Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » 5 Tuntutan Demo Mahasiswa Hari Ini, Dari Penetapan Karhutla Jadi Bencana Nasional Sampai Urusan HAM

5 Tuntutan Demo Mahasiswa Hari Ini, Dari Penetapan Karhutla Jadi Bencana Nasional Sampai Urusan HAM

  • account_circle Adi Bima
  • calendar_month 7 menit yang lalu
  • visibility 4
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INFOKITA.NEWS – Bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, mahasiswa menggelar aksi demonstrasi di Bundaran HI, Jakarta, pada hari ini, Rabu (28/10/2026).

Aksi tersebut digawangi oleh KOMITE Selamatkan Daulat Rakyat (Sadar). Adapun bagian dari Komite Sadar merupakan mahasiswa dari berbagai kampus di Indonesia, termasuk Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjadjaran, Universitas Diponegoro, Universitas Gadjah Mada, Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Semarang, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta, hingga Universitas Airlangga.

Pada aksi hari ini, mahasiswa turut mengundang seluruh masyarakat sipil untuk ikut serta.

“Pada Aksi #IndonesiaSadar, semua diundang, semua boleh datang. Mari kita berpesta dan rebut kembali daulat rakyat yang direnggut oleh penguasa bejat,” tulis dalam unggahan @bemkmupnvyk.

Bertajuk #IndonesiaSadar, demonstrasi oleh mahasiswa ini digelar untuk menyoroti dua tahun berjalannya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Aksi tersebut dijadwalkan dimulai pukul 14.00 WIB.

Dalam aksi ini, Komite Sadar menuntut 5 poin utama untuk segera diselesaikan oleh pemerintah.

“Dengan pertimbangan, kajian, dan diskusi yang berat, tertulislah “Lima Perintah Rakyat”, Lima tuntutan dari lima (5) sektor berbeda yang paling signifikan dan urgen untuk diselesaikan,” tulis BEM UI.

Sebelumnya, kelima tuntutan tersebut telah digaungkan pada 20 Oktober 2026 kemarin, tetapi kembali gagal.

1. Tetapkan Status Bencana Nasional, Adili Korporasi yang Bertanggungjawab, dan Tuntaskan Integrasi Tata Kelola Lahan

Komite Sadar menuntut pemerintah segera menetapkan status bencana nasional untuk pembakaran hutan dan lahan yang melanda, serta untuk bencana-bencana lainnya. Mahasiswa juga menuntut mengadili korporasi yang bertanggungjawab, serta menuntaskan integrasi tata kelola lahan.

2. Wujudkan APBN untuk Kepentingan Rakyat dan Hentikan Pemborosan untuk Kepentingan Politik Berkedok Program Populis seperti MBG & KDMP (SEMA UGM)

Komite Sadar menuntut pemerintah menghentikan pemborosan APBN demi kepentingan politik berkedok program populis, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang bukan untuk kepentingan rakyat.

Baca Juga : NASA Ungkap Kondisi Mengerikan Kebakaran Hutan di Papua, Jadi Garis Depan Deforestasi

3. Turunkan Biaya Pendidikan, Berikan Akses Layanan Dasar yang Merata, dan Sediakan Lapangan Pekerjaan yang Berkualitas (BEM UI)

Komite Sadar menuntut pemerintah menurunkan biaya pendidikan yang semakin mahal. Selain itu, menuntut memberikan akses layanan dasar yang merata, mulai dari ketersediaan air minum perpipaan yang masih kurang, keterbatasan dokter di puskesmas, hingga fasilitas lainnya yang menjadi hak rakyat.

4. Stop Penggunaan Hukum untuk Penyalahgunaan Kekuasaan dan Berantas KKN

Komite Sadar menuntut pemerintah untuk menghentikan praktik penyalahgunaan kekuasaan, hukum yang justru digunakan untuk melayani kepentingan penguasa. Selain itu, pemerintah diminta tegas memberantas korupsi, kolusi, serta nepotisme.

5. Kembalikan Kebebasan Bersuara, Adili Pelanggar HAM, dan Hentikan Militerisasi Ruang Sipil

Komite Sadar menuntut pemerintah untuk mengembalikan kebebasan bersuara, mengadili kasus pelanggaran hak asasi manusia, dan menghentikan militerisasi di ruang sipil. Hal ini seperti kasus Alm. Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojol tewas dilindas mobil Brimob saat demonstrasi. Andrie Yunus disiram air keras hingga buta karena aktif melawan militerisasi.

