Menepi 2 Pekan Akibat Cedera, Ussy Sulistiawaty Kini Persiapkan Diri di Maraton Shanghai
- account_circle Adi Bima
- calendar_month Senin, 2 Nov 2026
- visibility 3
- comment 0 komentar
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INFOKITA.NEWS – Persiapan Ussy Sulistiawaty menghadapi ajang maraton di Shanghai pada awal Desember 2026 kembali berjalan setelah sempat terganggu cedera.
Artis tersebut kini meningkatkan intensitas latihan untuk memulihkan kondisi fisiknya setelah mengalami insiden terjatuh saat berlari bersama suaminya, Andhika Pratama. Insiden itu terjadi ketika Ussy sedang melakukan aktivitas lari santai bersama Andhika.
Konsentrasinya yang sempat teralihkan membuat ia tersandung dan terjatuh hingga membentur permukaan aspal. “Saat berlari bersama Andhika, aku hanya berlari pelan. Mungkin memang sedang kehilangan konsentrasi, seperti tersandung, lalu jatuh,” kata Ussy Sulistiawaty Minggu (1/11/2026).
Akibat kejadian tersebut, Ussy harus menghentikan seluruh aktivitas olahraga selama dua pekan untuk menjalani pemulihan. Kondisi itu sempat memunculkan kekhawatiran karena biaya pendaftaran dan akomodasi perjalanan menuju Shanghai sudah dibayarkan.
“Kemarin aku sempat dua minggu tidak bisa latihan. Aku sempat bilang kepada Andhika, bagaimana kalau cedera ini terus berlanjut dan akhirnya aku tidak bisa berangkat ke Shanghai? Padahal tiket dan kebutuhan lainnya sudah dibayar,” tutur Ussy.
Andhika memberikan respons yang menenangkan ketika istrinya mengkhawatirkan kemungkinan gagal mengikuti perlombaan. Setelah menjalani masa pemulihan, kondisi Ussy berangsur membaik sehingga ia dapat kembali mempersiapkan diri.
“Dia bilang, kalau memang tidak bisa, ya sudah, tidak apa-apa. Eh, ternyata bisa,” ungkap Ussy. Setelah pulih dari cedera, Ussy kembali menjalani latihan secara intensif menjelang keberangkatannya ke Shanghai. Ia menetapkan target jarak latihan mingguan antara 70 hingga 80 kilometer untuk membangun kembali ketahanan tubuh.
“Dalam seminggu minimal 70 sampai 80 kilometer. Sekarang sedang digenjot, persiapan terus berjalan dan latihan dilakukan setiap hari,” jelasnya. Ussy juga menilai berbagai kendala fisik merupakan bagian dari proses persiapan menghadapi maraton jarak jauh.
Menurutnya, fase latihan membutuhkan perjuangan tersendiri sebelum peserta menjalani perlombaan. “Persiapan maraton memang selalu memiliki berbagai tantangan yang tidak kita inginkan dan tidak kita bayangkan. Jadi, diterima saja.
Sebenarnya, bagian yang melelahkan dari maraton adalah latihannya. Ketika perlombaan berlangsung, rasanya seperti hari raya bagi kita,” pungkasnya.***
- Penulis: Adi Bima

Saat ini belum ada komentar