Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Evakuasi Dampak Karhutla, 8 Orang Utan di Kalbar Direlokasi ke Hutan Lindung

Evakuasi Dampak Karhutla, 8 Orang Utan di Kalbar Direlokasi ke Hutan Lindung

  • account_circle Adi Bima
  • calendar_month Senin, 12 Okt 2026
  • visibility 33
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INFOKITA.NEWS – Sebanyak delapan orang utan Kalimantan (Pongo pygmaeus) yang kehilangan habitat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat (Kalbar) ditranslokasi ke Hutan Lindung Batu Nyambu, Kabupaten Ketapang. Pemindahan ini dilakukan untuk menyelamatkan satwa tersebut dari ancaman kebakaran.

“Translokasi pada 9 Oktober 2026 itu menjadi pemindahan pertama orang utan terdampak karhutla ke habitat yang dinilai sesuai dan relatif aman dari risiko kebakaran,” kata Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalbar Murlan Dameria Pane, dilansir Antara, Senin (12/10/2026).

Delapan orang utan tersebut terdiri atas tiga pasangan induk dan anak serta dua individu jantan remaja. Mereka sebelumnya diselamatkan dari lokasi terdampak karhutla di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara sepanjang Agustus hingga September 2026.

Seperti diketahui kebakaran telah menghilangkan tutupan hutan, memutus jalur penghubung antarkawasan, dan membuat orang utan terisolasi di perkebunan dengan sumber pakan serta ruang hidup terbatas. Kondisi tersebut meningkatkan risiko konflik dengan manusia dan mengancam kelangsungan hidup satwa dilindungi itu.

Di antara satwa yang ditranslokasi terdapat Mama Man dan anaknya, Man, yang dievakuasi dari Desa Tempurukan, Ketapang, pada 3 September 2026. Keduanya sebelumnya bertahan di perkebunan warga dekat kawasan hutan yang makin terancam api.

Empat orang utan lainnya, yakni Mama Nopi dan anaknya, Nopi; serta dua jantan remaja bernama Naufal dan Nopan, diselamatkan dari Desa Pemangkat, Kabupaten Kayong Utara, pada 4 September 2026. Sementara itu, Mama Lifa dan anaknya, Lifa, dievakuasi pada 18 September 2026 dari area perkebunan kelapa sawit di Desa Pelang, Ketapang.

Sebelum dipindahkan, seluruh orang utan menjalani pemeriksaan kesehatan, perawatan medis sesuai dengan kebutuhan, dan observasi di Pusat Rehabilitasi Orang Utan Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) di Sungai Awan, Ketapang. Mereka dinyatakan sehat dan masih menunjukkan perilaku alami sebagai satwa liar.

Direktur Operasional YIARI Argitoeranting mengatakan Hutan Lindung Batu Nyambu dipilih berdasarkan kajian kesesuaian habitat dan daya dukung ekologis. Kawasan seluas sekitar 23 ribu hektare itu memiliki tutupan hutan primer dan sekunder, sumber air, tumbuhan pakan, serta pepohonan untuk membangun sarang.

“Bahkan di tengah-tengah situasi karhutla ini, lokasi ini masih cukup aman dan tidak pernah terbakar sejauh ini,” kata Argitoeranting.

Ia menegaskan translokasi bukan solusi akhir selama kebakaran dan kerusakan habitat masih mengancam populasi orang utan.

Proses pemindahan dimulai dari pusat rehabilitasi YIARI dengan perjalanan darat sekitar enam jam, dilanjutkan perjalanan menggunakan perahu selama satu jam dan berjalan kaki sekitar dua jam menuju titik pelepasan.

Dokter hewan memantau kondisi satwa selama perjalanan, sedangkan pelepasan dilakukan bergiliran di beberapa titik dengan jarak sekitar 80 meter untuk mengurangi gangguan.

CEO YIARI, Karmele Llano Sánchez, mengatakan pemindahan tersebut memberikan kesempatan bagi orang utan untuk kembali hidup bebas di habitat alami. Namun, menurut dia, perlindungan hutan tetap menjadi prioritas agar satwa tidak terus kehilangan tempat tinggal dan harus diselamatkan berulang kali.

Kepala KPH Ketapang Utara Ya’ Suharnoto mengapresiasi kolaborasi BKSDA Kalbar, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kalbar, YIARI, masyarakat, serta unsur terkait dalam kegiatan tersebut.

