah gugurnya Ali Khamenei pada (28/2) lalu, kini Iran resmi menunjuk dan menetapkan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi Republik Islam Iran menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan Amerika Serikat dan Israel yang memicu konflik […]

  • Heboh Pengurus RW di Kalideres Minta THR ke Pengusaha, Minimal Rp 200 Ribu

    Heboh Pengurus RW di Kalideres Minta THR ke Pengusaha, Minimal Rp 200 Ribu

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 24
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Belum lama ini telah beredar surat permintaan Tunjangan Hari Raya (THR) dari pengurus RW di Kelurahan Kamal, Kalideres, Jakarta Barat, ke sejumlah perusahaan yang menjadi heboh di media sosial. Surat tersebut menuai sorotan publik lantaran mencantumkan nominal sumbangan yang dipatok mulai dari Rp200 Ribu, Rp300 Ribu, dan Rp500Ribu Permintaan itu diajukan oleh satu […]

  • 300 SPPG Jabar yang Ditutup Dalam Pantauan Serius Komisi IX DPR RI

    300 SPPG Jabar yang Ditutup Dalam Pantauan Serius Komisi IX DPR RI

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 6
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Anggota Komisi IX DPR RI Obon Tabroni menyebutkan, hingga saat ini masih ada pemerintah daerah (pemda) dan Badan Gizi Nasional (BGN) tak sinkron terkait pengelolaan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). “Karena ternyata tadi, ada informasi belum klop antara pemerintahan daerah dengan BGN. Ya, selesai pertemuan ini, mereka sudah dapat SK, silakan tindak […]

  • Makin Ngeri! Manchester United Bungkam Aston Villa 3-1

    Makin Ngeri! Manchester United Bungkam Aston Villa 3-1

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 20
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Manchester United kembali menambah tiga poin usai membungkam Aston Villa dengan skor 3-1 pada Minggu (25/6) di lanjutan pekan ke-30 liga premier inggris musim 2025/2026. Hasil tersebut semakin memperkokoh posisi TimSetan Merah tersebut di[posisi tiga klasemen sementara dengan raihan 54 poin. Dalam laga melawan tim asuhan Michael Carrick itu cukup kesulitan dalam membongkar […]

  • THR ASN, TNI Polri Tahun 2026 Naik Rp 55 Triliun

    THR ASN, TNI Polri Tahun 2026 Naik Rp 55 Triliun

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 61
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Menjelang bulan suci Ramadhan tahun 2026 dan lebaran idul fitri, tidak terlepas dari Tunjangan Hari Raya (THR) yang dinanti hal ini merupakan elemen penting dalam membantu kebutuhan jelang hari raya, mulai dari mudik, belanja keluarga, dan persiapan lainnya. Kementrian keuangan telah menganggarkan dana sebesar Rp 55 Triliun untuk para Aparatur Sipil Negara (ASN) […]

expand_less