Luka Dipelipis, Waketum PSI Alami Pengeroyokan Di Depan Babinsa
- account_circle Ad Bima
- calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
- visibility 9
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INFOKITA.NEWS – Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ronald A Sinaga atau yang biasa dipanggil Bro Ron, mengalami perlakuan tidak mengenakan pasalnya dirinya dipukul oleh dua orang pria di kantor firma hukum MPP, Jalan Soeroso, Cikini, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat pada Senin (4/5/2026).
Pemukulan terhadap Ronald viral pada Selasa (5/5/2026), setelah diunggah oleh Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni dalam akun Instagram resminya @ahmadsahroni88.
Saat dikonfirmasi, Ronald mengungkapkan bahwa peristiwa itu terjadi saat dirinya mendampingi karyawan PT SKS beraudiensi ke kantor firma hukum MPP.
Para karyawan dilaporkan belum menerima gaji dari perusahaan karena diduga ditahan oleh pihak MPP.
“Mendampingi untuk persoalan gaji karyawan dan pertanggungjawaban uang perusahaan PT SKS sebesar Rp 9 miliar,” ujar Ronald saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa (5/5/2026).
Diduga pihak MPP menguasai keuangan PT SKS. Menurut Ronald, MPP merupakan penasihat hukum dari PT SKS.
“(Gaji) Tidak terbayarkan. Antara tertahan atau bagaimana kita belum tahu pasti karena belum ada klarifikasi dari mereka (MPP),” jelasnya.
Alasan Bro Ron diajak karyawan PT SKS karena dianggap mengenal pimpinan kantor MPP.
Sebab pimpinan dari firma hukum MPP pernah menjadi kuasa hukum dirinya pada 2025 lalu.
“Karena pimpinan kantor hukum MPP ini adalah mantan partner saya tahun lalu. Dan saya diminta bantu mediasi,” ungkap Ronald.
Namun saat karyawan PT SKS hendak mediasi di depan gedung kantor MPP. Tiba-tiba, datang tiga orang masuk kantor MPP.
Mereka yang mengaku sebagai petugas keamanan kantor MPP meminta karyawan PT SKS dan Bro Ron keluar gedung jika ingin melakukan unjuk rasa.
Adu mulut tiga orang pria tidak dikenal, karyawan PT SKS dan Ronald pun tak terhindarkan. Menurut Ronald, tiga pria berhasil dipukul mundur oleh anggota Polsek Menteng yang sudah terlebih dulu hadir di lokasi.
“Dipukul mundur maksudnya dikawal turun melalui lift, entah diusir atau dikawal sampai lobi gedung,” kata Ronald.
Bukannya meninggalkan lokasi, tiga pria tersebut naik kembali ke lantai 4 yang merupakan lokasi Kantor MPP. Perselisihan pun kembali terjadi sekitar 10 detik. Tiba-tiba dua pria memukul Ronald.
“Terjadilah pemukulan seperti di video, 2 orang yang mukul,” tuturnya.
Ronald pun menyayangkan pemukulan dan perselisihan terjadi di depan anggota kepolisian dan Babinsa.
“Di depan anggota Polsek Menteng dan Babinsa, mereka berani melakukan kekerasan,” katanya. Usai kejadian tersebut, Ronald segera melapor ke Polsek Menteng.
Usai kejadian tersebut, Ronald segera melapor ke Polsek Menteng.
Setelah itu, Ronald mendapat penanganan medis di RSCM, Cikini, Jakarta Pusat karena menderita luka pada pelipis mata.
Bagian luka belum sempat mendapat jahitan dan hanya dibalut dengan kasa.
“Semalam tidak jahit di RSCM setelah visum karena langsung balik ke Polsek untuk pemeriksaan,” tutur Ronald.
Ia pun mengatakan bahwa darah masih mengalir dari pelipis matanya. Hal itu terlihat dari kain kasa yang dipakainya berwarna merah pada Selasa pagi.
“Semalam sebelum pulang kasa bersih. Pagi ini bangun kasa sudah merah semua. Ini mau ke RS lagi untuk jahit pelipis mata,” tambahnya. ***
- Penulis: Ad Bima

Saat ini belum ada komentar