Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Kepala BGN Nanik S Deyang Bantah Laporan Tumbangnya Ratusan SPPG Dari Aceh Hingga Jawa Tengah Akibat Dana MBG Tak Kunjung Cair

Kepala BGN Nanik S Deyang Bantah Laporan Tumbangnya Ratusan SPPG Dari Aceh Hingga Jawa Tengah Akibat Dana MBG Tak Kunjung Cair

  • account_circle Adi Bima
  • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
  • visibility 70
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INFOKITA.NEWS – Pekerjaan rumah tengah menanti kepala BGN Nanik S Deyang dalam menjalankan program MBG, pasalnya dilaporkan ada ratusan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Aceh, Batam, Jawa Barat, Jawa Tengah hingga NTB berhenti melaksanakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sejak Senin (8/6) kemarin.

Sebanyak 7 SPPG di Banda Aceh berhenti menyediakan MBG karena dana operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN) pusat belum diterima oleh pengelola dapur.

Koordinator SPPG Wilayah Banda Aceh, Muhammad Reza mengatakan dana yang digunakan untuk menjalankan aktivitas dapur telah habis. Sementara dana pengganti yang biasanya dikirim secara berkala belum masuk ke rekening pengelola.

“Saldo dana belum dikirim, jadi dana utama yang dipakai untuk melaksanakan operasional dapur itu sudah tidak ada. Saat ini mereka masih menunggu top up dana dari BGN pusat,” kata Reza kepada wartawan, Senin (8/6).

Menurut Reza, dari total 37 dapur MBG yang beroperasi di Banda Aceh, hanya tujuh dapur yang terdampak dan terpaksa menghentikan layanan. Sementara dapur lainnya masih dapat beroperasi karena memiliki sisa dana untuk menutupi kebutuhan operasional harian.

Sementara itu, lebih dari 50 dapur SPPG di wilayah Batam, Kepulauan Riau juga berhenti beroperasi dengan alasan yang sama.

“Terkait berhentinya operasional beberapa SPPG memang terjadi mulai hari ini, hal ini dikarenakan belum turunnya anggaran operasional untuk SPPG,” ujar Koordinator MBG wilayah Batam, Defri Fernaldi.

Defri mengatakan SPPG baru bisa beroperasi ketika anggaran dari APBN sudah masuk kedalam virtual akun (VA) SPPG. Ia menyebut SPPG dilarang beroperasi jika anggaran tersebut belum masuk dan juga dilarang menggunakan dana talangan dari mitra.

“Informasi tambahan yang kami terima adalah sppg yang belum mendapatkan anggaran, akan dilakukan top up hari ini, Senin (8/6) dari tim keuangan dan KPPN dan akan mulai operasional kembali setelah anggaran tersebut masuk ke dalam VA,” jelasnya.
Hal serupa dialami ratusan SPPG di NTB, Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Di NTB, sebanyak 195 dapur SPPG berhenti beroperasi sementara sambil menunggu pencairan dana MBG ke rekening pengelola.

Akibat anggaran tersendat, ratusan ribu penerima manfaat terpaksa gigit jari karena tidak menerima distribusi makanan seperti biasanya. BGN Regional NTB memastikan kendala ini murni masalah teknis pencairan anggaran dari pusat.

“Jadi memang tidak operasionalnya itu menunggu pencairan dana. Hari ini ada pencairan lagi, nanti berprogres, nanti hari ini ada pencairan lagi, nanti akan segera, kami optimalkan semua,” kata Kepala BGN Regional NTB, Eko Prasetyo, saat dikonfirmasi detikcom, Senin.

Di Solo, 20 SPPG tak beroperasi karena masalah yang sama. Hal serupa dialami 31 SPPG di Brebes. Ribuan siswa penerima manfaat terkena dampaknya.

Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Brebes, Arya Dewa Nugroho membenarkan hal tersebut. Data BGN Kabupaten Brebes menyebut, secara keseluruhan ada 50 SPPG dari 182 yang berhenti operasi.

Dari 50 SPPG itu, 31 di antaranya berhenti karena terkendala proses administrasi membuat pencairan dana tertunda. Sedangkan untuk 19 SPPG lainnya berhenti karena terkena suspend.

“Ada 50 SPPG yang berhenti sementara. Sebanyak 31 karena dana belum cair karena keterlambatan pencairan dari pejabat pembuat komitmen (PPK). Kalau 19 SPPG lainnya sedang suspend,” jelas Arya kepada detikJateng via pesan WhatsApp, Senin.

Kasus serupa juga dialami SPPG di Majalengka dan Cirebon, Jawa Barat.

Menanggapi hal itu Kepala BGN Nanik S Deyang membantah isu penyaluran dana program MBG terhambat atau dihentikan. Menurutnya pencairan dana untuk operasional program telah dilakukan sejak Jumat (5/6) lalu dan kembali dilanjutkan pada awal pekan ini.

Nanik mengatakan sebagian informasi yang beredar terkait kendala penyaluran dana MBG tidak sepenuhnya benar.

“Sebagian dari hoaks. Semua sudah dicairkan dari mulai Jumat,” kata Nanik usai pelantikannya di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (8/6).

