Serangan AS-Israel Ke Sekolah dan Rumah Sakit, Presiden Iran Tegaskan Tidak Akan Menyerah
- account_circle Adi Bima
- calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INFOKITA.NEWS – Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan Iran tak akan tinggal diam setelah serangan AS dan Israel menyasar sebuah sekolah dan rumah sakit di Teheran. Ia menekankan dunia harus mengutuk serangan tersebut.
Di dalam akun sosial media X ia menuliskan, “Serangan terhadap rumah sakit menyerang kehidupan itu sendiri. Serangan terhadap sekolah menargetkan masa depan suatu bangsa… Dunia harus mengutuknya,”
“Iran tidak akan tinggal diam atau menyerah pada kejahatan ini,” tambahnya.
Data yang dicatat oleh pemerintah Iran mengklaim 168 orang tewas di sekolah di wilayah selatan pada hari Sabtu.
Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa 48 pemimpin Iran telah tewas dalam serangan AS dan Israel ke negara tersebut. Trump menyebut operasi militer AS terhadap Iran sebagai “kesuksesan”.
“Tidak ada yang percaya dengan kesuksesan yang kita raih, sebanyak 48 pemimpin telah tewas dalam satu serangan. Dan ini berlangsung dengan cepat,” kata Trump dalam sebuha wawancara
Sebuah rumah sakit di Teheran utara kini mengalami kerusakan yang parah setelah serangan mengguncang lingkungan sekitarnya. Pejabat Kementerian Kesehatan Iran menyatakan tim darurat memindahkan pasien dari Ghandi General Hospital tidak lama setelah serangan menghantam pemancar sinyal televisi pemerintah dan sebagian gedung stasiun TV negara yang lokasinya berdekatan dengan fasilitas medis tersebut.
Garda Revolusi Iran memperingatkan bahwa Amerika Serikat “tidak akan lagi aman”. Peringatan itu dilontarkan pada hari ketiga serangan gabungan AS-Israel terhadap republik Islam tersebut.
“Musuh harus tahu bahwa hari-hari bahagia mereka telah berakhir dan mereka tidak akan lagi aman di mana pun di dunia, bahkan di rumah mereka sendiri,” kata pasukan Quds Garda Revolusi, yang mengawasi operasi luar negerinya, dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh televisi pemerintah. ***
- Penulis: Adi Bima

Saat ini belum ada komentar