Bupati Jember Gus Fawait Targetkan Investasi Sampah Rp2 Triliun untuk Dongkrak Perekonomian Jember
- account_circle Adi Bima
- calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INFOKITA.NEWS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember terus bergerak cepat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Salah satu langkah strategis yang disiapkan adalah membidik nilai investasi mencapai Rp2 triliun, yang diproyeksikan membuka lapangan kerja baru dan menekan angka kemiskinan.
Hal tersebut ditegaskan oleh Bupati Jember, Muhammad Fawait, dalam acara Bankers Lunch High Level Strategic Dialogue yang digelar di Kantor OJK Jember, Selasa (18/8/2026).
Pria yang akrab disapa Gus Fawait ini mengungkapkan, pada akhir tahun nanti Jember berpotensi kedatangan investor besar yang fokus pada pengelolaan dan penanganan sampah. Nilai investasinya diperkirakan mencapai Rp1,5 triliun hingga Rp2 triliun.
“Insyaallah, akhir tahun Jember akan mendapat investasi di sektor penanganan sampah sekitar Rp1,5 hingga Rp2 triliun. Nanti akan kita koordinasikan secara intensif dengan pihak perbankan,” ujar Gus Fawait.
Dalam pandangannya menghadirkan investor adalah kunci utama untuk menggerakkan roda perekonomian warga selain mengandalkan APBD dan APBN. Karena itu, Pemkab Jember berkomitmen menghadirkan iklim investasi yang ramah, namun tetap memastikan hasilnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas.
“Selain APBD dan APBN, investasi harus kita genjot bersama. Harapan utamanya jelas: ekonomi warga tumbuh, lapangan kerja terbuka, dan kemiskinan berkurang,” tegasnya.
Gus Fawait juga menyoroti potensi Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan di Jember yang tercatat sebagai salah satu yang terbesar di kawasan Sekar Wijang (Eks-Keresidenan Besuki dan Lumajang). Potensi ini dinilai sangat potensial jika disalurkan ke sektor-sektor vital yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan warga.
Rencananya, pembiayaan dan sinergi investasi akan diarahkan untuk memperkuat sektor pendidikan, layanan kesehatan, hingga perbaikan infrastruktur publik. Sinergi ini akan diperkuat melalui forum komunikasi rutin antara Pemkab Jember, Bank Indonesia (BI), OJK, perbankan, dan para investor.
“Kita buat grup dan forum rutin yang dijembatani BI dan OJK untuk menghubungkan Pemkab, perbankan, dan investor. Jika ada kendala di lapangan, bisa langsung kita selesaikan bersama,” terangnya.
Meski memberi karpet merah bagi investor—termasuk kemudahan penataan ruang—Gus Fawait menegaskan bahwa perlindungan terhadap isi piring warga atau ketahanan pangan tetap menjadi prioritas yang tak bisa ditawar.
“Kami di Pemkab Jember berkomitmen penuh menjaga ketahanan pangan melalui Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), yang jumlahnya justru terus kita tambah,” ucap politisi partai Gerindra tersebut.
Guna mempercepat hadirnya fasilitas publik yang layak bagi warga, Pemkab Jember juga merencanakan skema pinjaman daerah melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Percepatan ini difokuskan pada perbaikan jalan, penerangan jalan umum, akses air bersih, dan jaringan listrik.
“Daripada pembangunan infrastruktur dilakukan bertahap dan memakan waktu lama hingga 2030, lebih baik kita percepat di tahun 2027. Agar kebutuhan dasar masyarakat seperti jalan yang mulus, penerangan, air, dan listrik bisa segera terpenuhi,” tandasnya.
Menanggapi langkah strategis tersebut, Kepala OJK Jember, Aris Budiman, menyambut baik dialog yang mempertemukan seluruh elemen pemangku kebijakan ekonomi daerah ini. Pihaknya mendorong agar perbankan tidak hanya berfokus pada bisnis semata, tetapi juga punya empati sosial untuk memajukan daerah.
“Perbankan harus fokus mendukung Pemkab Jember. Bukan hanya mengembangkan bisnis, tetapi juga bersama-sama mendorong ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutur Aris.
Senada, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jember, Iqbal Reza Nugraha, menilai Jember memiliki fondasi ekonomi yang sangat kuat. Terbukti, pertumbuhan ekonomi Jember pada triwulan I-2026 berhasil mencapai 6,32 persen—tertinggi di wilayah Sekar Wijang.
“Forum ini menjadi momentum penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi Jember tetap tinggi. Yang terpenting, pertumbuhan ini harus bersifat inklusif dan berkelanjutan, sehingga dampaknya benar-benar dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat,” pungkas Iqbal. ***
- Penulis: Adi Bima

Saat ini belum ada komentar