Harga Emas Terjun Imbas Blokade Selat Hormuz
- account_circle Adi Bima
- calendar_month 21 jam yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INFOKITA.NEWS – Tidak hanya bahan bakar minyak (BBM) yang mengalami perubahan, dilaporkan bahwa harga emas merosot tajam di tengah meningkatnya kekhawatiran inflasi, setelah pembicaraan damai antara AS dan Iran berakhir tanpa hasil dan rencana Amerika Serikat untuk memblokade Selat Hormuz memperparah guncangan pasokan energi global.
Seperti dikutip Financialpost, logam mulia ini sempat jatuh hingga 2,2% ke bawah US$4.650 per ons, menghapus kenaikan pada pekan sebelumnya.
Militer AS menyatakan akan memulai blokade pada pukul 10 pagi waktu Timur pada Senin, setelah negosiasi akhir pekan gagal menghasilkan kesepakatan untuk mengubah gencatan senjata rapuh menjadi perdamaian permanen setelah enam minggu konflik di Timur Tengah.
Harga minyak dan gas alam melonjak, seiring Presiden Donald Trump menyatakan AS akan mencegat kapal mana pun yang membayar biaya ke Iran untuk melintas aman di Hormuz, jalur strategis yang menghubungkan Teluk Persia ke pasar global.
Sebelum perang, sekitar seperlima pasokan minyak mentah dan gas alam cair dunia melewati selat ini.
Kontrak berjangka saham melemah, sementara indeks dolar menguat hingga 0,4%, menjadi tekanan tambahan bagi emas yang diperdagangkan dalam mata uang AS.
Lonjakan harga energi juga meningkatkan risiko inflasi, sehingga bank sentral kemungkinan menunda penurunan suku bunga atau bahkan menaikkannya.
Kondisi ini berdampak negatif bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil, karena biasanya diuntungkan saat biaya pinjaman rendah.
Sebagai gambaran awal dampak perang terhadap ekonomi AS, inflasi Maret mencatat kenaikan terbesar dalam hampir empat tahun, dengan lonjakan harga bensin menjadi penyumbang utama, menurut data Bureau of Labor Statistics yang dirilis Jumat.
Pada pukul 06.56 waktu Singapura, harga emas spot turun 2% ke US$4.656,55 per ons.
Perak merosot 3,1% ke US$73,52 per ons, sementara platinum dan paladium juga ikut melemah. Indeks Bloomberg Dollar Spot tercatat naik 0,4%. ***
- Penulis: Adi Bima

Saat ini belum ada komentar