Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Penjelasan Resmi Mengenai Iuran BPJS Kesehatan 2026

Penjelasan Resmi Mengenai Iuran BPJS Kesehatan 2026

  • account_circle Adi Bima
  • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
  • visibility 99
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INFOKITA.NEWS – Pemerintah akan menaikkan iuran BPJS Kesehatan tahun ini. Rencana tersebut telah diperingatkan sejak tahun lalu seiring dengan besarnya defisit program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Defisit diperkirakan mencapai Rp 20 triliun hingga Rp 30 triliun pada tahun ini.

Hal ini dipertegas dengan pernyataan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang meminta agar iuran JKN idealnya dievaluasi dan disesuaikan setiap 5 tahun untuk menjaga keberlanjutan pembiayaan.

“Iuran memang harus naik, bahwa memang ada pertimbangan politis bahwa ini ramai,” kata Menkes Budi Sadikin dikutip Minggu (26/4/2026).

Menkes pun memastikan kenaikan resmi iuran BPJS Kesehatan yang dilakukan ke depannya hanya akan berpengaruh ke masyarakat kelas menengah ke atas yang selama ini membayar iuran secara mandiri, misalnya sekitar Rp 42 ribu per bulan.

Adapun kenaikan tersebut tidak akan berdampak pada kelompok miskin. Menkes menyebut, peserta dari desil 1 sampai 5 tetap ditanggung pemerintah melalui skema Penerima Bantuan Iuran (PBI).

“Kalau tarif dinaikkan untuk orang-orang miskin desil 1-5 itu tidak ada pengaruhnya. Karena orang-orang miskin itu dibayari oleh pemerintah,” kata Budi Gunadi Sadikin yang akrab dipanggil BGS.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya menegaskan pemerintah tak akan mengutak-atik besaran tarif iuran BPJS Kesehatan sebelum pertumbuhan ekonomi mampu naik cepat di atas level satu dekade terakhir yang stagnan di kisaran 5%.

Jika perekonomian mampu menembus level di atas 6%, ia pastikan pemerintah baru akan mempertimbangkan penyesuaian tarif iuran BPJS Kesehatan. Termasuk pertimbangan bila pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat itu terjadi pada 2026.

“Dalam pengertian tumbuhnya ada 6% lebih dan mereka sudah mulai dapat kerja lebih mudah, baru kita pikir menaikkan beban masyarakat. Kalau sekarang belum. Tahun depan kalau ekonomi tumbuh di atas 6,5% gimana?” tegas Purbaya.

Ia pun menekankan, bila pertumbuhan tahun depan mampu menembus level di atas 6%, masyarakat memiliki kapasitas untuk menanggung bersama pemerintah besaran iuran BPJS Kesehatan yang mengalami penyesuaian.

Meski wacana penyesuaian tarif mengemuka, hingga kini besaran iuran yang berlaku masih mengacu pada aturan terakhir yang ditetapkan pada 2022.

Aturan terkait iuran sebelumnya tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2022. Di dalamnya juga dimuat soal pembayaran paling lambat tanggal 10 setiap bulannya, dan tidak ada denda telat membayar mulai 1 Juli 2026.

Denda dikenakan jika dalam 45 hari sejak status kepesertaan diaktifkan kembali, peserta mendapatkan layanan kesehatan rawat inap.

Dalam aturan itu, skema iuran dibagi dalam beberapa aspek. Berikut penjelasannya:

  1. Peserta Penerima Bantun Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan yang iurannya dibayarkan langsung oleh Pemerintah.
  2. Iuran bagi peserta Pekerja Penerima Upah (PPU) yang bekerja pada Lembaga Pemerintahan terdiri dari Pegawai Negeri Sipil, anggota TNI, anggota Polri, pejabat negara, dan pegawai pemerintah non pegawai negeri sebesar 5% dari Gaji atau Upah per bulan dengan ketentuan : 4% dibayar oleh pemberi kerja dan 1% dibayar oleh peserta.
  3. Iuran peserta PPU yang bekerja di BUMN, BUMD dan Swasta sebesar 5% dari Gaji atau Upah per bulan dengan ketentuan : 4% dibayar oleh Pemberi Kerja dan 1% dibayar oleh Peserta.
  4. Iuran keluarga tambahan PPU terdiri dari anak keempat dan seterusnya, ayah, ibu dan mertua, besaran iuran sebesar sebesar 1% dari dari gaji atau upah per orang per bulan, dibayar oleh pekerja penerima upah.
  5. Iuran bagi kerabat lain dari PPU seperti saudara kandung/ipar, asisten rumah tangga, dan lainnya, peserta pekerja bukan penerima upah (PBPU) serta iuran peserta bukan pekerja ada perhitungannya sendiri, berikut rinciannya:

a. Sebesar Rp 42.000 per orang per bulan dengan manfaat pelayanan di ruang perawatan Kelas III.

  • Khusus untuk kelas III, bulan Juli – Desember 2020, peserta membayar iuran sebesar Rp 25.500. Sisanya sebesar Rp 16.500 akan dibayar oleh pemerintah sebagai bantuan iuran.
  • Per 1 Januari 2021, iuran peserta kelas III yaitu sebesar Rp 35.000, sementara pemerintah tetap memberikan bantuan iuran sebesar Rp 7.000.

b. Sebesar Rp 100.000 per orang per bulan dengan manfaat pelayanan di ruang perawatan Kelas II.

c. Sebesar Rp 150.000 per orang per bulan dengan manfaat pelayanan di ruang perawatan Kelas I.

