Diduga Efek Kelelahan dan Cuaca Ekstrem 5 Jamaah Haji Asal NTB Meninggal Dunia di Arab Saudi
- account_circle Adi Bima
- calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
- visibility 13
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INFOKITA.NEWS – Dalam catatan pelaksanaan ibadah haji di tahun 2026, sejauh ini sebanyak lima jemaah haji asal Embarkasi Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), dilaporkan meninggal dunia selama menjalankan ibadah haji di Arab Saudi.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) NTB, Lalu Muhamad Amin mengatakan, lima jemaah haji NTB wafat sebelum pelaksanaan puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armusna).
“Sampai saat ini total kematian yang dilaporkan ada lima orang. Tiga perempuan dan dua laki-laki,” ujarnya, Kamis (28/5/2026),
Para jemaah haji yang meninggal berasal dari Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Lombok Timur, dan Kabupaten Lombok Tengah.
Amin menjelaskan, sejumlah faktor diduga menjadi penyebab para jemaah haji NTB meninggal dunia di Arab Saudi seperti usia lanjut, penyakit penyerta, hingga kelelahan akibat suhu panas ekstrem.
“Jadi, beberapa jemaah yang kondisi menurun diperkirakan mengalami kelelahan berlebih sehingga kesehatan menurun hingga meninggal,” terangnya.
Meski demikian, Amin memastikan kondisi mayoritas jemaah haji asal NTB dari kloter 1 hingga kloter 15 masih dalam keadaan sehat.
Namun, terdapat sejumlah jemaah yang mengalami penurunan kondisi fisik setelah menjalani rangkaian ibadah haji, terutama saat pelaksanaan lempar jumrah.
“Saat melempar jumroh beberapa jemaah menunjukkan penurunan kondisi fungsional (kelelahan berlebih). Penurunan sering terjadi setelah aktivitas (kembali ke hotel) sehingga terjadi fisik jamaah drop,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi kondisi kesehatan jemaah yang menurun, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi terus melakukan pengawasan dan pendampingan terhadap jamaah di lapangan maupun fasilitas kesehatan.
Beberapa jemaah yang mengalami penurunan kondisi kesehatan saat ini masih menjalani observasi oleh tim medis setempat.
“Beberapa jemaah masih dirawat dalam status observasi oleh tim kesehatan setempat. Tim kesehatan bertugas mendampingi dan melakukan observasi terhadap kasus-kasus yang menurun kondisinya. Sementara, pelayanan makanan dan dukungan logistik dilaporkan memadai, mendukung penanganan di lapangan,” pungkas Amin. ***
- Penulis: Adi Bima

Saat ini belum ada komentar