“Di bawah benderang semangat Sumpah Pemuda, derap langkah perjuangan kembali memadati jalanan demi merawat api kedaulatan yang tak boleh padam. Kami menagih janji politik dan amanat konstitusi yang wajib ditunaikan demi keadilan. Sebab Indonesia adalah milik seluruh rakyatnya. Tepati atau Pergi!,” tulis unggahan BEM UI.***

  • Penulis: Adi Bima

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kemenkes Ungkap Hasil Uji Coba Sistem Rujukan BPJS di Bandung

    Kemenkes Ungkap Hasil Uji Coba Sistem Rujukan BPJS di Bandung

    • calendar_month Senin, 28 Sep 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 29
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mulai menguji coba sistem rujukan baru bagi pasien Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kota Bandung, Jawa Barat. Dalam sistem ini, pasien BPJS Kesehatan nantinya bisa langsung dirujuk ke rumah sakit sesuai penyakit dan kebutuhan medisnya tanpa harus melewati rujukan berjenjang. Sekretaris Jenderal Kemenkes RI Kunta Wibawa Dasa Nugraha mengatakan Bandung […]

  • Amalan Nuzulul Quran 2026/1447 H, Ini Tanggalnya

    Amalan Nuzulul Quran 2026/1447 H, Ini Tanggalnya

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 75
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Umat Muslim di Indonesia akan memperingati Nuzulul Qur’an 1447 Hijriah pada Sabtu, 7 Maret 2026 atau 17 Ramadan 1447 H menurut kalender resmi pemerintah. Dalam penanggalan Islam, pergantian hari dimulai sejak matahari terbenam. Karena itu, malam Nuzulul Qur’an sudah dapat mulai dihidupkan sejak Jumat malam, 6 Maret 2026, setelah waktu Maghrib. Malam ini memiliki makna penting bagi umat Islam karena […]

  • Juragan Rokok Djarum dan Pemilik Como 1907 Meninggal Dunia, Bambang Hartono Berpulang di Usia 86 Tahun

    Juragan Rokok Djarum dan Pemilik Como 1907 Meninggal Dunia, Bambang Hartono Berpulang di Usia 86 Tahun

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 52
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Suasana duka menyelimuti GOR Djarum Jati, Kudus, Selasa (24/3). Ratusan pelayat dari berbagai kalangan tampak silih berganti datang untuk memberikan penghormatan terakhir kepada juragan tembakau yang juga pengusaha nasional Bambang Hartono. Bambang Hartono meninggal dunia pada Kamis (19/3) di Singapura dalam usia 86 tahun. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Djarum serta […]

  • Mengenali Penyebab Menopause Dini dan Cara Mengatasinya

    Mengenali Penyebab Menopause Dini dan Cara Mengatasinya

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 17
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Menopause merupakan hal yang normal terjadi dalam fase kehidupan wanita. Namun, jika menopause terjadi secara dini, Anda sebaiknya perlu waspada. Seorang wanita dapat dikatakan mengalami menopause dini bila siklus menstruasi sudah terhenti sebelum usia 40 tahun. Ciri-ciri menopause dini hampir serupa dengan menopause pada umumnya, yaitu: -Menstruasi tidak teratur-Darah menstruasi yang keluar lebih […]

  • Nilai IHSG Merosot 1 %, Ini Sebabnya

    Nilai IHSG Merosot 1 %, Ini Sebabnya

    • calendar_month Senin, 28 Sep 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 15
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 1% terkoreksi 62,19 poin ke level 6.179,71 pada pukul 10.27 WIB. Pelemahan ini melanjutkan tren negatif dari posisi pembukaan di 6.209,75, setelah sebelumnya sempat menyentuh level tertinggi harian di 6.227,90 pada sesi awal perdagangan. Pelemahan IHSG disebabkan oleh sektor layanan akademik dan pendidikan yang anjlok sebesar 4,6%, […]

  • 10 Daerah Dengan Curah Hujan Terrendah di Indonesia

    10 Daerah Dengan Curah Hujan Terrendah di Indonesia

    • calendar_month Rabu, 14 Okt 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 17
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Curah hujan di Indonesia menyebar tidak merata. Faktor geografis, topografi, hingga pola angin membuat sejumlah wilayah menerima hujan jauh lebih sedikit dibandingkan daerah lainnya. Data Badan Pusat Statistik (BPS) dalam Statistik Indonesia 2026 menunjukkan perbedaan curah hujan yang cukup mencolok di berbagai daerah Tanah Air. Palembang, Sumatera Selatan, tercatat sebagai wilayah dengan curah […]

expand_less