Iuran Jaminan Kesehatan bagi Veteran, Perintis Kemerdekaan, dan janda, duda, atau anak yatim piatu dari Veteran atau Perintis Kemerdekaan, ditetapkan sebesar 5% dari 45% gaji pokok Pegawai Negeri Sipil golongan ruang III/a dengan masa kerja 14 tahun per bulan, dibayar oleh Pemerintah.

Kepala Humas BPJS Kesehatan Rizzky Anugerah menanggapi adanya isu yang beredar di media sosial mengenai naiknya iuran peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Rizzky memastikan iuran BPJS Kesehatan belum ada perubahan dan mengacu pada regulasi yang berlaku dari Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 64 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.

Regulasi ini menjadi dasar penetapan besaran iuran JKN. “Sampai dengan saat ini, untuk besaran iuran masih mengacu pada besaran yang lama sesuai peraturan yang masih berlaku,” jelas Rizzky. ***

  • Penulis: Adi Bima

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dipastikan Panas, 56.000 Tiket Ludes Terjual Jelang FIFA Asean Cup 2026 Antara Laga Klasik Indonesia vs Malaysia

    Dipastikan Panas, 56.000 Tiket Ludes Terjual Jelang FIFA Asean Cup 2026 Antara Laga Klasik Indonesia vs Malaysia

    • calendar_month Senin, 28 Sep 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 15
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Atmosfer laga klasik Timnas Indonesia kontra Malaysia dipastikan berlangsung panas. Menjelang kick-off pada Senin (28/9/2026) pukul 19.30 WIB, antusiasme suporter Indonesia semakin tinggi. Sebanyak 56.000 lembar tiket match day kedua grup A FIFA ASEAN Cup 2026 telah ludes terjual hingga pukul 12.00 WIB. Puluhan ribu tiket tersebut diperkirakan terus bertambah menjelang pertandingan yang […]

  • Presiden Prabowo Temui Wamen Perang AS Bahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan dengan Indonesia

    Presiden Prabowo Temui Wamen Perang AS Bahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan dengan Indonesia

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 31
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Wakil Menteri Perang Amerika Serikat Elbridge A Colby mengatakan pemerintahan Presiden Donald Trump optimistik terus mempererat kerja sama dengan Indonesia. Hal itu disampaikan Colby usai bertemu dengan Presiden RI Prabowo Subianto dalam jamuan makan siang di Istana Negara, Jakarta, Rabu (12/8). Pada kesempatan tersebut, Colby mengatakan ia mendapat kehormatan luar biasa karena dapat […]

  • Aksi Protes Akibat Sering Listrik Mati, Peternak Palangkaraya Lempar Bangkai Ayam Tuntut Profesionalisme PLN

    Aksi Protes Akibat Sering Listrik Mati, Peternak Palangkaraya Lempar Bangkai Ayam Tuntut Profesionalisme PLN

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 29
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Peternak ayam lokal yang tergabung dalam aksi Gerakan Palangka Raya Gelap (GPG) kembali melakasanakan aksi demonstrasi di PLN UP3 Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Rabu (29/7/2026). Demonstrasi itu diiringi dengan aksi membuang bangkai ayam di depan Kantor PLN UP3 Palangka Raya. Tumpukan bangkai ayam pun memenuhi trotoar di depan kantor tersebut. Aksi tersebut adalah […]

  • Kemenkes Giat Percepatan Eliminasi Kusta dalam Program Cek Kesehatan Gratis 2026

    Kemenkes Giat Percepatan Eliminasi Kusta dalam Program Cek Kesehatan Gratis 2026

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 66
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Memasuki triwulan pertama di tahun 2026 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kembali melakukan pemeriksaan dini terhadap penyakit kusta, frambusia dan skabies dalam program cek kesehatan gratis 2026 mengingat ketiga penyakit tersebut masih menjadi permasalahan kesehatan tinggi yang beresiko adanya kecacatan. Melalui Direktur Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Primer, Kemenkes dr. Elvieda Sariwati, ia mengatakan CKG 2026 […]

  • BMKG Imbau Wrga Tidak Panik Dengan Fenomena El Nino Di Yogyakarta

    BMKG Imbau Wrga Tidak Panik Dengan Fenomena El Nino Di Yogyakarta

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 23
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – BMKG prakirakan cuaca Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) hari ini cerah sepanjang hari, dengan ratasuhu udara berkisar 21 hingga 31 derajat Celcius. Berikut informasi cuaca dan suhu udara di DIY pada Selasa (28/7/2026) Prakiraan cuaca dan suhu udara di kabupaten dan kota di DIY: -Cuaca di Kota Yogyakarta diperkirakan cerah cerah. Suhu udara diprediksi […]

  • Tiket Masuk Wisatawan Asing Curug Cikondang Rp100 Ribu, Disbudpar Cianjur Bersuara

    Tiket Masuk Wisatawan Asing Curug Cikondang Rp100 Ribu, Disbudpar Cianjur Bersuara

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 34
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Curug, atau lebih dikenal sebagai air terjun, adalah salah satu keajaiban alam yang menjadi destinasi favorit banyak orang untuk menikmati suasana tenang sekaligus memanjakan mata. Di antara sekian banyak curug yang ada di Jawa Barat, Curug Cikondang adalah salah satu yang paling terkenal. Air terjun ini memiliki daya tarik tersendiri dengan aliran airnya […]

expand_less