Tembus 200 Kasus per Hari, Angka Perceraian di Surabaya Melonjak Tajam Selama Ramadhan 2026
- account_circle Adi Bima
- calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
- visibility 8
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INFOKITA.NEWS – Berbeda sengan ramadhan sebelumnya, ramadhan 2026 di Surabaya mendadak viral, pengadilan agama tampak sibuk melayani masyarakat yang berbondong-bondong memadati gedung tersebut dalam rangka mengajukan permohonan cerai talak dan cerai gugat.
Kejadian ini sudah terpantau sejak akhir bulan Februari yang hingga kini menjadi daya tarik perhatian warga dunia maya.
Humas PA Surabaya, Akramudin, menjelaskan adanya lonjakan pemohon cerai sudah mencapai ratusan orang setiap harinya selama bulan Ramadan.
“Bisa dihitung berapa ratus orang yang ada di dalam sana,” ucap Akramudin pada Senin (2/3).
Menurutnya, peningkatan ini disebabkan oleh efek libur panjang Imlek dan awal Ramadan. Sidang yang seharusnya dilaksanakan sebelumnya sehingga terpaksa ditunda selama dua minggu.
“Itu dampak daripada libur yang kemarin itu. Jadi kita menundanya itu 2 minggu. Jadi memang menundanya sidang itu dari hari Senin tanggal 16 (Februari 2026) itu. Nah, itulah yang kemudian menjadi menumpuk. Dan penumpukan itu juga di apa namanya ditambah dengan jumlah perkara yang memang memang tinggi,” paparnya.
Ia menambahkan bahwa penundaan sidang akibat libur Imlek menyebabkan penumpukan perkara yang signifikan.
“Hari Senin Selasa itu malah libur. Iya, Imlek itu. Di situ lah akhirnya semua lari ke (tanggal) 23 24 (Februari 2026). Nah, jadi kita tidak bisa hindari. Kalau kita mau offer 3 minggu. Sementara kita di sini kan sudah terjadwal,” imbuhnya.
Akramudin mengungkapkan bahwa empat ruang sidang di PA Surabaya selalu penuh sejak Senin hingga Kamis. Setiap satu ruang sidang rata-rata menggelar 50 hingga 68 sidang per hari, sehingga total mencapai sekitar 200 sidang setiap hari.
Jika sidang melibatkan agenda keterangan saksi dan saksi hadir, jumlah pemohon yang datang bisa bertambah hingga dua kali lipat. Hal serupa juga terjadi pada sidang pendaftaran baru.
“Kemudian belum lagi yang datang mau mendaftar. Jadi, belum mau sih belum mau mendaftar. Daftar belum daftar. Mau daftar. Nah, itu semua yang membuat kondisi bikin crowded (padat) itu. Di luar, di depan itu sudah setengah mati itu mengatur semua, mengaturnya juga itu agak kesulitan. Kalau sudah waktunya mereka sidang misalnya dari 4 ruangan ini sudah sudah jadwalnya harus masuk kan enggak mungkin menahan, mau enggak mau dia pasti harus masuk,” pungkasnya. ***
- Penulis: Adi Bima

Saat ini belum ada komentar