Inilah 5 Strategi Investasi Saat Rupiah Melemah
- account_circle Adi Bima
- calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
- visibility 11
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INFOKITA.NEWS – Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing ramai diperbincangkan masyarakat belakangan ini. Kondisi tersebut tentunya membuat banyak orang khawatir. Media sosial pun banjir komentar netizen tentang dampak negatif yang terjadi atas lemahnya rupiah.
Alih-alih ikut panik, melemahnya rupiah bisa dijadikan momentum untuk meninjau ulang strategi investasi dan mencari peluang baru.
Berikut sejumlah strategi investasi saat rupiah melemah agar tetap untung:
- Menabung dolar
Menabung dalam mata uang dolar AS masih menjadi salah satu pilihan yang banyak dipertimbangkan ketika nilai tukar rupiah melemah.
Selain berfungsi sebagai diversifikasi aset, simpanan dolar juga berpotensi menjaga nilai dana dari fluktuasi kurs.
Strateginya relatif sederhana, yaitu membeli dolar saat nilai tukar sedang lebih rendah dan menyimpannya untuk jangka waktu tertentu.
Ketika nilai dolar menguat terhadap rupiah, selisih kurs tersebut berpotensi memberikan keuntungan. Oleh karena itu, menabung dolar kerap dipilih sebagai salah satu strategi untuk menghadapi pelemahan rupiah.
- Memilih investasi emas
Berbeda dengan investasi dolar, pergerakan harga emas sering dimanfaatkan sebagai peluang investasi jangka panjang.
Saat harga emas berada di level yang lebih rendah,bisa mulai membeli dan menyimpannya hingga nilainya naik atau meningkat di masa mendatang.
Investasi emas memang membutuhkan kesabaran karena keuntungan umumnya diperoleh dalam jangka waktu yang lebih panjang.
Oleh karena itu, strategi ini cocok bagi yang ingin membangun nilai aset secara bertahap dan relatif stabil.
- Manfaatkan obligasi pemerintah (SBN)
Meskipun nilai rupiah sedang melemah, obligasi pemerintah atau Surat Berharga Negara (SBN) berbasis rupiah tetap dapat menjadi pilihan investasi yang menarik. Terlebih, jika suku bunga acuan dinaikkan untuk menjaga stabilitas nilai tukar.
Suku bunga yang lebih tinggi akan membuat imbal hasil SBN menjadi lebih kompetitif. Namun, tetap perlu mempertimbangkan risiko inflasi. Pasalnya, kenaikan inflasi dapat mengurangi daya beli dari imbal hasil tersebut.
- Pertimbangkan investasi di sektor yang berorientasi ekspor
Strategi investasi saat rupiah melemah berikutnya yaitu pertimbangkan investasi di sektor yang berorientasi ekspor.
Saat nilai rupiah melemah, perusahaan yang punya fokus bisnis ekspor umumnya berpotensi memperoleh keuntungan lebih besar.
Hal ini karena pendapatan yang diterima dalam mata uang asing akan bernilai lebih tinggi saat dikonversi ke rupiah.
Beberapa sektor yang bisa dilirik, antara lain sektor komoditas, seperti pertambangan, perkebunan, dan migas yang banyak melakukan transaksi dalam dolar AS.
Selain itu, perusahaan manufaktur yang mengekspor produknya ke pasar internasional juga berpeluang meningkatkan daya saing dan pendapatannya di tengah pelemahan rupiah.
- Investasi pada properti
Dampak pelemahan rupiah terhadap sektor properti bisa berbeda-beda, tergantung jenis dan tujuan investasinya.
Bagi pemilik properti dengan KPR dalam rupiah, cicilan umumnya tidak terdampak secara langsung.
Namun, kenaikan harga bahan bangunan impor bisa memengaruhi biaya pembangunan maupun renovasi.
Di sisi lain, properti yang berada di lokasi strategis atau menyasar segmen menengah ke atas cenderung lebih tahan terhadap gejolak ekonomi.
Properti yang disewakan pada ekspatriat dan dibayar dalam mata uang asing bisa jadi andalanmu dalam berinvestasi.
Namun, tetap perlu berhati-hati pada properti yang bergantung pada material impor atau menyasar pasar yang daya belinya rentan tergerus inflasi. ***
- Penulis: Adi Bima

Saat ini belum ada komentar