Nanik mengatakan proses pencairan memang berlangsung bertahap. Sebagian dana telah dicairkan pada Jumat (5/6) lalu, sementara pencairan berikutnya dilakukan pada hari ini, Senin (8/6).

“Jadi memang ada beberapa yang apa namanya yang Jumat itu sudah dicairkan, yang Senin ini juga dicairkan,” ujarnya.
Menurut Nanik, BGN juga menerima laporan adanya pencairan anggaran dalam jumlah besar pada hari yang sama.

“Tadi kalau tidak salah kami dapat laporan Rp5 triliun ya dicairkan hari ini,” kata Nanik.

Ia menegaskan persoalan yang terjadi lebih bersifat administratif dan teknis, bukan karena adanya penghentian pendanaan program MBG.

“Jadi tidak ada masalah, masalah teknis saja,” ujarnya. ***

  • Penulis: Adi Bima

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Fenomena Off Bid Massal: Driver Ojol Makin Selektif Terhadap Calon Penumpang

    Fenomena Off Bid Massal: Driver Ojol Makin Selektif Terhadap Calon Penumpang

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 55
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Pengamat transportasi Deddy Herlambang menilai keluhan sulit mendapatkan ojek online (ojol) pada waktu-waktu tertentu dapat terjadi karena dipengaruhi beberapa faktor. Menurut Deddy, fenomena itu salah satunya terkait pilihan tarif dari pengguna yang tidak selalu menarik bagi pengemudi. “Misalnya banyak konsumen memilih tarif hemat sehingga tidak diambil oleh driver ojol,” kata Deddy Jumat (13/3)). […]

  • Mantan Walikota Cirebon Diputus 10 Tahun Penjara dalam Perkara Dugaan Korupsi Pembangunan Gedung Sekretariat Daerah Kota Cirebon

    Mantan Walikota Cirebon Diputus 10 Tahun Penjara dalam Perkara Dugaan Korupsi Pembangunan Gedung Sekretariat Daerah Kota Cirebon

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 45
    • 0Komentar

    INFOKITA,NEWS – Kasus korupsi kembali menjerat salah satu tokoh penting ditanah air, kalini datang di kota udang Cirebon, Jawa Barat. Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut mantan Walikota Cirebon, Nashrudin Azis, dengan hukuman 10 tahun penjara dalam perkara dugaan korupsi pembangunan Gedung Sekretariat Daerah (Setda) Kota Cirebon. Tuntutan tersebut dibacakan dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana […]

  • RESMI! Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Terjaring OTT, KPK Beberkan Fakta Mengejutkan

    RESMI! Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Terjaring OTT, KPK Beberkan Fakta Mengejutkan

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 68
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Mantan Artis yang kini menjadi Bupati Pekalongan Fadia Arafiq resmi ditangkap pada operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada Selasa (3/3). Juru bicara KPK Budi Prasetyo mengungkap sejumlah fakta terkait OTT tersebut. Budi menyebut KPK mengamankan tiga orang dalam kegiatan OTT di wilayah Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. “Pada dini hari tadi tim mengamankan […]

  • Potret Kemiskinan Cianjur Seorang Pria Paruh Baya Tewas Dianiaya, Para Pengamat  dan Anggota DPRD Buka Suara

    Potret Kemiskinan Cianjur Seorang Pria Paruh Baya Tewas Dianiaya, Para Pengamat dan Anggota DPRD Buka Suara

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 54
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS –  Ironi kemiskinan masih nyata ada di wilayah Cianjur. Fakta itu terbukti ada, setelah adanya peristiwa memilukan yang terjadi di Kecamatan Cugenang, yakni seorang pria paruh baya meninggal dunia usai dianiaya, karena mencuri dua buah labu siam untuk berbuka puasa, Selasa (3/3). Berdasarkan keterangan yang diperoleh kejadian tersebut terjadi bermula saat terduga UA (40) pelaku melakukan […]

  • Terdakwa Kasus Korupsi Kuota Haji Gus Yaqut Minta Dibebaskan Usai Merugikan Negara Rp622 Miliar

    Terdakwa Kasus Korupsi Kuota Haji Gus Yaqut Minta Dibebaskan Usai Merugikan Negara Rp622 Miliar

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 22
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Penasihat Hukum Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Mellisa Anggraini meminta majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat untuk membebaskan kliennya. Yaqut diketahui menjadi terdakwa dalam kasus dugaan korupsi pada pembagian kuota dan penyelenggaraan haji di Kementerian Agama tahun 2023-2024. Dalam eksepsi atau nota perlawanan terhadap surat dakwaan jaksa penuntut […]

  • Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Intervensi BPK dalam Program MBG

    Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Intervensi BPK dalam Program MBG

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 78
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Belum lama usai menyatakan program MBG akan segera ekspansi ke Arab Saudi, secara mengejutkan Dadan Hindayana selaku kepala BGN telah ditangkap pada Rabu (6/3/2026), tidak hanya itu rumahnya pun digeledah oleh petugas. Sebelum penangkapan itu diketahui sehari sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memutuskan untuk mengganti pimpinan Badan Gizi Nasional. Prabowo mencopot Kepala BGN Dadan […]

expand_less