TIim Gerakan Anak Negeri Salurkan 200 Paket Seragam Sekolah di Sawang Aceh Utara
- account_circle Deva Sakti
- calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
- visibility 8
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INFOKITA.NEWS- Gerakan Anak Negeri (GAN) menuntaskan distribusi 200 paket seragam dan perlengkapan sekolah bagi siswa terdampak banjir bandang dan longsor, di Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, Rabu (11/2).
Bantuan tersebut disalurkan langsung ke sembilan sekolah tingkat SD dan SMP yang terdampak bencana.
Program ini merupakan inisiatif Gerakan Anak Negeri yang berkolaborasi dengan PMI Kabupaten Bogor serta Bogor Peduli Bencana. Fokus utama penyaluran kali ini adalah memastikan anak-anak di wilayah terdampak tetap dapat kembali bersekolah dengan perlengkapan yang layak, meski kondisi pascabencana masih belum sepenuhnya pulih.
Sebanyak 200 paket bantuan dibagikan secara langsung kepada siswa di sembilan sekolah yang tersebar di Kecamatan Sawang. Setiap paket berisi satu set seragam sekolah, tas, serta perlengkapan alat tulis yang dibutuhkan untuk kegiatan belajar mengajar.
Penasihat Gerakan Anak Negeri, Hazairin Sitepu, mengatakan distribusi dilakukan dengan mendatangi titik-titik sekolah agar bantuan tepat sasaran dan diterima langsung oleh para siswa yang membutuhkan.
“Fokus kami adalah anak-anak. Ada sembilan sekolah yang kami datangi untuk memastikan bantuan ini benar-benar sampai kepada siswa yang terdampak. Kami ingin mereka kembali ke sekolah dengan semangat baru dan tidak merasa tertinggal karena kehilangan perlengkapan belajar,” ujar Hazairin.
Menurutnya, bencana banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah tersebut tidak hanya merusak rumah warga, tetapi juga berdampak pada perlengkapan sekolah anak-anak. Banyak siswa yang kehilangan seragam, tas, hingga buku pelajaran akibat rumah mereka terendam atau tertimbun material longsor.
Distribusi bantuan tidak berjalan tanpa tantangan. Untuk menjangkau beberapa sekolah, tim GAN harus menempuh perjalanan dengan akses yang masih terbatas. Infrastruktur yang rusak membuat tim harus menyeberangi Sungai Sawang menggunakan rakit untuk dapat sampai ke lokasi.
“Kami harus menyeberangi Sungai Sawang dengan rakit karena akses jembatan belum sepenuhnya pulih. Medannya cukup berat, tetapi itu tidak menyurutkan langkah kami. Justru di situlah kami melihat langsung betapa pentingnya bantuan ini bagi anak-anak,” katanya.
Di sejumlah sekolah, para siswa tampak antusias menerima paket bantuan. Seragam baru yang mereka terima menjadi simbol harapan untuk kembali menjalani rutinitas belajar seperti sediakala.
“Tentunya kamipun disambut hangat oleh pihak sekolah dan orang tua siswa.
Hazairin menegaskan bahwa pendidikan tidak boleh terhenti akibat bencana,” ungkal dia.
Selain itu, pemulihan pascabencana harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga keberlangsungan pendidikan anak-anak.
“Bencana boleh datang, tetapi pendidikan tidak boleh berhenti. Seragam dan alat sekolah ini mungkin sederhana, namun menjadi langkah awal agar anak-anak kembali percaya diri dan siap belajar,” ujarnya.
Setelah menyelesaikan distribusi di Kecamatan Sawang, tim Gerakan Anak Negeri dijadwalkan melanjutkan misi kemanusiaan ke Kabupaten Bireuen dan Kabupaten Bener Meriah pada Kamis (12/2) dengan program bantuan serupa.
Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, GAN berharap distribusi seragam ke sembilan sekolah ini dapat membantu mempercepat pemulihan psikologis dan semangat belajar anak-anak yang terdampak bencana, sekaligus menjadi penguat bahwa mereka tidak sendiri dalam menghadapi masa sulit.(ana)
- Penulis: Deva Sakti

Saat ini belum ada komentar