Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Uncategorized » Fenomena Pemecatan Karyawan di Perusahaan Global, Simak 10 Alasan Perusahaan Pecat Gen Z Ini

Fenomena Pemecatan Karyawan di Perusahaan Global, Simak 10 Alasan Perusahaan Pecat Gen Z Ini

  • account_circle Adi Bima
  • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
  • visibility 10
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INFOKITA.NEWS – Fenomena dunia memasuki perkembangan yang cukup mengejutkan, ramai di perusahaan memberhentikan karyawan mereka, terutama bagi mereka yang tergolong Generasi Z (Gen Z).

Intelligent, platform konsultasi pendidikan dan karier berbasis di Washington DC, Amerika Serikat, mengungkapkan data mengejutkan tentang pekerja Gen Z.

Berdasarkan survei Intelligent, sekitar enam dari 10 perusahaan mengaku telah memecat lulusan baru yang direkrut tahun ini.

Alasannya ialah kurangnya motivasi, minimnya profesionalisme, hingga keterampilan komunikasi yang buruk.

Kepala Penasihat Pendidikan dan Pengembangan Karier Intelligent, Huy Nguyen mengatakan, fresh graduate sering kesulitan beradaptasi di dunia kerja karena lingkungannya sangat berbeda dengan dunia pendidikan.

“Banyak yang belum siap menghadapi suasana kerja yang kurang terstruktur, dinamika budaya perusahaan, hingga ekspektasi untuk bekerja secara mandiri,” ujar Huy Nguyen dikutip dari Euronews.

Laporan lain yang dirilis pada April juga menunjukkan, banyak Gen Z masih bergantung pada dukungan orang tua saat mencari kerja.

Survei dari ResumeTemplates mencatat 70 persen responden mengaku meminta bantuan orang tua dalam proses pencarian kerja.

Sebanyak 25 persen di antaranya membawa orang tua saat wawancara kerja, dan sebagian lainnya meminta orang tua membantu mengirimkan lamaran atau menulis resume.

Ini alasan utama perusahaan memecat karyawan Gen Z:

  1. Kurangnya motivasi atau inisiatif (50 persen)
  2. Kurangnya profesionalisme (46 persen)
  3. Keterampilan organisasi yang buruk (42 persen)
  4. Keterampilan komunikasi yang lemah (39 persen)
  5. Kesulitan menerima masukan (38 persen)
  6. Kurangnya pengalaman kerja yang relevan (38 persen)
  7. Keterampilan pemecahan masalah yang rendah (34 persen)
  8. Keterampilan teknis yang tidak memadai (31 persen)
  9. Ketidakcocokan budaya kerja (31 persen)
  10. Kesulitan bekerja dalam tim (30 persen)

Fenomena Gen Z yang kesulitan beradaptasi di lingkungan kerja juga membuat mereka mudah membuat keputusan untuk mengundurkan diri dari pekerjaan. Baru-baru ini, dua karyawan Gen Z asal Malaysia jadi sorotan usai mengundurkan diri hanya dua hari setelah mulai bekerja.

Seorang pengusaha mengungkapkan pengalaman tersebut lewat Threads. Ia mengatakan menerima surat pengunduran diri tulisan tangan dari dua staf muda yang sebelumnya sempat mengambil cuti sakit setelah dua hari bekerja.

“Setelah cuti, mereka datang ke saya sambil berkata, ‘Hi, apa kabar? Ini surat pengunduran diri kami’,” tulis sang pengusaha saat mengunggah foto surat tersebut.

Kedua surat yang ditulis di kertas ukuran A4 itu hanya berisi satu paragraf yang menyebutkan alasannya mundur. Karyawan itu menyebutkan tidak sanggup beradaptasi dengan cuaca dan biaya hidup

Berdasarkan data Federal Reserve New York pada akhir 2025, tingkat pengangguran lulusan baru di Amerika Serikat mencapai 5,7 persen atau sekitar 1,5 poin lebih tinggi dibanding kelompok usia lain.

Hal tersebut dipengaruhi perubahan struktural perusahaan ataupun perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Ia sempat bertemu seorang mahasiswi berbakat lalu kesulitan mendapatkan pekerjaan, kendati memiliki kemampuan akademik yang bagus.

