Mengenal dan Pengalaman Aktor Down Syndrome Indonesia, Ridho Khaliq Debut Bareng Vino G Bastian
- account_circle Adi Bima
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INFOKITA.NEWS – Memasuki tahun 2026 sebuah catatan bersejarah dalam dunia perfilman Indonesia baru saja mencatat sebuah tonggak sejarah yang membanggakan. Seorang aktor cilik bernama Rhido Khaliq resmi dipercaya sebagai pemeran utama dalam film nasional terbaru, “Tanah Runtuh” karya Rudy Sudjarwo.
Prestasi ini membawanya sebagai aktor pertama dengan Down syndrome yang mendapatkan peran sentral di industri film Tanah Air, membuktikan bahwa bakat dan mimpi tidak mengenal batas.
Rhido dipilih untuk beradu akting dengan aktor papan atas Vino G. Bastian dalam film yang diyakini akan menjadi tontonan inspiratif ini.
Keberanian tim produksi dalam memberikan kepercayaan sebesar itu kepada Rhido disambut antusias oleh berbagai kalangan. Langkah ini dinilai sebagai sebuah terobosan yang tidak hanya menyegarkan industri kreatif, tetapi juga mengirimkan pesan kuat tentang pentingnya kesetaraan.
“Tanah Runtuh bukan tentang bencana besar tapi tentang luka-luka kecil yang seringtak terlihat,” tulis akun resmi film @dennysiregarproduction.
Peran yang dimainkan oleh Rhido dalam film “Tanah Runtuh” bukan sekadar tampil di layar lebar. Lebih dari itu, keterlibatannya menjadi simbol pembuka ruang cerita yang lebih luas dan inklusif.
Representasi penyandang disabilitas di industri hiburan selama ini masih sangat terbatas, dan hadirnya Rhido sebagai pemeran utama diharapkan dapat menginspirasi para sineas lain untuk lebih berani mengeksplorasi keberagaman dalam karya mereka.
Kisah Rhido juga menjadi bukti nyata bahwa industri film nasional mulai bertransformasi menjadi ekosistem yang lebih ramah terhadap keberagaman.
Dukungan penuh dari keluarga, sutradara, serta para pemain senior seperti Vino G. Bastian menjadi fondasi penting bagi Rhido untuk bisa tampil maksimal. Kerja sama yang solid ini menciptakan lingkungan kerja yang suportif dan profesional, di mana perbedaan justru menjadi kekuatan.
Momentum bersejarah ini ternyata tidak hanya menarik perhatian di dalam negeri, tetapi juga membuka mata dunia internasional.
Beberapa pihak dari negara lain disebut-sebut mulai melirik pendekatan inklusif yang diterapkan dalam produksi film ini. Ketertarikan tersebut diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi lintas negara serta mendorong terciptanya industri perfilman yang lebih produktif dan beragam secara global.
Bagi Rhido pribadi, kesempatan ini adalah sebuah mimpi yang menjadi kenyataan. Di balik layar, ia dikenal sebagai anak yang ceria, disiplin, dan berbakat.
Proses syuting yang mungkin terasa berat bagi anak seusianya dijalani dengan penuh semangat, membuktikan bahwa dengan kesempatan yang sama, setiap individu mampu bersinar terang.
Langkah berani yang diambil oleh Denny Siregar Production selaku rumah produksi “Tanah Runtuh” patut diapresiasi setinggi-tingginya.
Dengan memberi tempat bagi Rhido, mereka telah ikut serta meruntuhkan stigma dan tembok pembatas yang selama ini ada. Film ini bukan hanya sebuah hiburan, melainkan sebuah gerakan sosial yang dikemas dalam balutan sinema.
Kehadiran Rhido Khaliq di layar lebar adalah sebuah kemenangan bagi inklusivitas. Ini adalah awal dari sebuah era baru di mana industri film tidak lagi hanya berbicara tentang bakat, tetapi juga tentang keberanian untuk merayakan perbedaan. Kini, mata publik tertuju pada layar bioskop, menanti penampilan inspiratif dari seorang pahlawan cilik yang mengubah sejarah
Sang ibu berbagi pengalaman anaknya
Marina, Ibu dari anak istimreanya membagikan pengalaman luar biasa yang dialami putranya selama proses syuting.
“Bersyukur karena semuanya, mulai dari Mas Rudy, semua pemeran dan kru sangat berusaha mengenal dan memahami Ridho. Ridho pun berusaha memahami semua arahan yang diberikan,” ungkap sang ibu.
Marina juga mengungkapkan bahwa awalnya keluarga hanya ingin memberi ruang bagi minat seni putranya.
“Saat Ridho ditawari seni peran, kami ingin mencoba. Ternyata Ridho sangat menikmati. Bahkan setelah selesai syuting, di rumah ia masih sering dance dan acting dengan caranya sendiri,” ujarnya.
Melalui proses reading dan syuting, kemampuan komunikasi serta rasa percaya diri Ridho pun semakin berkembang.
Pengalaman ini bukan sekadar tentang film. Ini adalah kisah tentang tumbuhnya kepercayaan diri anak berkebutuhan khusus ketika diberi kesempatan yang setara. Kisah Ridho menjadi pengingat bagi orang tua bahwa dukungan, kesabaran, dan keberanian mencoba hal baru dapat membuka jalan besar bagi masa depan anak. ***
- Penulis: Adi Bima

Saat ini belum ada komentar