War Takjil di Pekanbaru, Warga Rela Berdesakkan Demi Menu Idaman
- account_circle Adi Bima
- calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

war takjil pekanbaru 2026: warga rela berdesak-desakan
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INFOKITA.NEWS – Fenomena war takjil ramadhan 2026 pada sejumlah wilayah di Indonesia masih terus berlanjut, hal ini terlihat di WR Supratman, Pekanbaru setiap sore menjelang waktu berbuka puasa yang mendadak riuh dipadati warga yang memadati pedagang untuk untuk berburu takjil.
Sejak pukul 16.30 WIB, terlihat sudah banyak pengunjung sudah terlihat mengalir. Aroma gorengan yang baru diangkat dari wajan bercampur dengan wangi kolak pisang dan bubur sumsum yang mengepul hangat.
Di beberapa titik, pembeli bahkan harus berdiri berdesakan sambil bersiap membayar lebih dulu agar tidak kalah cepat.
Pembeli saling antre dan bergegas demi mendapatkan menu favorit sebelum kehabisan.
Seperti di lapak Qolbur Angel, dalam hitungan menit puluhan porsi ludes terjual. Pedagang pun tampak kewalahan melayani pembeli yang terus berdatangan tanpa henti.
Lapak ini menyajikan beragam menu takjil dan jajanan tradisional yang menggugah selera. Mulai dari aneka kolak, bubur manis, mie goreng, hingga onde-onde untuk berbuka puasa.
“Alhamdulilah berkah bulan Ramadan, kami jual takjil murah aja mulai dari Rp5 ribu hingga Rp 15 ribu,” ucap Pedagang Qolbur Angel, Enjelia, Senin (23/2).
Salah satu warga Pekanbaru, Dwivayana, mengakui dirinya sengaja datang lebih awal suoaya bisa memilih menu yang diinginkan. Menurutnya, jika membeli takjil mendekati waktu buka puasa, menu favoritnya keburu habis.
“Seru sih war takjil disini kalau tidak cepat, pasti kehabisan. Apalagi sala lauak dan bubur candil itu paling favorit saya, makanya ni rela antre-antrean untuk belanjanya,” ujarnya.
Diungkapkan, bahwa ia hampir setiap tahun datang ke Pasar Ramadan WR Supratman. Hal tersebut karena pilihan takjil di lokasi ini sangat beragam, mulai dari jajanan tradisional hingga makanan kekinian.
“Di sini saya lihat lengkap. Selain ada jajanan, saya bisa beli makanan berat untuk hidangan rumah dan berbagai minuman segar. Harganya juga masih terjangkau,” ungkap Dwivayana.
Seorang warga lain, Ridho mengaku suasana war takjil menjadi daya tarik tersendiri. Ia merasa momen berburu takjil memberikan pengalaman berbeda dibanding membeli makanan di hari biasa.
“Walaupun penat pulang kerja tapi seru rasanya lihat orang-orang ramai pilih makanan. Ada sensasi tersendiri saat antre dan takut kehabisan. Ini saya langsung beli nasi bakar, gorengan dan es buah untuk berbuka,” katanya.
Lain dengan mereka, Endang, seorang ibu rumah tangga yang datang bersama dua anaknya. Ia sangat senang karena banyak jajanan tradisional yang mengingatkannya pada masa kecil.
“Anak-anak sekarang jadi tahu makanan jadul seperti candil dan lupis. Saya memang sengaja ajak mereka supaya kenal jajanan tradisional,” tuturnya.
Matahri semakin tenggelam, langit semakin menghitam, warga bergegas pulang membawa kantong-kantong yang penuh berisi takjil.
Jalanan yang tadi sempat padat kembali lengang dalam hitungan menit.
War takjil di Pasar Ramadan WR Supratman Pekanbaru bukan sekadar perebutan makanan, melainkan sebuah cerita antusias masyarakat menyambut waktu berbuka puasa ramadhan. ***
- Penulis: Adi Bima

Saat ini belum ada komentar