Lulusan baru disarankan lebih membuka diri terhadap berbagai jenis pekerjaan serta tidak hanya terpaku pada jalur karier sesuai jurusan kuliah. ***

  • Penulis: Adi Bima

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kemenparin Ungkap Keprihatinan dan Penyebab Penutupan PT.Krakatau Osaka Steel

    Kemenparin Ungkap Keprihatinan dan Penyebab Penutupan PT.Krakatau Osaka Steel

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 6
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Masyarakat Indonesia dikejutkan dengan penutupan pabrik baja multinasional di Cilegon, PT Krakatau Osaka Steel beberapa waktu lalu. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengungkap penyebab KOS menghentikan kegiatan produksi hingga menutup seluruh operasional bisnisnya di Indonesia mulai Juni 2026. Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arief mengatakan tekanan industri yang berasal dari faktor global dan domestik […]

  • Gemuruh Indonesia Raya di Jerez Spanyol, Pembalap Muda Indonesia, Kiandra Ramadhipa Sukses Kunci Podium di Ajang Moto4 2026

    Gemuruh Indonesia Raya di Jerez Spanyol, Pembalap Muda Indonesia, Kiandra Ramadhipa Sukses Kunci Podium di Ajang Moto4 2026

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 8
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Sirkuit Jerez bergemuruh ketika lagu kebangsaaan Indonesia Raya itu dinyanyikan. Ya, Indonesia Raya berkumandang di Sirkuit Jerez Spanyol Usai Kiandra Ramadhipa Juarai Kelas Moto 4 Pembalap Indonesia yang baru berusia 16 tahun, Muhammad Kiandra Ramadhipa, memenangi balapan kedua GP Spanyol Red Bull MotoGP Rookies Cup 2026 di Sirkuit Jerez, Cadiz, Spanyol, Ahad (26/4/2026). […]

  • KDM Buka Solusi Permudah Pembayaran Pajak Kendaraan Untuk Warga Jabar

    KDM Buka Solusi Permudah Pembayaran Pajak Kendaraan Untuk Warga Jabar

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 24
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Bagi warga Jawa Barat tidak perlu khawatir lagi dalam mengurus pembayaran pajak kendaraan, sebabnya Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kembali mengumumkan terobosan baru yang mempermudah masyarakat dalam melakukan pembayaran pajak kendaraan bermotor tahunan. Melalui kebijakan tersebut, masyarakat yang hendak melakukan perpanjangan pajak kendaraan tahunan di layanan Samsat tidak lagi diwajibkan membawa KTP pemilik […]

  • Negosiasi Perdamaian AS-Iran Kembali Temui Jalan Buntu

    Negosiasi Perdamaian AS-Iran Kembali Temui Jalan Buntu

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 13
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Harapan perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran semakin pupus setelah Presiden AS Donald Trump membatalkan kepergian utusan khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner ke Pakistan untuk berunding dengan Iran. Di sisi lain, pihak Iran masih bersikukuh untuk tidak melunakkan proposal perdamaiannya. “Saya bilang, ‘tidak, kalian tak akan melakukan penerbangan 18 jam untuk […]

  • SD Negeri Ibu Dewi 4 Cianjur Perkuat Karakter dan Toleransi Sejak Pagi

    SD Negeri Ibu Dewi 4 Cianjur Perkuat Karakter dan Toleransi Sejak Pagi

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Asmuh
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Penguatan pendidikan karakter yang dicanangkan pemerintah pusat melalui kebijakan Profil Pelajar Pancasila menemukan wujud nyatanya di SD Negeri Ibu Dewi 4 Cianjur. Sekolah dasar negeri ini konsisten menanamkan nilai spiritual, toleransi, dan kebangsaan kepada siswa sejak pagi hari, bahkan sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai. “Setiap pagi, Anak-anak disini selama 30 menit dibiasakan saling berhadapan, tegur […]

  • Ibu Tiri di Sukabumi Akhirnya Buka Suara Terkait Kematian NS

    Ibu Tiri di Sukabumi Akhirnya Buka Suara Terkait Kematian NS

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 35
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Kematian pelajar SMP asal Sukabumi NS (12) hingga kini masih menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat Hal ini dikarenakan foto dan video kondisi tubuhnya yang dipenuhi luka melepuh tersebar luas di jagat maya. Menanggapi anggapan liar mengenai dugaan penganiayaan, ibu tiri korban berinisial TR (47) buka suara. TR menjelaskan bahwa kondisi fisik NS yang […]

expand_less