Ia berharap translokasi diikuti patroli rutin untuk mengamankan kawasan, sosialisasi kepada masyarakat, dan penanaman pohon penghasil bunga serta buah sebagai sumber pakan orang utan.***

  • Penulis: Adi Bima

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • CCTV DKI Jakarta Dirumorkan Mati Saat Aksi Mahasiswa 12 Juni, Ini Penjelasan Pemprov DKI

    CCTV DKI Jakarta Dirumorkan Mati Saat Aksi Mahasiswa 12 Juni, Ini Penjelasan Pemprov DKI

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 39
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Di tengah sorotan publik terkait aksi demonstrasi mahasiswa di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) pada Jumat (12/6/2026), muncul isu mengenai tidak berfungsinya kamera pengawas di titik vital tersebut. Menanggapi simpang siur informasi ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta langsung angkat bicara untuk meluruskan situasi. Melalui Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik, Marulina Dewi, […]

  • Prakiraan Harga Kurban 2026 dan Tips Berkurban

    Prakiraan Harga Kurban 2026 dan Tips Berkurban

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 49
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Lonjakan permintaan hewan kurban mulai terlihat di berbagai sentra perdagangan hewan menjelang Idul Adha 2026. Aktivitas pasar dilaporkan meningkat lebih cepat dibanding tahun sebelumnya, terutama pada komoditas sapi dan kambing yang menjadi pilihan utama masyarakat. Sejumlah pedagang hewan kurban menyebutkan bahwa tren pembelian tahun ini cenderung lebih awal. Banyak pembeli, baik individu maupun […]

  • Inilah Nasib Arsip Tanah Warga Pasca Kebakaran di Kantor BPN Karawang, Wamen ATR/BPN Meminta Masyarakat Agar Tidak Khawatir

    Inilah Nasib Arsip Tanah Warga Pasca Kebakaran di Kantor BPN Karawang, Wamen ATR/BPN Meminta Masyarakat Agar Tidak Khawatir

    • calendar_month Kamis, 15 Okt 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 5
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Kebakaran melanda Kantor Pertanahan Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (14/10/2026) malam. Api diduga berasal dari lantai dua dan membakar sejumlah ruangan hingga gudang arsip. Asap hitam pekat terlihat membubung dari kompleks perkantoran Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Karawang. Api mulai terlihat sekitar pukul 23.00 WIB dan […]

  • Film Animasi Indonesia Garuda: Dare to Dream Raih Dua Penghargaan di Festival Film Italia

    Film Animasi Indonesia Garuda: Dare to Dream Raih Dua Penghargaan di Festival Film Italia

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 20
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Film animasi Indonesia Garuda: Dare to Dream karya sutradara Ronny Gani meraih dua penghargaan dalam Giffoni Film Festival 2026 pada 17–25 Juli 2026 di Giffoni Valle Piana, Provinsi Salerno, Italia. Film ini menyabet Gryphon Award sebagai Best Film kategori Elements +6. Penghargaan kedua adalah Lete Special Award atau penghargaan khusus yang diberikan kepada […]

  • Menanggapi Isu Kenaikkan BBM 1 April 2026, Begini Penjelasan Menteri ESDM dan Pertamina

    Menanggapi Isu Kenaikkan BBM 1 April 2026, Begini Penjelasan Menteri ESDM dan Pertamina

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 54
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Media sosial tengah dihebohkan dengan kabar kenaikan bahan bakar minyak (BBM) Pertamina non subsidi besok, Selasa (1/4/2026). Melansir dari data bercap confidential yang beredar, harga BBM jenis Pertamax naik Rp5.550 menjadi Rp17.850 per liter dari semula Rp12.300 per liter. Kenaikan juga berlaku untuk Pertamax Green yang naik Rp6.250 menjadi Rp19.150 per liter dari […]

  • BNPB Terjaring OTT KPK, Ketua KPK: Benar ada OTT

    BNPB Terjaring OTT KPK, Ketua KPK: Benar ada OTT

    • calendar_month Selasa, 13 Okt 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 7
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar operasi tangkap tangan atau OTT pada Selasa (13/10/2026). Kali ini, lembaga antirasuah dikabarkan menangkap pejabat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan sejumlah pihak lainnya. Terkait hal tersebut, Ketua KPK Setyo Budiyanto membenarkan adanya OTT di BNPB tersebut. “Benar ada (OTT),” kata Setyo saat dikonfirmasi. Kendati demikian, Setyo belum […]

expand_less