Ratusan Santri di Ponpes Sidoarjo Keracunan MBG, Bupati Sidak dan BGN Segera Suspend SPPG Kalitengah
- account_circle Adi Bima
- calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
- visibility 3
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INFOKITA.NEWS – Bupati Sidoarjo Subandi melakukan sidak ke SPPG Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, yang menu Makan Bergizi Gratis (MBG)-nya diduga menyebabkan ratusan santri mengalami keracunan.
Dalam sidak itu Ia mengungkap, ada31 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayahnya yang belum mengantongi izin.
Subandi mengatakan saat ini terdapat 170 SPPG yang berdiri di Kabupaten Sidoarjo. Dari jumlah tersebut, 31 SPPG disebut masih belum memiliki izin.
“Total berdiri BGN yang ada di Sidoarjo 170. Yang masih belum ada izin, 31. Tadi kita sampaikan kepada BGN Pusat, jadi betul-betul ada pengawasan yang ekstra. Jangan sampai terjadi hal-hal yang seperti ini lagi,” kata Subandi.
Temuan tersebut menjadi perhatian Pemkab Sidoarjo setelah kasus dugaan keracunan MBG terjadi di wilayah Kecamatan Tanggulangin.
Subandi turut meminta Badan Gizi Nasional (BGN) meningkatkan pengawasan terhadap SPPG.
Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Jawa Timur langsung segera mengambil langkah tegas setelah insiden ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Putat, Tanggulangin, Sidoarjo diduga mengalami keracunan setelah menyantap program Makan Bergizi Gratis (MBG).
BGN Regional Jatim memutuskan melakukan suspend sementara terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah Tanggulangin, yang menjadi dapur pemasok makanan untuk para santri dan sejumlah sekolah.
“Kami sudah mendapatkan informasi langsung dan kami bergerak ke dapur SPPG yang menyuplai ke pondok (pesantren). Untuk saat ini, SPPG berhenti operasional, dan surat suspend sementara sudah turun,” ujar Wakil Koordinator BGN Regional Jatim, Teguh Bayu Wibowo.
Penghentian sementara dilakukan sebagai langkah awal untuk memastikan keamanan makanan yang diproduksi dan didistribusikan melalui dapur tersebut.
Menurutnya, SPPG Kalitengah memasok sedikitnya 2.800 porsi MBG setiap hari untuk disebar ke sejumlah sekolah, dan 1.000 porsi di antaranya diperuntukkan bagi santri Ponpes Manbaul Hikam.
BGN Regional Jatim bersama pihak kepolisian bekerja sama menyelidiki penyebab dugaan keracunan tersebut. Hingga saat ini pengambilan sampel makanan telah dibawa ke laboratorium untuk diperiksa.”
Selanjutnya, hasil lab dan lain-lain kita tunggu untuk satu minggu ke depan ya, untuk mengetahui uji hasil lab,” tutupnya.***
- Penulis: Adi Bima

Saat ini belum ada komentar