Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Israel Tolak Bertanggung Jawab Atas Gugurnya 3 Pasukan Perdamaian TNI di Lebanon

Israel Tolak Bertanggung Jawab Atas Gugurnya 3 Pasukan Perdamaian TNI di Lebanon

  • account_circle Adi Bima
  • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
  • visibility 35
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INFOKITA.NEWS – Dunia tengah mengecam dan meminta pertanggung jawaban Israe akibat serangannya yang membuat Tiga prajurit TNI gugur dalam misi perdamaian di Lebanon selatan. Alih-alih bertanggung jawab, Pihak Israel justru membantah keterlibatan langsung. Mereka menolak bertanggung jawab. Kini malah menyinggung kemungkinan peran Hizbullah dan Iran.

Ketiga prajurit itu merupakan bagian dari misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), yang selama ini bertugas menjaga stabilitas di wilayah konflik. Namun, situasi di lapangan yang kian memanas membuat risiko terhadap pasukan penjaga perdamaian semakin tinggi.

Militer Israel Defense Forces (IDF) menyatakan bahwa insiden tersebut masih dalam tahap investigasi menyeluruh. Mereka menilai belum bisa dipastikan apakah serangan berasal dari operasi militer Israel atau terkait aktivitas kelompok Hizbullah yang disebut mendapat dukungan dari Iran.

Dalam pernyataan resminya, Israel menegaskan bahwa lokasi kejadian merupakan zona pertempuran aktif. Oleh karena itu, mereka meminta publik internasional tidak terburu-buru menarik kesimpulan terkait pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.

“Insiden-insiden tersebut sedang ditinjau secara menyeluruh untuk mengklarifikasi keadaan dan menentukan apakah insiden tersebut diakibatkan oleh aktivitas Hizbullah atau aktivitas IDF,” tulis militer Israel di Telegram, dilansir kantor berita AFP, Selasa (31/3).

“Perlu dicatat bahwa insiden-insiden ini terjadi di area pertempuran aktif, di mana mereka beroperasi melawan kelompok Hizbullah yang didukung Iran,” imbuh unggahan militer Israel tersebut.

Akibat serangan itu pula Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri mengecam keras insiden yang menewaskan prajurit TNI tersebut. Indonesia mendesak agar dilakukan penyelidikan yang menyeluruh, transparan, dan akuntabel untuk mengungkap fakta di balik kejadian ini.

“Indonesia mengutuk keras insiden tersebut dan menyerukan penyelidikan yang menyeluruh dan transparan,” kata Kemlu Indonesia melalui akun X @Kemlu_RI, Senin (30/03).

Selain itu, pemerintah juga menyerukan kepada semua pihak yang terlibat konflik untuk menahan diri dan mengedepankan jalur diplomasi guna meredakan ketegangan di kawasan.

Tidak hanya Indonesia, Sekretaris Jenderal United Nations, António Guterres, turut menyampaikan kecaman keras atas insiden tersebut. Ia juga mengungkapkan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban serta pemerintah Indonesia.

Guterres menegaskan pentingnya seluruh pihak mematuhi hukum internasional, khususnya dalam menjamin keselamatan personel dan aset PBB yang bertugas di wilayah konflik.

Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya eskalasi konflik antara militer Israel dan Hizbullah di Lebanon selatan. Kondisi tersebut menjadikan kawasan semakin rawan, bahkan bagi pasukan penjaga perdamaian sekalipun.

Tragedi ini menjadi pengingat nyata akan besarnya risiko yang dihadapi pasukan perdamaian di wilayah konflik, sekaligus menegaskan pentingnya upaya penyelesaian damai melalui jalur diplomasi internasional. 

Pakar hukum internasional menilai serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB merupakan pelanggaran hukum internasional. 

Konvensi internasional mengatur perlindungan terhadap personel PBB, sehingga negara atau pihak yang bertanggung jawab dapat dimintai pertanggungjawaban, baik dalam bentuk tanggung jawab negara maupun pidana individu.

