Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Inilah Perbedaan LPG, CNG dan LNG

Inilah Perbedaan LPG, CNG dan LNG

  • account_circle Adi Bima
  • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
  • visibility 17
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INFOKITA.NEWS – Pemerintah tengah mempersiapkan alternatif energi ditengah kelangkaan gas Liquefied Petroleum Gas (LPG), melalui kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mulai mendorong pemanfaatan gas bumi sebagai alternatif energi untuk mengurangi ketergantungan impor LPG.

Namun, di tengah upaya tersebut masih banyak masyarakat yang bingung membedakan LPG, Compressed Natural Gas (CNG) dan Liquefied Natural Gas (LNG).

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman menjelaskan bahwa ketiga jenis energi tersebut sebenarnya memiliki karakteristik yang berbeda. Baik dari sisi kandungan, bentuk, hingga metode distribusinya.

“Jadi kalau LNG sama CNG itu kontennya sama, sama-sama mayoritas C1 dan sedikit C2. Tapi kalau LPG dia C3 dan C4. Nah lapangan kita itu sedikit yang menghasilkan LPG,” kata Laode dalam acara Podcast dikutip Selasa (19/5/2026).

Menurut Laode, gas LPG didominasi propana (C3) dan butana (C4), sehingga dalam kondisi normal berbentuk cair. Sementara CNG dan LNG didominasi metana (C1) sehingga secara alami berbentuk gas.

“Jadi LPG itu C3, C4 fasenya cair kita sedikit sehingga pada tahun 93, 94 kita sudah mulai memikirkan walaupun implementasinya itu di atas tahun 2000 untuk menggantikan minyak tanah menjadi LPG,” ujarnya.

Selain kandungan, perbedaan utama antara CNG, LPG, dan LNG terletak pada keadaan fisiknya dan tekanan penyimpanannya. CNG disimpan dalam bentuk gas pada tekanan tinggi, sementara LPG dalam bentuk cair pada tekanan dan suhu moderat. LNG, di sisi lain, diangkut dalam bentuk cair pada suhu sangat rendah.

Sebagaimana diketahui, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan pemerintah tengah mengkaji pengembangan CNG ukuran 3 kilogram sebagai alternatif pengganti LPG subsidi.

Menurut Bahlil, langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG yang terus membebani devisa negara.

“CNG ini untuk 3 kilogram, masih kita melakukan exercise dan uji coba terhadap tabungnya. CNG ini diharapkan dalam rangka mencari salah satu alternatif terhadap substitusi impor kita yang besar,” kata Bahlil usai cara pelantikan di Kementerian ESDM, dikutip Kamis (7/5/2026).

Bahlil menjelaskan, untuk memenuhi kebutuhan konsumsi domestik impor LPG Indonesia saat ini mencapai sekitar 8,6 juta ton per tahun. Kondisi ini membuat pemerintah harus mengeluarkan devisa yang cukup besar setiap tahunnya.

“Bayangkan kita impor per tahun itu 8,6 juta ton untuk konsumsi. Di saat bersamaan, devisa kita setiap tahun hanya untuk membeli LPG saja, sekitar Rp 130 sampai Rp 140 triliun. Apalagi kalau harga minyak dunia seperti sekarang, itu pasti lebih besar lagi. Dan subsidi kita, itu Rp 80 sampai Rp 87 triliun,” tutupnya. ***

  • Penulis: Adi Bima

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hello world!

    Hello world!

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Asmuh
    • visibility 53
    • 1Komentar

    Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!

  • Masyarakat Cianjur Gelar Aksi Protes Tentang Hak Korban Gempa dan Ribetnya Penerapan UHC

    Masyarakat Cianjur Gelar Aksi Protes Tentang Hak Korban Gempa dan Ribetnya Penerapan UHC

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 35
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Sekumpulan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Warga Korban Gempa Cianjur menggelar aksi protes di Pendopo Kantor Bupati Cianjur, Selasa (19/05/2026). Dalam aksinya mereka menuntut penuntasan hak-hak korban gempa yang dinilai belum sepenuhnya terealisasi meski lima tahun telah berlalu sejak bencana terjadi. Koordinator Aksi, Galih Widyaswara, yang menegaskan kedatangan massauntuk menagih kepedulian pemerintah terhadap […]

  • Fenomena Off Bid Massal: Driver Ojol Makin Selektif Terhadap Calon Penumpang

    Fenomena Off Bid Massal: Driver Ojol Makin Selektif Terhadap Calon Penumpang

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 28
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Pengamat transportasi Deddy Herlambang menilai keluhan sulit mendapatkan ojek online (ojol) pada waktu-waktu tertentu dapat terjadi karena dipengaruhi beberapa faktor. Menurut Deddy, fenomena itu salah satunya terkait pilihan tarif dari pengguna yang tidak selalu menarik bagi pengemudi. “Misalnya banyak konsumen memilih tarif hemat sehingga tidak diambil oleh driver ojol,” kata Deddy Jumat (13/3)). […]

  • Terdengar Sepele 5 Hal ini Membatalkan Puasa Ramadhan, Simak Penjelasan Berikut ini

    Terdengar Sepele 5 Hal ini Membatalkan Puasa Ramadhan, Simak Penjelasan Berikut ini

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 57
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Pada bulan suci ramadhan umat Islam di seluruh dunia diperintahkan untuk berpuasa sebulan penuh, dimulai dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari. Namun ada perbuatan yang harus dijauhi atau dihindari oleh mereka yang berpuasa, sebab akibatnya jika perbuatan ini dilakukan pada siang hari bulan Ramadhan akan merusak (membatalkan) puasanya dan akan berlipat dosanya. Hal […]

  • Ongkos Perang Amerika Serikat ke Iran Diklaim Tembus Angka Rp 190 Triliun dalam 6 Hari

    Ongkos Perang Amerika Serikat ke Iran Diklaim Tembus Angka Rp 190 Triliun dalam 6 Hari

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 26
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Dalam laporan yang beredar telah menyebutkan biaya perang Amerika Serikat (AS) melawan Iran dilaporkan telah menembus lebih dari US$11,3 miliar atau sekitar Rp190 triliun hanya dalam enam hari pertama konflik. Angka tersebut disampaikan pejabat pemerintahan Presiden Donald Trump kepada anggota Kongres dalam pengarahan tertutup pada pekan ini. Dikutip dari Reuters melaporkan seorang sumber […]

  • KPK Tegaskan Bukti Dugaan Korupsi Kuota Haji Kuat, Ada Peran Menteri?

    KPK Tegaskan Bukti Dugaan Korupsi Kuota Haji Kuat, Ada Peran Menteri?

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Asmuh
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan tidak ada perbedaan pendapat di tingkat pimpinan dalam pengusutan dugaan korupsi kuota haji dan telah didukung oleh bukti-bukti yang kuat. Proses penanganan perkara dugaan korupsi kuota haji telah mencapai titik kesepahaman di internal lembaga antirasuah. KPK kini tinggal menunggu waktu untuk menyampaikan tersangka dugaan rasuah kuota haji. “Dalam proses penanganan […]

expand_less