Saat ini UNIFIL memiliki sekitar 10.000 personel dari berbagai negara, termasuk sekitar 1.200 prajurit TNI. Investigasi internasional masih berlangsung untuk menentukan pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut. ***

  • Penulis: Adi Bima

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 7 Tips Mudik 2026 Nyaman dan Menyenangkan Sampai Kampung Halaman, dan Jadwal Cuti Bersama dari Pemerintah

    7 Tips Mudik 2026 Nyaman dan Menyenangkan Sampai Kampung Halaman, dan Jadwal Cuti Bersama dari Pemerintah

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 41
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Bulan ramadhan segera berakhir dalam beberapa waktu hari ke depan, setelah itu masyarakat Indonesia beramai-ramai pulang ke kampung halaman atau umumnya disebut mudik. Pemerintah telah menetapkan jadwal cuti bersama untuk Lebaran tahun 2026 melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri, yakni Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi […]

  • Kasus JudoL Rp 55 M Terungkap, Bareskrim Segera Kirim Barbuk Ke Jaksa

    Kasus JudoL Rp 55 M Terungkap, Bareskrim Segera Kirim Barbuk Ke Jaksa

    • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 33
    • 0Komentar

    INFOKITA. NEWS – Kasus Judi Online (Judol) nyatanya belum sepenuhnya menghilang di tanah air, sebagai buktinya belum lama ini kasus judi online berhasil diungkap Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menuntaskan penyidikan kasus perjudian online (judol) dengan barang bukti Rp 55 miliar. Mengenai berkas perkara yang menjerat sejumlah tersangka itu sendiri telah dinyatakan lengkap (P21) […]

  • Sebanyak Dua Unit Rumah Warga Talagasari Sindangbarang Cianjur Ludes Terbakar photo_camera 1

    Sebanyak Dua Unit Rumah Warga Talagasari Sindangbarang Cianjur Ludes Terbakar

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Nandang Kurnaedi
    • visibility 142
    • 0Komentar

    HANGUS: Dua unit rumah milik warga di Kampung Cikaung, Desa Talagasari, Kecamatan Sindangbarang, Kabupaten Cianjur, hangus terbakar. Kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp200 jutaan.(FOTO: REKAN MEDIA FOR RADAR CIANJUR)

  • Kemenkes Sebut Penyakit Jantung hingga Cuci Darah Paling Banyak Kuras Anggaran BPJS Kesehatan

    Kemenkes Sebut Penyakit Jantung hingga Cuci Darah Paling Banyak Kuras Anggaran BPJS Kesehatan

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 32
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkap bahwa penyakit tidak menular, terutama penyakit kardiovaskular, kini menjadi penyumbang terbesar pembiayaan layanan kesehatan melalui BPJS Kesehatan. Kemenkes menyebut operasi jantung, penanganan stroke, hingga layanan cuci darah (hemodialisis) menjadi jenis layanan yang paling banyak menyedot anggaran program jaminan kesehatan nasional (JKN) tersebut. Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes […]

  • Presiden Tanda Tangani Perpres Pembentukan Ditjen Pesantren

    Presiden Tanda Tangani Perpres Pembentukan Ditjen Pesantren

    • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 33
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Presiden Prabowo Subianto sudah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) tentang pembentukan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren sebagai upaya memperkuat peran dan dukungan negara terhadap pesantren di Indonesia. Saat ini, Kementerian Agama (Kemenag) tengah mematangkan struktur organisasi dan tata kerja Ditjen Pesantren. Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag Thobib Al Asyhar memastikan bahwa proses pematangan […]

  • Kepala BGN Nanik S Deyang Bantah Laporan  Tumbangnya Ratusan SPPG Dari Aceh Hingga Jawa Tengah Akibat Dana MBG Tak Kunjung Cair

    Kepala BGN Nanik S Deyang Bantah Laporan Tumbangnya Ratusan SPPG Dari Aceh Hingga Jawa Tengah Akibat Dana MBG Tak Kunjung Cair

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle Adi Bima
    • visibility 36
    • 0Komentar

    INFOKITA.NEWS – Pekerjaan rumah tengah menanti kepala BGN Nanik S Deyang dalam menjalankan program MBG, pasalnya dilaporkan ada ratusan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Aceh, Batam, Jawa Barat, Jawa Tengah hingga NTB berhenti melaksanakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sejak Senin (8/6) kemarin. Sebanyak 7 SPPG di Banda Aceh berhenti menyediakan MBG karena […]

expand_less